MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

PERAN GURU DALAM MENGATASI KEBOSANAN SISWA MENGIKUTI KEGIATAN PEMBELAJARAN




BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
                 Masalah pokok yang dihadapi guru, baik pemula maupun sudah berpengalaman itu banyak sekali seperti siswa ketika sedang mengikuti pelajaran ada yang berbicara sendiri, mainan HP, atau yang sekarang sedang menjadi tren yaitu facebook. Banyak sekali anak ketika guru sedang menyampaikan materi sibuk dengan on line.
Pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. Pengelolaan kelas diperlukan karena dari hari ke hari dan bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan anak didik selalu berubah. Anak didik sering sekali merasa bosan ketika guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Membuat anak menjadi aktif didalam kelas bukanlah hal mudah. Pengelolaan kelas menjadi masalah yang membutuhkan perhatian yang besar bagi guru. Maka dari penulis memilih judul “ PERAN GURU DALAM MENGATASI KEBOSANAN SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN PEMBELAJARAN “.

B.     Rumusan  Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut: Bagaimana cara guru mengatasi kebosanan siswa dalam kegiatan belajar mengajar?





BAB II
PERAN GURU DALAM MENGATASI RASA BOSAN SISWA MENGIKUTI KEGIATAN PEMBELAJARAN

A.    Masalah-masalah yang Dihadapi Guru
Masalah-masalah yang dihadapi guru itu antara lain :
1.    Guru menggunakan metode yang sama tidak ada perubahan
            Guru selalu menggunakan metode yang sama dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Seperti metode ceramah, jika itu dilakukan dalam jangka waktu yang lama siswa akan mudah merasa bosan. Dalam mengajar kita tidak bisa tidak menggunakan metode ceramah, itu akan sulit dilakuk. Dengan keadaan itu siswa juga menjadi pasif, karena hanya dituntut untuk mendengarkan saja tidak diikutsertakan dalam proses pembelajaran.
2.    Media yang digunakan guru untuk mendukung proses pembelajaran kurang menarik
Media yang digunakan guru kurang menarik. Guru biasanya malas untuk menghadirkan media yang menarik. Media sangat mendukung ketika kita menyampaikan materi, dengan media yang menarik siswa akan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siswa tidak akan merasa bosan dengan media yang menarik.
3.    Kurangnya fasilitas yang memadai
Ada metode mengajar tertentu yang tidak dapat dipakai, karena ketiadaan fasilitas disuatu sekolah. Sekolah-sekolah yang maju biasanya mempunyai fasilitas belajar yang lengkap sehingga sangat membantu guru dalam melaksanakan pengajaran dalam kelas. Akan tetapi di sekolah yang terpencil fasilitasnya sangat kurang mendukung di dalam proses pembelajaran.



B.     Usaha-usaha yang Guru Lakukan untuk Masalah yang Dihadapi Siswa
Untuk mengatasi masalah tersebut guru harus mempunyai usaha-usaha yang menarik untuk mengalihkan perhatian siswa, usaha-usaha itu antara lain :
1.      Menggunakan metode yang bervariasi
Jika materi pembelajaran disampaikan secara menarik besar kemungkinan anak didik akan mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan serius. Untuk memilih metode yang akan kita gunakan juga tidak boleh asal-asalan harus benar-benar diperhatikan. Metode yang dapat kita gunakan selain metode ceramah adalah metode pemodelan, inkuiri, Tanya jawab, dan diskusi. Metode yang bias membuat siswa merasa nyaman dan tidak merasa bosan.
2.      Menggunakan media yang menarik
Media juga sangat mendukung di dalam proses pembelajaran dan itu merupakan salah satu yang membuat siswa tidak mudah bosan. Memilih media yang akan kita gunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Misalnya dengan menggunakan media LCD, materi yang kita sampaikan disajikan dengan power point yang menarik itu juga akan membuat siswa memperhatikan siswa. Menayangkan sebuah pementasan drama, dan pembacaan sebuah puisi.
3.      Menggunakan fasilitas yang ada
Fasilitas juga akan mempengaruhi kegiatan pembelajaran, karena kurangnya fasilitas yang memadai sehingga belajar apa adanya. Sekolah yang berada di kota saja masih banyak  yang kekurangan fasilitas apalagi yang berada di daerah terpencil. Makanya guru harus benar-benar menggunakan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya dan tidak membuat siswa merasa terbebani dengan keadaan tersebut.




BAB III
PENUTUP


A.    Simpulan
Guru harus benar-benar memperhatikan peserta didik. Membuat peserta didik merasa nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam memilih media juga harus benar-benar diperhatikan jangan sampai media yang digunakan akan menghambat siswa.

  

DAFTAR PUSTAKA
Bahri Djamarah, Syaiful. 2005. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif.  Jakarta : Rineka Cipta.
Harsanto, Radno. 2007. Pengelolaan Kelas Yang Dinamis. Yogyakarta : Kasinus.
Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan). Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>