MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TINJAUAN AYAT-AYAT MAKKIAH DAN MADANI




BAB I
PENDAHULUAN

            Perhatian para sahabat, Tabi’ina dan Ulama terhadap Surat Makkiah dan Madaniah kita dapati para pengemban petunjuk yang terdiri dari para sahabat dan tabi’in dan generasi sesudahnya meneliti dengan cermat tempat turunnya Al-Qur’an ayat demi ayat, baik dalam hal waktu ataupun tempatnya. Penelitian ini merupakan pilar kuat dalam sejarah perudang-undangan islam.

Kita lihat Ibnu Mas’ud mengatakan , “Demi Allah yang tiada Ilah selain Dia, tiada satu  surat dari kitab Allah yang diturunkan kecuali aku pasti tahu mengenai apa ayat itu diturunkan. Sekiranya aku tahu ada seorang yang lebih tahu daripada aku mengenai kitab Allah, yang dapat dijangkau dengan untaku, niscaya kupacu untaku untuk menemuinya”.


BAB II
MAKKIAH DAN MADANIAH

            Jumlah ayat-ayat Makkiah dan Madaniah serta Yang Diperselisihkan Jumlah surat Makkiyah ada 87 surat; surat Madaniyah ada 20 surat; yang masih diperselisihkan ada 21 surat.
            Metode mengetahui Makkiah dan Madaniyah.
Ada dua metode untuk mengetahui Makkiah dan Madaniah
A.    Metode Sima’i.
Metode Sima’I yaitu disandarkan pada riwayat shahih dari para sahabat atau dari para Tabi’in.
B.     Metode Qiyasi Ijtihadi.
Metode Qiyasi Ijtihadi, yaitu disandarkan pada ciri-ciri khusus Makkiyah dan Madaniyah.
            Perbedaan antara Makkiyah dan Madaniyah untuk membedakan Makkiyah dan Madaniyah, para ulama mempunyai tiga macam pandangan. Pertama, dari segi sasarannya (al-mukhthab).
            Pada fase Makkiyah, ayat-ayat suci tersebut lebih menekankan spirit teologis (tauhid), serta aturan-aturan normative dan spirit moralitas. Ayat-ayat Makkiyah misalnya menekankan bagaimana pentingnya peng-Esaan Tuhan sebagai sumber spirit rohaniah. Gambaran tentang alam semesta, bumi, langit, lautan, gunung, sungai dan daratan, awan, angina, hujan dan lain sebagainya menunjukkan ke-Agungan dan ke-Esaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
            Sedangkan fase Madaniyah ayat-ayat Alqur’an lebih menekankan bagaimana bangunan tatanan sosial dan hukum. Masalah muamalah seperti jual beli, ekonomi, dan perniagaan ditata sedemikian rupa dengan tujuan untuk memperkuat masyarkat. Dan pada tingkat selanjutnya Alquran menekankan tentang penegakan hukum, kepemimpinan, tatanan sosial lainnya sebagai upaya untuk membangun dasar-dasar ketatanegaraan yang kuat. Hasil dari penghayatan terhadap perubahan gradual seperti yang dituntunkan oleh ayat-ayat suci tersebut terlihat beberapa dekade kemudian. Masyarakat madinah yang lahir dari spirit tersebut menjadi prototype masyarakat yang berkeadaban maju ketika komunitas lain berada dalam kegelapan jahiliyah.
            Dengan kata lain Makkiah adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk mekah. Sedangkan Madaniyah adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk Madinah. Pendapat ini kurang tepat.
            Kedua, dari segi tempat turunnya. Makkiah adalah yang turun di Mekkah dan sekitarnya, seperti Mina, Arafah dan Hudaibiyah. Sedangkan Madaniyah adalah yang turun di Madinah dan sekitarnya, seperti Uhud, Quba’ dan Sil’. Pendapat ini juga kurang tepat.
            Ketiga, dari segi waktu turunnya. Makkiah adalah yang diturunkan sebelum hijrah, sekalikpun bukan di Mekkah. Sedangkan Madaniyah adalah yang diturunkan setelah hijrah, sekalipun bukan di Madinah. Pendapat ini lebih baik daripada dua pendapat sebelumnya.
            Ciri-ciri Khas bentuk dan Tema Madani contoh Ayat-ayat Makkiah dalam Surat Madaniyah dan sebaliknya.

·         Ayat-ayat Makkiah dalam Surat Madaniah : Al-Anfal : 30 dan 64
·         Ayat-ayat Madaniah dalam Surat Makkiyah : Al-An’am : 151 – 153 , dan Al Hajj : 19 – 22. Yang dibawa dari Mekkah ke Madinah dan sebaliknya.
·         Yang dibawa dari Mekkah ke Madinah : Surat Al-A’la; Yusuf : Al-Ikhlas; dan Al-A’raf : 158.
·         Yang dibawa dari Madinah ke Mekkah : Surat Bara’ah (At-Taubah), dan An-Nisa’ : 97. Yang dibawa dari Madinah ke habasyah : Surat Maryam. Yang turun musim panas dan musim dingin.
·         Yang turun musim panas : At-Taubah : 81; dan An-Nisa’ : 176
·         Yang turun musim dingin : Ayat-ayat berita bohong tentang Aisyah; ayat-ayat tentang perang Khandaq; dan Al-Ahzab : 9. Ayat yang turun malam dan siang hari. Ayat yang turun saat menetap dan safar.

Faedah mengetahui Makkiah dan Madaniyah :
  1. Dapat membedakan antara ayat yang nasikh dengan yang mansukh.
  2. Mengetahui sejarah dan pentahapan perudang-undangan islam.
  3. Dapat membantu dalam menafsirkan Al-Qur’an dan memahami makna maknanya.
  4. Meresapi gaya bahasa Al-Qur’an dan memanfaatkan dalam metode dakwah.
  5. Mengetahui sejarah Nabi Muhammad SAW melalui ayat-ayat Al-Qur’an.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
·         Ayat-ayat Makkiyah misalnya menekankan bagaimana pentingnya peng-Esaan Tuhan sebagai sumber spirit rohaniah. Gambaran tentang alam semesta, bumi, langit, lautan, gunung, sungai dan daratan, awan, angina, hujan dan lain sebagainya menunjukkan ke-Agungan dan ke-Esaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
·         Fase Madaniyah ayat-ayat Alqur’an lebih menekankan bagaimana bangunan tatanan sosial dan hukum. Masalah muamalah seperti jual beli, ekonomi, dan perniagaan ditata sedemikian rupa dengan tujuan untuk memperkuat masyarkat.
·         Makkiah adalah yang turun di Mekkah dan sekitarnya, seperti Mina, Arafah dan Hudaibiyah. Sedangkan Madaniyah adalah yang turun di Madinah dan sekitarnya, seperti Uhud, Quba’ dan Sil’.
·         Makkiah adalah yang diturunkan sebelum hijrah, sekalikpun bukan di Mekkah. Sedangkan Madaniyah adalah yang diturunkan setelah hijrah, sekalipun bukan di Madinah.

B.     SARAN
Dari kesimpulan di atas hendaknya kita mengetahui tentang ayat-ayat, tempat turunnya, serta fase-fase  makkiah dan madiniyah.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Dr.Rosihon, M.Ag, (2000), Ulumul Qur’an Untuk UIN, STAIN, PTAIS, Bandung: Putaka Setia.

Anwar, Drs. abu, M.Ag, (2000), Ulumul Qur’an Sebuah Pengantar, Pekan Baru: Amzah.

As-Shalih, Dr. Subhi, (1999), Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, Jakarta: Pustaka Firdaus.

H. Moh. Dr. Matsna, MA, (2004), Qur’an Hadist Madrasah aliyah Kelas Satu, Semarang: Karya Toha Putra.

H. Ramli, Drs. Wahid, M.Ag, (2000), Ulumul Qur’an edisi Revisi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Zuhdi, Drs. Masjfuk, (1993), Pengantar Ulumul Qur’an, Surabaya: Bina Ilmu.


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>