MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

PENINGKATAN MENULIS KALIMAT DALAM KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Kalimat merupakan unit terkecil bahasa. Oleh Karena itu, kalimat juga memegang peranan penting dalam proses komunikasi. Kalimat merupakan bentuk bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam menuanggkan gagasan, ide, atau pesan baik secara tertulis atau lisan. Kalimat mengandung pesan yang akan disampaikan penullis kepada pembaca. Sebuah karangan terbentuk dari susunan beberapa kalimat dalam bahasa tulis. Sebuah kalimat mempunyai pola-pola tertentu. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka semakin kompleks pula pola kalimat maupun kosakata yang digunakan.
Salah satu kegiatan menuangkan gagasan , ide, atau pesan lewat kalimat (tulis) adalah mengarang. Mengaranmg berarti menggunakan bahasa untuk menyampaikan ide atau pesan yang terkandung dalam kalimat. Seorang penulis harus memperhatikan pola kalimat yang digunakan karena pola kalimat akan berpengaruh pada kesempurnaan proses penyampaian dan penerimaan pesan.
Dengan demikian, proses mengarang juga perlu memperhatikan pola kalimat. Seiring dengan pentingnnya tata kalimat dalam bahasa tulis, maka perlu adanya sebuah usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Dengan demikian, perlu diadakan penelitian tentang tata kalimat kepada siswa khususnya tentang pola kalimat.




BAB II
RUMUSAN MASALAH


A.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan diatas, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah peningkatan menulis kalimat siswa pada sebuah karangan narasi dengan memperhatikan kalimatnya ?
2.      Bagaimanakah pengajaran yang baik agar siswa mampu menulis karangan narasi dengan  kalimat yang baik dan benar ?

B.     Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindalan kelas ini adalah sebagai berikut :
1.      Meningkatkan kemampuan siswa menulis sebuah karangan persuasi dengan memperhatikan pola kalimatnya.
2.      Agar kalimat yang siswa buat lebih berkembang.
3.      Untuk menambah wawasan siswa tentang tata kalimat.




BAB III
PEMBAHASAN

Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa yang terpadu, yang ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Sekurang-kurangnya, ada tiga komponen yang tergabung dalam perbuatan menulis, yaitu : (1) Penguasaan bahasa tulis,yang akan berfungsi sebagai media tulisan, meliputi : kosakata, struktur kalimat, paragraf, ejaan, pragmatik, dsb ; (2) Penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis ; (3) Penguasaan  tentang jenis – jenis tulisan, yaitu bagaimana merangkai isi tulisan dengan menggunakan bahasa tulis sehingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan. Seperti esai, artikel, cerita pendek, makalah, dsb.
Menulis bukan pekerjaan yang sulit melainkan juga tidak mudah. Untuk memulai menulis, setiap penulis tidak perlu menunggu menjadi seorang penulis yang terampil. Belajar teori menulis itu mudah, tetapi untuk mempraktikkanya tidak cukup sekali dua kali. Frekuensi latihan menulis akan menjadikan seseorang terampil dalam bidang tulis menulis.
Menurut Fokker (1979 : 11) Kalimat adalah ujaran bahasa yang mempunyai arti penuh dan batas keseluruhanya ditentukan oleh turunya suara.
Menurut Lammudin ( 2002 : 108 ) Unsur Kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku-buku tata bahasa Indonesia lama lazim disebut jabatan kata dan kini disebut peran kata dalam kalimat, yaitu Subjek ( S ), Predikat ( P ), Objek ( O ), Pelengkap( Pel ), dan keterangan ( Ket ).
Menulis yang baik adalah yang efektif, jadi sebuah tulisan dituntut untuk menyelaraskan beberapa aspek, yaitu kemampuan menuangkan ide, gagasan serta struktur pembangunya harus baik.
Sebenarnya banyak manfaat menulis, antara lain dalam hal : ( 1). Peningkatan kecerdasan ; (2). Pengembangan daya inisiatif dan kreatifitas ; (3). Penumbuhan keberanian ; (4). Pendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi ( yunus dan Suparno, 2007 : 14 )
Karangan narasi adalah suatu bentuk tulisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak-tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam suatu kesatuan waktu.
Maka dengan membuat karangan narasi diharapkan siswa tidak akan monoton dalam membuat kalimat tetapi harus berkembang. Maka kita harus membiarkan siswa berkreasi menurut keinginannya. Guru juga bisa menggunakan media yang menarik supay siswa tidak merasa jenuh dengan pelajaran yang kita berikan, misalnya dengan menggunakan gambar lalu siswa disuruh menceritakan gambar tersebut.
Guru sering kali bingung untuk melakukan pengajaran yang menarik agar siswa tertarik terhadap materi yang diajarkannya. Media yang menarik itu akan membuat siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara serius. Mengarang itu mengungkapkan sesuatu secara jujur dan tidak menghambur-hamburkan kata secara berlebihan. Jadi kita harus membiarkan siswa untuk belajar mengungkapkan segala sesuatu dengan jujur dan membiarkan mereka berekspresi.
Guru seharusnya menggunakan metode pembelajaran yang menarik untuk mengalihkan perhatian siswa pada materi yang kita ajarkan. Misalnya dengan cara menyuruh siswa menulis pengalaman yang membahagiakan atau pengalaman yang menyedihkan. Dari situ siswa akan jujur menulis apa yang ia alami tidak akan mengada-ada.




BAB IV
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kesalahan fungsi kalimat pada karangan narasi siswa disebabkan antara lain kesalahan kalimat kurang predikat terletak pada kecenderungan siswa pada penggunaan preposisi, sehingga kata yang mengikutinya berubah fungsi. Kesalahan kalimat kurang subjek terletak pada pelesapan subjek yang kurang tepat. Kesalahan kalimat kurang objek terletak pada pemakaian kata kerja aktif transitif, yang seharusnya diikuti objek, tetapi tidak diikuti objek.
  1. Saran
Bagi para siswa perlu banyak berlatih untuk membuat kalimat sesuai dengan fungsi sintaksis, agar kalimat yang disampaikan sesuai dengan maksud yang diinginkan. Sehingga akan memperoleh hasil yang lebih baik pada jenjang yang berikutnya, terutama dalam bidang menulis dan mengarang.  


Daftar Pustaka :
Finoza, Lammudin.2002. Komposisi Bahasa Indonesia.Jakarta : Diksi Intan Mulia.
Fokker. 1979. Sintaksis Indonesia. Jakarta : Pradnya Paramita.
Suparno dan Yunus, Mohamad.2007. Keterampilan Dasar Menulis.Jakarta : Universitas Terbuka.
Tarigan, Henry Guntur. 1986. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung : Angkasa.

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>