MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TINJAUAN PUSTAKA ODEMA ATAU ODEM (WAJAH BENGKAK PADA IBU HAMIL)



PEMBENGKAKAN

Menurut dr. Bambang Fajar, Sp.OG dari RS International Bintaro, Tangerang, oedema atau odem alias wajah bengkak pada ibu hamil, bisa berbahaya dan bisa juga tidak. “Tergantung sebabnya.” Nah, odem yang terjadi pada kehamilan, lanjut Fajar, “Bisa disebabkan karena faktor fisiologis maupun patologis.”

FISIOLOGIS
Saat hamil, rahim yang membesar akan menekan pembuluh vena. “Padahal, vena berfungsi mengembalikan cairan darah ke arah jantung,” terang Fajar. Awalnya, jantung bekerja memompa darah ke seluruh tubuh lewat arteri (pembuluh darah nadi), kemudian darah akan kembali lagi ke jantung lewat pembuluh darah vena. Karena kehamilan yang semakin membesar, otomatis pembuluh darah vena tertekan. Akibatnya, terjadi bendungan, sehingga darah tak bisa mengalir selancar biasanya.
Nah, alirah darah yang pelan itulah, yang membuat sebagian cairan akan keluar melalui rongga-rongga antar sel dan kemudian timbul bengkak. “Karena bendungannya terjadi pada vena, maka bengkak pun hanya terjadi di bagian bawah perut. Biasanya yang paling sering di bagian wajah.”
Bengkak-bengkak tersebut biasanya baru muncul di usia kehamilan trimester II dan III. tak semua perempuan hamil mengalami odem kendati di pembuluh darah venanya terjadi bendungan. “Mungkin karena bendungannya tak parah, jadi yang bersangkutan tak mengalami pembengkakan.” Apa pun juga, “Tak usah kelewat cemas. Sifatnya hanya fisiologis.
Walaupun terasa tak nyaman, penderita odem saat hamil tidak mengkonsumsi obat antibengkak. “Obat semacam iu umumnya berupa obat diuretika dan karena melewati plasenta, dikhawatirkan berpengaruh pada janin. Bayi bisa mengkerut.”

PATOLOGIS
Selain fisiologis, bengkak di wajah juga bisa disebabkan karena patologis. “Ini yang perlu diwaspadai karena mungkin saja bengkak itu terjadi oleh sebab keracunan, yaitu adanya pre-eklampsia.” Pre-eklampsia yang masih ringan akan ditandai dengan tekanan darah yang meninggi, protein yang berlebihan dalam urin, pembengkakan, serta kenaikan berat badan yang cepat.
Sedangkan yang parah ditandai dengan tekanan darah tinggi yang terus meningkat dan kadar protein yang lebih tinggi lagi dalam urin, sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah urin. Selain itu, penglihatan pun menjadi kabur, perut terasa sakit atau panas, suka uring-uringan, sakit kepala, serta denyut nadi yang cepat.
Kecuali itu, bengkak karena pre-eklampsia tidak hanya terjadi di wajah, tapi akan terjadi pada wajah dan tangan. “Nah, kalau terjadi pembengkakan di wajah atau tangan, segera periksakan diri untuk mengetahui, penyebabnya patologis atau fisiologis.”
Pre-eklampsia, biasanya terjadi pada kehamilan trimester III dan harus segera ditangani agar tak meningkat menjadi eklampsia. “Eklampsia tak saja bahaya buat ibu tapi juga janin. Ibu bisa mengalami kejang-kejang hingga meninggal. Kalau sang ibu meninggal, bayi pun bisa mengalami nasib sama. Bisa juga mengakibatkan kelahiran prematur, gagal ginjal, dan kerusakan hati.” Selain itu, jika aliran darah ke janin berkurang, bisa berdampak buruk, “Janin akan mengalami keterbelakangan perkembangan karena kurangnya aliran darah melalui plasenta atau kurangnya oksigen pada janin.”
Pengobatan odem karena pre-eklampsia harus dilakukan untuk menghentikan agar tidak meningkat ke eklampsia, sekaligus demi keselamatan janin. Biasanya ibu diberi terapi anti-kejang dengan pemberian magnesium sulfat. “Terapi oksigen juga akan diberikan untuk mengurangi kekurangan oksigen pada janin akibat kejang tadi.” Terapi lain adalah menjaga berat badan agar tidak meningkat secara cepat, pemberian obat antihipertensi, harus istirahat (bedrest), tidur dengan posisi miring, serta menjaga supaya bayi cukup bisa bertahan hidup.

Di pihak lain, odem sebenarnya bisa juga terjadi karena penyakit hepar, liver, dan gagal ginjal. Jadi, wapada harus jalan terus. Rajinlah berkonsultasi ke dokter agar kehamilan berjalan lancar.



A.    Sakit Kepala, Sakit pada leher dan Nyeri pada bahu pada masa nifas
Sakit kepala jangka pendek yang timbul setelah persalinan terjadi selama minggu pertama pascapartum dan mengalami migren dalam tiga bulan setelah melahirkan yang berlangsung selama enam minggu. Sakit kepala pascapartum sangat menyakitkan, timbul beberapa kali dalam satu minggu dan memengaruhi aktivitas.
Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.

B.     Nyeri epigastrium
Diakibatkan oleh nekrosis hepatoseluler, iskemia dan edema hepar yang meneybabkan regangan kapsule Glisson. Nyeri epigastrium sering disertai dengan kenaikan kadar serum hepatik transaminase (indikasi untuk melakukan terminasi kehamilan).
Sering kita menghadapi penderita yang datang berobat dengan keluhan nyeri di daerah epigastrium. Bahkan keluhan semacam ini sering dianggap remeh, karena terlalu banyak penderita mempunyai keluhan semacam ini, dan selalu dibuat diagnosa sakit lambung. hal semacam ini tidak benar, karena banyak organ lain yang dapat memberikan keluhan di perut atas. Rasa nyeri di perut atas dapat disebabkan oleh kelainan organ dalam rongga perut dan organ dalam rongga dada.1,2,3 Organ didalam rongga perut yang sering memberikan keluhan nyeri di perut atas, antara lain penyakit saluran makanan (lambung, duodenum, usus halus, usus besar), hati,empedu dan salurannya, pankreas. Sedangkan organ dalam rongga dada yang sering memberikan keluhan nyeri di perut atas, adalah esofagus, jantung.

Rasa nyeri atau rasa tidak enak di epigastrium merupakan
keluhan umum yang sering ditemukan yang disebabkan kelainan organ di dalam rongga perut. Untuk menentukan diagnosa rasa nyeri atau rasa tidak enak di
epigastrium. harus dilakukan pengambilan anamnesa yang secermat cermatnya.
Yang harus ditanyakan ialah bagaimana sifat nyeri tersebut, apakah ada rasa pedih, merasa nyeri berdenyut-denyut, rasa nyeri hebat, dll. Timbulnya rasa pedih yang berhubungan dengan makanan biasanya disebabkan oleh kelainan lambung dan duodenum. Rasa nyeri, disertai panas badan yang berdenyut-denyut disebabkan oleh  roses inflamasi dari pankreas, kandung empedu, hati. Rasa nyeri yang hebat di daerah ulu hati yang menyebabkan penderita gelisah sekali, dapat disebabkan perforasi ulkus peptikum, pankreatitis akuta.
Timbulnya rasa nyeri di daerah epigastrium yang menyebar ke punggung biasanya disebabkan oleh kelainan di kandung empedu dan pankreas. Apalagi rasa nyeri kolik disertai penjalaran ke bahu kanan akan memperkuat kemungkinannya disebabkan oleh batu kandung empedu. Lain halnya bila rasa nyeri atau rasa tidak enak di daerah ulu hati, menjalar ke dada yang dapat mengakibatkan sesak nafas, hal
ini dapat disebabkan oleh kelainan esofagus dan jantung.

C.    Penglihatan Kabur
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.
Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang.
Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah).

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>