MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TINJAUAN PUSTAKA KASIH SAYANG DAN KEBENCIAN




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, manusia mempunyai akal, perasan, dan kehendak. Dengan unsur-unsur budaya itu budaya menilai, merasukan dan menhendaki kebutuhan kasih sayang dalam hidup ini. Apabila kasih sayang itu tidak ada atau tidak lagi dibutuhkan, sulit dibayangkan terjadinya perkembangan manusia penghuni bumi dan sulit adanya kedamaian diantara manusia, kecuali kebencian yang merajalela.
Kasih sayang bersumber dari unsur rasa dalam diri manusia. Ungkapan perasaan yang dibenakan oleh akal dan direalisasikan oleh karsa dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang tanggung jawab. Kasih sayang yang dilengkapi dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dan alam lingkungan, serta antara manusia dan tuhan.

B.     Tujuan Masalah
Adapun yang menjadi tujuan masalah adalah :
1.      Untuk mengetahui bagaimanakah perkembangan tentang kasih sayang dan kebencian yang ada dalam kehidupan.
2.      Untuk mengetahui sejauh mana kasih sayang dan kebencian yang ada dalam kalangan kehidupan kita semua, baik di masyarakat, maupun keluarga.

BAB II
PEMBAHASAN


A.    HUBUNGAN DAN UNGKAPAN KASIH SAYANG
1.      Konsep Kasih sayang
Kasih sayang merupakan konsep yang mengandung arti psikologis yang dalam, agak sulit didefinisikan dengan utaian kata-kata. Mungkin baru dapat dipahami makna yang jelas apabila konsep tersebut sudah diwujudkan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan manusia terhadap tuhan. Jika demikian halnya, bagaimana rumusan konsep “Kasih sayang dalam bentuk untaian kata-kata ? Kasih sayang merupakan kata majemuk paduan dari 2 istilah “Kasih” dan “Sayang” yang satu sama lain ada kesamaan makna walaupun bentuk katanya bebeda. Apabila kedua istilah tersebut dipadu menjadi satu dalam bentuk kata majemuk maknanya menjadi lebih berbobot dan pas.
Menurut arti kata “Kasih Sayang” adalah perasaan saying kepada sesuatu, yang diungkapkan secara nyata dengan penuh tanggungjawab serta pengabdian dan pengorbanan, dalam rumusan tersebut dapat di uraikan 5 (lima) unsur kasih saying, yaitu :
a.       Perasaan sayang, yang meliputi cinta, senang, suka dan belas kasihan.
b.      Kepada sesuatu, yaitu objek yang disayangi meliputi Tuhan Sang Pencipta, manusia, dan alam lingkungannya.
c.       Diungkapkan secara nyata, yaitu dalam bentuk sikap, tingkah laku dan perbuatan nyata yang dapat diamati.
d.      Penuh tanggung jawab, yaitu segala akibat yang timbul atau terjadi adalah baik, berguna, menguntungkan, menciptakan keserasian keseimbangan dan kebahagiaan.
e.       Pengabidian dan pengorbanan, yaitu keikhlasan atau kerelaan semata-mata, beban pengeluaran maupun perbuatan tidak diharapkan memperoleh pengembalian ataupun imbalan.


Berdasarkan konsep tersebut, kasih saying dalam artinya “perasaan sayang kepada sesuatu” dapat diartikan :
a. Cinta kepada Tuhan atau manusia.
b. Senang atau suka pada alam lingkungan, dan
c. Belas kasihan kepada makhluk hidup (manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan)

            Perasaan sayang dalam arti cinta “hanya ditujukan kepada Tuhan dan manusia, sedangkan perasaan sayang dalam arti senang atau suka “ditujukan kepada selain tuhan dan manusia, yaitu alam lingkungan. Akan tetapi “perasaan sayang dalam arti belas kasihan ditunjukan kepada makhluk hidup (manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan) perasaan sayang harus diungkapkan dalam bentuk sikap, perilaku dan perbuatan nyata disertai tanggung jawab yang penuh pengabdian dan pengorbanan. Kasih sayang tanpa tanggung jawab dan pengabdian serta pengorbanan adalah kepalsuan yang penuh kebencian.

            Kasih sayang dapat diungkapkan kepada objek dengan menggunakan istilah-istilah khusus seperti berikut :
a. Cinta, digunakan untuk ungkapan kasih sayang kepada Tuhan dan manusia.
b. Senang dan suka, digunakan untuk ungkapan kasih sayang kepada selain Tuhan dan manusia.
c. Belas kasihan, digunakan untuk ungkapan kasih sayang kepada makhluk hidup.

2.      Hubungan Kasih Sayang
Terjadi antara manusia dan manusia, antara manusia dan alam lingkungan. Serta antara manusia dan Tuhan. Hubungan kasih sayang antara manusia dan manusia digolognkan lagi menjadi kasih sayang orang tua dengan anak, kasih sayang pria dengan wanita dan kasih sayang sesama manusia karena hal tertentu, dan kasih sayang terhadap lingkungan, kasih sayang manusia kepada Tuhan.



3.      Ungkapan Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan ungkapan perasaan yang diwujudkan melalui tingkah laku dan perbuatan dalam pergaulan sehari-hari, dalam pertunjukan langsung atau dalam karya cipta, seperti novel, film, dan sinetron. Kasih sayang dapat diungkapkan dalam bentuk kata-kata atau pertanyaan, bentuk tulisan, bentuk gerakan, atau bentuk media lainnya.

B.     Kasih Sayang dan Karya Cipta
1.      Kasih Sayang Orang Tua dan Anak
Kasih sayang ibu terhadap anak dimulai sejak anak dilahirkan. Kelahiran anak merupakan awal timbulnya kasih sayang yang diwujudkan melalui bentuk perbuatan ibu menyusui anaknya. Seorang ibu yang sedang menyusui anaknya adlah gambaran kasih sayang yang tulus. Curahan kasih sayang yang tulus berlangsung lama, wajar dan penuh pengorbanan. Keluarga berfungsi mengasuh, membesarkan, mendidik anak, ibu sebenarnya adlaah tokoh utama dalam pengembang fungsi penting dalam unit sosial terkecil itu. Dalam hubungan ini, surga dibawah telapak kaki ibu adalah ungkapan ajaran agama yang tokoh utama yang selalu siap berkorban untuk membuktikan bahwa dunia ini membutuhkan kasih sayang yang tulus, tanpa kasih sayang, keluarga akan menjadi goyah, rapuh dan gersang.
Janganlah orang tua menyesal jika mental anak adalah duplikat mental pembantu yang mengasuhnya tidak wajar dan setelah anak itu besar menjadi anak nakal dan boomerang bagi orang tuanya. Anak yang seharusnya berterima kasih atas kasih sayang dan kebaikan orang tua, malah membalas dengan keburukan dan kebencian. Ibarat “air susu dibalas dengan air tuba. Orang tua mengasuh dan mendidik anak dengan harapan supaya kelak dia berhasil dan menjadi orang berguna.

2.      Kasih Sayang Pria dan Wanita
Merupakan terjadinya titik awal keluarga sebagai unit masyarakat terkecil dan berkembang biak umat manusia di muka bumi. Kasih sayang pria dan wanita yang sudah dewasa (akil balig ) merupakan kodrat yang tidak dapat dipungkiri dan harus ada, atas dasar kasih sayang timbul perpaduan hidup pria dan wanita dalam bentuk perkawinan harmonis yang diakui dan dihargai oleh agama, hukum dan masyarakat

3.      Kasih Sayang Sesama Manusia
Perwujudan kasih sayang kepada manusia dapat diketahui antara lain : dari gegiatan lembaga swadaya masyarakat internasional atau nasional berikut ini :
a.       Palang merah untuk menyelamatkan manusia korban perang.
b.      Dana kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam.
c.       Kesediaan suatu Negara / bangsa menampung pengungsi akibat peperangan.
d.      Yayasan rumah sakit untuk membantu orang sakit.
e.       Yayasan yatim piatu untuk menyantuni anak-anak yatim piatu.
f.        Gerakan orang tua asuh untuk membantu biaya sekolah anak-anak yang tidak mampu.

4.      Kasih Sayang Manusia Pada Lingkungan
Yaitu perasaan senang, suka, dan sayang terhadap alam lingkungan. Dengan adanya perasaan senang, suka dan sayang, lalu timbulah kehendak untuk menata, memelihara, dan menjaga, alam lingkungan, sehingga tercipta keselarasan, keselarasan, dan keseimbangan antara manusia dan alam lingkungannya serta perasaan aman, damai, sehat dan segar.
Kasih sayang manusia pada alam lingkungan merupakan faktor pembangkit daya kreativitas untuk menciptakan, baik berupa karya teknik, misalnya tata kota yang rapi, bendungan pencegah banjir, sistem jaringan listrik, telepon dan air bersih, ataupun karya cipta bidang seni.

5.      Kasih Sayang Manusia Pada Tuhan
Kasih sayang manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena manusia adalah makhuk ciptaan tuhan yang paling sempurna.
Kasih sayang ke Tuhan bukan berarti mengharapkan balasan surga dari Tuhan, melainkan sebagai manifestasi kesadaran makhluk ciptaan tuhan yang diperintah untuk mengabdi, menyembah dan memuja kepada-Nya. Dalam Al-Qur’an surat Al-zariyat ayat 56 Allah berfirman yang artinya.
“Tiadalah aku jadikan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepada-Ku”

Dalam surat Annur ayat 41 antara lain dinyatakan :
“Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah itu dipuja oleh segala yang ada di langit dan di bumi”.

            Walaupun pengabdian, penyembahan, dan pemujaan tidak mengiming-imingkan surga. Tuhan telah menjanjikan ganjaran yang baik bagi mereka yang takwa kepada-Nya. Tuhan maha mengetahui, maha pengasih dan maha pemurah.
            Orang yang paling mulia disisi tuhan adalah orang yang takwa kepadanya.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari hasil di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      kasih sayang adalah perasaan sayang kepada sesuatu yang diungkapkan secara nyata, dengan penuh tanggung jawab serta pengabdian dan pengorbanan.
2.      Hanya kepada Tuhan manusia berserah diri dan memohon ampun dari dosa-dosanya. Oleh karena itu pengabdian, penyembahan dan pemujaan merupakan perwujudan kasih sayang kepada tuhan yang merupakan bagian dari kehidupan.

B.     Saran
Berdasarkan hasil karya kami, maka saran yang dapat kami sampaikan sebagai berikut :
Penulis berharap kepada para pembaca setelah mempelajari uraian tentang kasih sayang ini dapat kiranya meneliti kekurangan-kekurangan dan hambatan-hambatan apa yang merintangi kasih sayang, dan berusaha bagaimana cara belajar tentang kasih sayang, dan berusaha bagaimana cara belajar tentang kasih sayang yang baik bagi diri sendiri maupun bagi anak didik yang lain.

DAFTAR PUSTAKA


Prof. Abdul Kadir Muhammad, S.H. 2005. Ilmu Sosial Budaya Dasar Untuk Mahasiswa.


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>