MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

KEINDAHAN GETAR – GETAR CINTA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SILUET SENJA KARYA HAFIDZ




BAB 1 PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
           Karya sastra merupakan karya imajinatif baik karya lisan maupun tertulis. Karya sastra dibuat pengarangnya untuk mengkomunikasikan sesuatu pada penikmatnya. Dengan demikian diharapkan terjadi komunikasi imajinatif kepada benak penikmatnya, Yaitu sentuhan yang dapat menimbulkan citra atau bayangan-bayangan tertentu dalam angan-angan pembaca pendapat ( Suharianto : 1982, 11 ), bahwa pada hakikatnya sebuah karya sastra tidak lain merupakan pengabdian perasaan-perasaan pengarang yang menggejala dalam benak sebagai hasil persentuhan dengan hidup dan kehidupan salah satui hasil karya sastra adalah novel.
Novel umumnya mengungkapkan keindahan kehidupan yang dilihat, didengar, atau bahkan dialami oleh seorang pengarang. Keindahan disini dimaknai sebagai satu aliran yang mengutamakan perasaan. Dalam novel biasanya menceritakan sesuatu hal yang mengandung unsur percintaan.
Ada berbagai perasaan yang tercermin, keindahan getar-getar cinta kepada seseorang yang dicintai dan dikaguminya, merupakan salah satu ungkapan perasaan yang dapat dinikmati melalui karya sastra. Dari novel tersebut dapat mengungkapkan hal yang indah. Hanya dengan memberikan perhatian yang berlebih mampu menumbuhkan getar-getar cinta seorang gadis yang masih duduk dibangku SMA.
Uraian tersebut mengungkapkan bagaimana wujud keindahan getar-getar  cinta tokoh utama dalam novel Siluet Senja karya Hafidz.

B.    Rumusan  Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan permasalahanya sebagai berikut, Bagaimanakah wujud keindahan getar-getar cinta dalam novel Siluet Senja karya Hafidz.
C.   Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.     Mengetahui tentang keindahan cinta yang selalu ada hubungannya dengan kehidupan kita.
2.     Untuk menambah pengetahuan tentang arti cinta.

D.   Manfaat
Adapun manfaat yang diberikan dalam penelitian ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu segi teoritis dan segi praktis.
1.     Segi Teoritis
Dapat memberikan manfaat lebih besar terhadap pengetahuan yang berhubungan dengan karya sastra khususnya novel.
2.     Segi Praktis
Dapat dijadikan acuan dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan karya sastra.

E.    Metode
1.     Metode Kualitatif
Metode kualitatif secara keseluruhan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Metode Kualitatif memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungannya dalam konteks keberadaannya.
2.     Pendekatan Sosiologi
Pendekatan Sosiologi bertolak dari asumsi bahwa sastra merupakan pencerminan kehidupan masyarakat. Melalui karya sastra seorang pengarang sendiri berada didalamnya. Karya sastra menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat ( Semi, 1993 : 73 ).


















BAB II

A.   Landasan Teori
1.      Novel dan Unsur  Novel
     Menurut Aristoteles ( Via Noor, 2007 : 23-24 ) karya satra berdasarkan ragam perwujudannya terdiri atas tiga macam, yaitu epik ( prosa ), lirik (puisi ), dan drama. Novel merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk prosa. Dalam sebuah novel begitu juga karya sastra yang lainnya, pengarang mempunyai kebebasan dalam menuangkan imajinasi kreatifnya. Menurut Noor ( 2007 : 26-27 ) novel adalah cerita rekaan dengan susunan cerita yang panjang dan kompleks yang menampilkan tokoh-tokoh cerita yang mengalami berbagai peristiwa dan latar dalam novel dilukiskan secara terstruktur.
a.      Tokoh
Toloh adalah individu yang mengalami peristiwa atau keberlakuan dalam berbagai peristiwa dalam berbagai cerita (Sudjiman, 1992 : 16). Harjito (2005 : 9) menyatakan bahwa tokoh adalah perilaku rekaan mengalami peristiwa keberbagian peristiwa berdasarkan fungsi tokoh dalam cerita. Tokoh dibedakan menjadi tokoh sentral dan tokoh  bawahan. Tokoh sentral meliputi tokoh protagonist dan antagonis, sedangkan tokoh bawahan meliputi tokoh andalan dan tokoh tambahan.
b.     Penokohan
Penokohan adalah penyajian watak dan penciptaan citra tokoh (Sudjiman, 1992 : 23). Penokohan perlu diketahui karena tokoh dalam cerita merupakan rekaan pengarang sehingga mengenal mereka hanya pengarang saja.
c.      Latar atau Setting
Menurut Suharianto (1982 : 33) latar disebut juga setting yaitu tempat atau kejadian suatu peristiwa atau kejadian yang menimpa, dilakukan satu atau beberapa tokoh pada suatu waktu dan suatu tempat. Perlu dibedakan antara waktu cerita dan penceritaan berhubungan dengan latar kapan terjadinya suatu peristiwa dalam cerita. Waktu penceritaan berkaitan dengan waktu atau halaman yang dibutuhkan pengarang dalam menceritakan sesuatu (Sudjiman, 1992 : 44-45).
2.     Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber­asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
1. Keindahan dalam arti luas.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
2. Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.
3.     Cinta
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Cinta yang berjalan pada porosnya tentulah membawa kedamaian dan ketentraman bagi orang yang dicintai bukan sebaliknya. Cinta yang seharusnya tentu membuat yang dicintai merasa dihargai, aman, terpenuhi kebutuhannya, damai, dan tenteram.
Memaknai cinta dengan makna seperti itu tentu membuat hidup lebih indah dan mudah. Cinta adalah bagaimana engkau membahagiakan orang yang kau cintai. Dan dengan seperti itulah engkau merasa bahagia. Dengan membahagiakan orang yang engkau cintai-lah engkau akan merasa bahagia. Cinta adalah bagaimana engkau bahagia saat orang yang kau cintai menjadi bahagia. Dengan melihat orang yang kau cintai berada dalam kebahagiaan, engkau merasa bahagia, dan begitulah engkau mencintainya.


B.    Analisis

Pada saat menikmati karya sastra pembaca akan memperoleh pengalaman estesis. Pengalaman estesis berhubungan dengan keindahan. Keindahan merupakan sesuatu yang luar biasa dan beranekaragam. Keindahan tidak hanya ditangkap oleh panca indra saja, melainkan dapat terungkap secara tersirat dan dapat dipahami melalui akal. Keindahan dapat ditimbulkan oleh sebuah getaran cinta yang keluar dari jiwa seseorang, seseorang disini adalah tokoh utama yang yang bernama Meta. Dengan adanya keindahan yang dapat menimbulkan rasa ketertarikan, rasa terpikat dalam jiwa seseorang yang mengalaminya. Dengan demikian kata indah menekankan daya keindahan untuk menarik keindahan dan memikat perasaan. Keindahan tidak hanya diserap oleh akal saja, tetapi keindahan juga dapat diungkapkan dengan kata-kata yang kita terima dengan panca indra kita. Keindahan dapat membuat jiwa menjadi tenang dan kegairahan hidup, sesuatu yang indah dapat menumbuhkan getaran cinta dalam jiwa seseorang.
Untuk menganalisis Novel Siluet Senja ini digunakan pendekatan ekstetika, Adapun salah satu pendekatan ekstetika yaitu menyoroti situasi rasa indah yang sedang dialami oleh si subjek, keindahan itu berasal dan pengalaman pribadi, Pribadi disini adalah tokoh dalam novel ini. Dia adalah seseorang gadis yang masih lugu, Gadis yang belum tahu tentang arti cinta yang sebenarnya, Gadis yang masih bermain selayaknya anak kecil. Gadis yang masih duduk dibangku SMA dan dia mempunyai prinsip bahwa tidak akan pacaran sebelum dia lulus SMA. Tetapi dengan kehadiran lelaki yang bernama Steve didalam hidupnya mampu mengubah semua hal dari kehidupan Meta.
Sosok lelaki itu adalah Steve. Steve seorang yang memiliki masa lalu yang cukup buruk. Dia pernah terjerumus kedalam kehidupan yang kotor, kehidupan bergaul dengan narkoba. Lelaki Indo-Skotlandia yang mempunyai tatapan mata seperti elang itulah yang membuat wanita yang menatapnya akan langsung jatuh cinta.
Sebagai seorang gadis yang memasuki usia dewasa tentulah tumbuh getaran cinta ketika mendapat perhatian yang lebih dari seorang lelaki.
Apalagi perhatian yang diberikan oleh lelaki tersebut berpengaruh baik terhadap kehidupan Meta, Steve selalu dapat membantu menyelesaikan tugas sekolah Meta dan dapat diajak diskusi tentang hal yang berkaitan dengan pelajaran terutama tentang bahasa inggris.
“ Tidak terasa hampir dua jam Steve chatting bersama Meta. Pembicaraan mereka tidak berhubungan dengan tugas bahasa inggris Meta melainkan curhat tentang pengalaman mereka” (Hafidz : 76 ).           
Dari kutipan diatas terlihat jelas bahwa kedekatan Meta dengan Steve sangat berpengaruh baik terhadap perkembangan dunia pendidikan Meta. Tetapi dia masih ragu dengan cinta yang diberikan Steve kepadanya. Seperti kutipan sebagai berikut :
“Kupandang mata elang itu untuk mencari kesungguhan didalamnya” ( Hafidz : 71 ).
     Kutipan diatas menunjukan adanya keindahan dan keraguan dari tatapan mata Steve, yang membuat Meta siswi SMA merasa bingung apakah ini yang dinamakan cinta atau hanya sebatas rasa kagum.
     Ungkapan cinta yang sederhana dari Steve yang dilakukan dengan cara mengisi hari-hari Meta selama dua tahun belum bisa membuat Meta yakin akan cinta Steve. Meta masih mencari jawaban akan getaran yang ada didalam hatinya. Dari uraian diatas terlihat bahwa masih ada rasa ragu didalam hati Meta tentang arti cinta yang sesungguhnya. Tetapi dengan kehadiran Steve selama ini membuat Meta tidak bisa berbohong kepada dirinya sendiri, bahwa Meta juga mencintai Steve. Tetapi rasa itu kemudian ditepis oleh Meta karena Meta mempunyai prinsip bahwa tidak akan pacaran sebelum lulus SMA dan tidak akan jatuh cinta sebelum masa yang dikehendaki. Takutkah Mata mengakuinya ? secara teori Meta tahu mencintai berarti siap tersakiti.
     Sebenarnya Meta dan Steve mempunyai perasaan yang sama hanya saja mereka belum siap dengan keadaan mereka sekarang ini. Sampai pada akhirnya Steve bercerita kepada Meta tentang kehidupan dia ketika tinggal di Glasgow, dia bercerita ketika dia terjerumus kedalam kehidupan yang tidak pernah disangka akan dijalaninya. Dia sempat menjadi pecandu narkoba yang akut dan hingga akhirnya dia sembuh ketika bertemu dengan wanita yang dengan setia menemani dan berusaha menyembuhkan Steve menjauh dari barang haram yang selama ini menjerat Steve. Seperti kutipan berikut ini :
“Ketika aku berada di Glasgow, Aku sempat menjadi pencandu narkoba hingga akhirnya aku sembuh dari keterpurukan itu dan merasakan dunia yang sangat indah ketika aku bertemu dengan seorang gadis” ( Hafidz : 103 ).
     Dari kutipan diatas Steve berusaha memberitahu kepada Meta tentang masa lalunya. Steve takut setelah Meta mengetahui semua tentang masa lalunya dia akan berpaling tapi ternyata tidak. Meta tidak peduli dengan masa lalu Steve karena baginya semua orang punya masa lalu. Meta hanya ingin memiliki Steva dimasa sekarang dan selamanya. Akhirnya setelah Meta lulus SMA mereka resmi menjalin hubungan, tetapi mereka terpisah karena Meta harus kuliah di Surabaya. Ketika Meta memasuki dunia kampus, Meta menjadi semakin sibuk hingga akhirnya dia tidak memikirkan perhatian dari Steve. Ternyata Meta mulai mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungann dengan dunia keislaman. Didalam kegiatan itu akhirnya Meta menemukan cinta sejatinya cinta yang akan abadi untuk selamanya.
“ Kita harus tunduk kepada Allah, menjauhi larangannya dan menjalankan perintahnya. Termasuk tentang tata cara berpakaian yang terdapat didalam Alquran. Islam juga menjelaskan tentang cara pergaulan dan hukum tentang pacaran, karena didalam islam tidak ada yang namanya pacaran “ ( Hafidz : 128 ).
     Kutipan diatas menjelaskan bahwa sekarang Meta menyadari kesalahannya selama ini. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan Steve orang yang selama ini sangat mencintainya dan melakukan semuanya demi Meta. Hingga akhirnya Steve meninggal dunia hanya untuk mencari cinta yang sekarang telah dimiliki Meta.   
     








BAB III

A.   Simpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keindahan getar-getar cinta antara tokoh-tokoh dalam novel terungkap pada mulanya terdapat kekeguman. Ketertarikan antara tokoh, yang dipancarkan dari keindahan luar, keindahan muncul dari tokoh yang mengagumi pesona tokoh lainnya. Pancaran cinta diungkapkan melalui ungkapan yang sangat sederhana yaitu saling bertukar senyum.

B.    Saran
Penulis berharap analisis diatas dapat membantu pembaca dalam memahami keindahan cinta dalam kehidupan.





DAFTAR PUSTAKA
Harjito. 2005. Sastra, Manusia, dan Terapan. Semarang : IKIP PGRI       Semarang.
Noor, Redyanto.2007.Pengantar Pengkajian Sastra.Semarang : Fasindo.
Semi, Atar. 1993.Metode Penelitian Sastra. Bandung : Angkasa.
Sudjiman, panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan.Bandung : Pustaka Jaya.
Suharianto. 1982. Dasar-dasar Teori Sastra.Surakarta : Widya Duta.

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>