MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

ASUHAN GIZI PADA IBU NIFAS




PENDAHULUAN

Masa nifas atau masa menyusui adalah masa yang sangat penting, hal ini dikarenakan setelah ibu melahirkan akan memerlukan waktu untuk memulihkan kembali kondisinya dan mempersiapkan ASI sebagai makanan pokok untuk bayinya.
Oleh karena itu diperlukan gizi / nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhannya. Pada kesempatan ini marilah kita bersama – sama untuk melihat jenis gizi seperti apa yang diperlukan oleh seorang ibu dalam masa nifas atau menyusui, karena sebagai seorang bidan tentunya haeus tahu tentang kebutuhan gizi seorang ibu nifas atau menyusui.
A.    Explanation
Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Kebutuhan gizi pasa masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25 % , karena berguna untuk proses kesembuhan karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi. Semua itu akan meningkat tiga kali dari kebutuhan biasa.
Makanan yang dikonsumsi berguna untuk melakukan altivitas, metabolisme, cadangan dalam tubuh , proses memproduksi asi serta sebagai asi itu sendiri yang akan dikonsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Menu makanan seimbang yang harus dikonsumsi adalah porsi cukup dan teratu, tidak terlalu asin, pedas atau berlemak, tidak mengandung alcohol, nikotin serta bahan pengawet atau pewarna. Disamping itu harus mengandung:
1.      Sumber tenaga ( energi )
Untuk pembakaran tubuh, pembentukkan jaringan baru, penghematan protein ( jika sumber tenaga kurang, protein dapat digunakan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan energi ). Zat gizi sebagai sumber karbohidrat terdiri dari beras, sagu, jagung, tepung terigu dan ubi. Sedangkan zat kemak dapat diperoleh dari hewani ( lemak, mentega, keju ) dan nabati ( kelapa sawit, minyak sayur, minyal kelapa dan margarine ).


  1. Sumber pembangun ( Protein )
Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan penggantian sel – sel yang rusak atau mati. Protein dari makanan harus diubah menjadi asam amino sebelum diserap oleh sel mukosa usus dan dibawa ke hati melalui pembuluh darah vena portae. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani ( ikan, udang, kerang, kepiting, daging ayam, hati, telur, susu dan keju ) dan protein nabati ( kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedelai, tahu dan tempe ). Sumber protein terlengkap terdapat dalam susu, telur dan keju, ketiga makanan tersebut juga mengandung zat kapur, zat besi dan vitamin B.
  1. Sumber pengatur dan pelindung ( Mineral, vitamin dan air )
Unsur – unsur tersebut digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan pengatur kelancaran metabolisme dalam tubuh. Ibu menyusui minum air sedikitnya 3 liter setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali habis menyusui) . Sumber zat pengatur dan pelindung biasa diperoleh dari semua semua jenis sayuran dan buah – buahan segar.

Jenis – jenis mineral penting :
  1. Zat kapur
Untuk pembentukan tulang, sumbernya : susu, keju, kacang – kacangan dan sayuran berwarna hijau.
  1. Fosfor
Dibutuhkan untuk pembentukan kerangka dan gigi anak, sumbernya : susu, keju dan daging.
  1. Zat besi
Tambahan zat besi sangat penting dalam masa menyusui karena dibutuhkan untuk kenaikan sirkulasi darah dan sel, serta menambah sel darah merah ( HB ) sehingga daya angkut oksigen mencukupi kebutuhan. Sumber zat besi antara lain kuning telur, hati, daging, kerang, ikan, kacang – kacangan dan sayuran hijau.
  1. Yodium
Sangat penting untuk mencegah timbulnya kelemahan mentak dan kekerdilan fisik yang serius, sumbernya : minyak ikan, ikan laut dan garam beryodium.
  1. Kalsium
Ibu menyusui membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan gigi anak, sumbernya : susu dan keju
Jenis – jenis vitamin :


  1. Vitamin A
Digunakan untuk pertumbuhan sel, jaringan, gigi dan tulang, perkembangan syaraf pengkihatan, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Sumber : kuning telir, hati mentega, sayuran berwarna hijau dan buah berwarna kuning ( wortel, tomat dan nangka ).Selain itu ibu menyusui juga mendapat tambhan berupa kapsul vitamin A ( 200.000 IU )
  1. Vitamin B1 ( Thiamin )
Dibutuhkan agar kerja syaraf dan jantung normal, membantu metabolisme karbohidrat secara tepat oleh tubuh, nafsu makan yang baik , membantu proses pencernaan makanan, meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi dan mengurangi kelelahan. Sumbernya : hati, kuning telur, susu, kacang – kacangan, tomat jeruk nanas dan kentang bakar.
  1. Vitamin B2 ( Riboflavin )
Vitamin B2 dibutuhkan untuk pertumbuhan, vitalitas, nafsu makan, pencernaan, system urat syaraf, jaringan kulit dan mata.
Sumber : hati, kuning telur, susu, keju, kacang- kacangan, dan sayuran berwarna hijau.
  1. Vitamin B3 ( Niacin )
Disebut juga Nitocine Acid, dibutuhkan dalam proses pencernaan, kesehatan kulit, jaringan syaraf dan pertumbuhan. Sumber : susu, kuning telur, daging, kaldu daging, hati, daging ayam, kacang- kacangan beras merah, jamur dan tomat.
  1. Vitamin B6 ( Pyridoksin )
Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah serta kesehatan gigi dan gusi. Sumber : gandum, jagung, hati dan daging.
  1. Vitamin B12 ( Cyanocobalamin )
Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan saraf. Sumber : telur, daging hati, keju, ikan laut dan kerang laut.
  1. Folic Acid
Vitamin ini dibutuhkan untuk pertumbuhan pembentukkan sel darah merah dan produksi inti sel. Sumber : hati, daging, ikan, jeroan dan sayuran hijau.

  1. Vitamin C
Untuk pembentukan jaringan ikat dan bahan semu jaringan ikat ( untuk penyembuhan luka ), pertumbuhan tulang, gigi dan gusi, daya tahan terhadap infeksi, serta memberikan kekuatan pada pembuluh darah. Sumber : jeruk, tomat, melon, brokoli, jambu biji, mangga, papaya dan sayuran.
  1. Vitamin D
Dibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukkan tulang dan gigi serta penyerapan kalsium dan fosfor. Sumbernya antara lain : minyak ikan, susu, margarine dan penyinaran kulit dengan sinar matahari pagi ( sebelum pukul 09.00 )

  1. Vitamin K
Dibutuhkan untuk mencegah perdarahan agar proses pembekuan darah normal. Sumber vitamin K adalah kuning telur, hati, brokoli, asparagus dan bayam.
Kebutuhan energi ibu nifas / menyusui pada enam bulan pertama kira – kira 700 kkal./hari dan enam bulan kedua 500 kkal/hari sedangkan ibu menyusui bayi yang berumur 2 tahun rata – rata sebesar 400 kkal/hari.
Tabel Perbandingan angka kecukupan energi dan zat gizi wanita dewasa dan tambahannya untuk ibu hamil dan menyusui
No
Zat Gizi
Wanita Dewasa
Ibu Hamil
Ibu menyusui
0 – 6 bulan
7 – 12 bulan
1.
Energi (kkal )
2200
285
700
500
2
Protein (g)
48
12
16
12
3
Vitamin A (RE)
500
200
350
300
4
Vitamin D (mg)
5
5
5
5
5
Vitamin E (mg)
8
2
4
2
6
Vitamin K (mg)
6,5
6,5
6,5
6,5
7
Tiamin (mg)
1,0
0,2
0,3
0,3
8
Riboflavin (mg)
1,2
0,2
0,4
0,3
9
Niasin (mg)
9
0, 1
3
3
10
Vitamin B 12 (mg)
1,0
0,3
0,3
0,3
11
Asam Folat (mg)
150
150
50
40
12
Piidoksin (mg)
1,6
0,6
0,5
0,5
13
Vitamin C (mg)
60
10
25
10
14
Kalsium (mg)
500
400
400
400
15
Fosfor (mg)
450
200
300
200
16
Besi (mg)
26
20
2
2
17
Seng (mg)
15
5
10
10
18
Yodium (mg)
150
25
50
50
19
Selenium (mg)
55
15
25
20






Petunjuk untuk mengolah makanan sehat :
  • Pilih sayur-sayuran, buah – buahan, daging dan ikan yang segar
  • Cuci tangan samapai bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan
  • Cuci bahan makanan sampai bersih lalu potong – potong
  • Masak sayuran sampai layu
  • Olah makanan sampai matang
  • Hindari pemakaian zat pewarna, pengawet ( vetsin )
  • Jangan memakai minyak yang sudah berkali – kali dipakai
  • Perhatikan kadaluarsa dan komposisi zat gizi makanan. Jika dikemas dalam kaleng, jangan memilih kaleng yang telah penyok/ karatan
  • Simpan peralatan dapur dalam keadaan bersih dan aman
  • Jangan biarkan binatang berkeliaran didapur



Kesimpulan
  1. Gizi adalah zat nutrient yang diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme dan didapatkan dari berbagai jenis makanan.
  2. Manfaat gizi bagi ibu nifas adalah untuk proses penyembuhan dan produksi ASI.
  3. Menu seimbang ibu nifas/ menyusui harus mengandung sumber tenaga, sumber pembangun serta zat pelindung (mineral, vitamin dan air ).
  4. Kebutuhan energi pada ibu nifas/ menyusui berbeda, tergantung sari umur bayinya.
  5. Dalam mengolah makanan kita harus memperhatikan cara pengohan makanan yang benar.


Sumber Pustaka
1. Melliana Hulliana, 2003, Perawatan Ibu Melahirkan, Puspa Swara, Jakarta,hal : 23 - 28
2. Prodi Cirebon, 2003, Buku Panduan Preseptor, Poltekkes Tasik Malaya, hal :17 - 28
3. Arisman, Dr. MB, 2004, Gizi dalam Daur Kehidupan, EGC ,Jakarta.,32 - 39


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>