MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

ANALISIS STRUKTURALISME DAN SEMIOTIK DALAM NOVEL SILUET SENJA KARYA HAFIDZ




BAB I
ANALISIS STRUKTURALISME NOVEL SILUET SENJA KARYA HAFIDZ
1.     Identifikasi Tema
Novel ini menceritakan tentang kisah gadis SMA yang di dalam kehidupannya harus dihadapkan dengan satu masalah, yaitu mengubah prinsipnya atau tidak untuk tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis sebelum lulus SMA. Ini yang membuat Meta sangat bingung disisi lain dia suka dengan Steve laki-laki yang selalu memberi perhatian lebih kepadanya dan disisi lain Meta tidak mau merubah prinsipnya yang selama ini dia jaga.
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui tema yang terdapat pada kutipan berikut ini.
“Jika ada yang ingin kamu katakan, sekaranglah waktu yang tepat untuk mengatakanya atau kamu menginginkan penyesalan,” akhirnya kata-kata itu keluar dari bibirku. Steve tetap diam membisu menikmati suasana menjelang keberangkatanku.
“Aku ingin memiliki hatimu,”kata Steve dengan mata elang yang penuh kabut.
“kamu sudah memiliki hatiku”kataku dengan tulus. Kabut itupun menghilang dan kami berdua saling berpandangan dan tersenyum(Hafidz : 107).

Kutipan diatas menunjukan tema yang terkandung pada novel ini adalah percintaan. Sebab kisah cinta Meta dengan Steve mewarnai kehidupannya.
Dan pada akhirnya Meta memilih cinta yang hakiki cinta diatas segala-galanya, cinta yang membuat kehidupan yang ia jalani menjadi semakin berarti.


2.     Identifikasi Tokoh
Tokoh dalam novel ini adalah Meta, Steve, Dewi, Anjani, David, Jane, Deborah, Mami Steve, Papa Steve, dan Ibu Meta.
Tokoh utama dapat diketahui dari dengan sering munculnya dia dan hubunganya dengan tokoh-tokoh yang lain. Dalam menentukan tokoh utama dalam novel tersebut dapat dilihat dari uraian berikut.
Meta merupakan salah satu tokoh yang paling sering muncul dalam setiap kejadian, dapat dilihat pada awal sampai akhir cerita, tokoh tersebut yang paling sering disebut oleh pengarang dalam setiap momen.
Perhatikan kutipan berikut.
“Met, kamu dapet salam dari abangku,”bisik Jane ketika guru matematika sedang menerangkan pelajaran. Aku tidak menjawab karena aku terus memperhatikan guru matematika didepan.
“Met, bagaimana salam abangku?”bisik jane.
“Gimana apanya?”kataku.

Berdasarkan kutipan diatas dapat diketahui bahwa Meta adalah wanita yang disukai oleh abangnya Jane(Hafidz : 65).
“Siapa namamu, cantik?”tanya kakak senior dengan gaya yang sangat memuakkan.
“nama saya Dewi kak.”
“ternyata namanya Dewi.”

Berdasarkan kutipan diatas Dewi adalah seorang yang cantik dan tidak membosankan sehingga banyak cowok yang tertarik padanya. Selain Dewi, Meta  juga mempunyai teman yang bernama Anjani.
Perhatikan kutipan dibawah ini :
“maaf ya…,kita-kita tu bukan barang obralan kayak kamu kita masih punya harga diri,”(Hafidz : 19).
Steve adalah lelaki yang sangat mengagumi Meta dan berharap bisa memiliki hatinya.
Perhatikan kutipan dibawah ini :
“Jika ada yang ingin kamu katakan, sekaranglah waktu yang tepat untuk mengatakanya atau kamu menginginkan penyesalan,” akhirnya kata-kata itu keluar dari bibirku. Steve tetap diam membisu menikmati suasana menjelang keberangkatanku.
“Aku ingin memiliki hatimu,”kata Steve dengan mata elang yang penuh kabut.
“kamu sudah memiliki hatiku”kataku dengan tulus. Kabut itupun menghilang dan kami berdua saling berpandangan dan tersenyum(Hafidz : 107).

Dan setelah sekian lama menunggu akhirnya Steve memiliki hati Meta sepenuhnya. Dan mereka menjalin hubungan.

3.     PENOKOHAN
Penokohan dalam novel ini dilukiskan secara dramatik. Artinya di lukiiskan melalui jalan pikiran, perasaan, dan tindakan para tokohnya. Tokoh utama dalam novel ini adalah Meta. Meta dilukiskan tokoh yang kuat, sabar dan bisa memilih cinta diatas nama cinta.
“Jika Allah berkehendak dan kita memang berjodoh, Allah pasti akan mempertemukan kita dalam keadaan yang jauh lebih baik,”ungkap Meta(Hafidz : 172).
Dewi dilukiskan sebagai tokoh yang centil, suka ganti-ganti pacar, dan mudah bergaul.
“Temanmu yang kamu sapa waktu dibus itu lumayan juga. Siapa namanya? Kenalin ya,”kata Dewi(Hafidz : 122).



4.     Alur
Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju. Rangkaian pristiwa yang berawal dari Meta sekolah SMA. Seperti tedapat pada kutipan .
“Saya tidak merasa bangga menjadi siswi SMA sekolah ini, tetapi saya bersyukur diberi kesempatan untuk menuntut ilmu disini”kata Meta tenang(Hafidz : 15).
Sampi pada akhirnya Meta Lulus SMA dan melanjutkan kuliah di Surabaya. Kalimat yang menceritakan hal itu dapat di baca pada kutipan berikut ini.
“Begini Jane, aku ingin tahu teman kalian yang kuliah bareng Meta di Surabaya. Apalagi kalau dapat nomer telefonya. Aku ada sedikit urusan sama dia,”kata Steve(Hafidz : 138).



5.     Latar/Setting
Latar dalam novel ini meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat dapat memberikan penjelasan mengenai tempat, lokasi, wilayah, atau daerah terjadinya cerita. Demikian pula latar waktu dapat memberikan penjelasan mengenai masa atau kapan terjadinya cerita. Latar sosial dapat mendeskripsikan kondisi masyarakat didalam novel Siluet Senja karya Hafidz.
          Setiap berdiri sendiri, tetapi saling mendukung satu sama lainnya secara rinci pembahasan mengenai latar akan diuraikan sebagai berikut.



a.      Latar Tempat
Dalam novel Siluet Senja karya Hafidz terdapat beberapa latar tempat seperti nama kota atau daerah tempat peristiwa berlangsung yang disebut secara eksplisit dan adapula yang disebut secara implisit. Secara garis besar, Bogor merupakan latar tempat yang dominan dalam novel Siluet Senja. Sedangkan latar tempat yang lain adalah sekolah, kelas, PMI, Glasgow, Malang, dan kampus.
Sebagian besar cerita dalam novel ini terjadi di Bogor. Bogor merupakan tempat tinggal tokoh dan tempat tokoh sekolah.
Cara pengarang dalam menggambarkan latar ini bervariasi.
Perhatikan kutipan berikut.
“Bagus…..bagus…..Sekolah ini merupakan sekolah satu-satunya di Bogor yang bermutu dan favorit,hampir semua anak menjatuhkan pilihanya di sekolah ini, "kata si senior (Hafidz : 14).
Kutipan diatas menunjukan bahwa tempat tinggal dan sekolah tokoh adalah Bogor, terlihat jelas bahwa Meta sekolah di Bogor.
Selain Bogor latar tempat yang digambarkan pengarang terdapat juga latar tempat dimana Meta banyak menghabiskan waktunya bersama temen-temen.
“Dalam hati, meta mengharapkan temanya yang baru cewek indo bule dapat duduk satu bangku disampingnya. (Hafidz : 22).
Pengarang juga menampilkan latar tempat di Glasgow.
Berikut kutipanya.
“Ketika aku tinggal di Glasgow aku sempet menjadi salah seorang pecandu narkoba yang akut. Sampai akhirnya aku bertemu dengan gadis yang begitu sabar menyadarkanku dari barang haram itu. Aku seperti menemukan dunia yang baru dunia yang begitu indah…”Steve menghentikan ceritanya (Hafidz : 103).

Pengarang juga menampilkan latar tempat di kampus, dimana setelah lulus SMA Meta melanjutkan sekolah ke Universitas.
Seperti dalam kutipan berikut,
“Dari pada jaket ini, mendingan kamera ini aku pasang ditoilet kampus lebih banyak manfaatnya buat nangkap pencuri tisu toilet…”ucap Jane (Hafidz : 146).
b.     Latar waktu
Latar waktu berhubungan dengan masalah kapan terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah cerita. Latar waktu digunakan dalam novel sangat bervariasi. Seperti dalam kutipan berikut.
Memasuki perpustakaan IPB yang dilengkapi dengan AC itu membuat Meta merasa lumayan segar berada disitu. Semoga saja buku  yang menjadi referensi tugasnya ketemu sebelum pukul dua. Karena, setelah pukul dua aku sudah berjanji akan mengantar mama untuk belanja. Kulirik jam tanganku masih pukul 12.30 masih ada sisa satu setengah jam lagi. Aku mencari dirak-rak buku yang sangat banyak dan akhirnya kutemukan buku yang kumaksud(Hafidz : 62).

Kutipan diatas menunjukan kejadian berlangsung pada siang hari.




c.      Latar Sosial
Latar Sosial yang diceritakan dalam novel ini adalah masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang di maksud adalah masyarakat yang berada di perkotaan Bogor, tempat tinggal, dan para tokoh beraktivitas dengan kegiatanya masing-masing.

6.     AMANAT
Pesan yang disampaikan oleh pengarang didalam novel ini adalah agama,  bahwa cinta yang hakiki dan sejati hanyalah milik Allah SWT. Kita hidup didunia hanyalah sementara jadi pergunakanlah waktu yang sedikit ini untuk menjalankan semua perintah Allah SWT.














BAB II
ANALISIS SEMIOTIK
1.     Semiotik Deskriptif
Adalah Sistem tanda yang kita alami sekarang. Seperti terdapat pada kutipan sebagai berikut :
Kami masih mempunyai waktu setengah jam untuk bersenda gurau menunggu kereta datang. Mama dan papa sedang asyik berbincang-bincang dengan orang tua Dewi. Steve menyendiri sambil melihat-lihat disekitarnya. Akupun berdiri disampingnya dan tak ada sepatah kata dari bibirku(Hafidz : 107).

2.     Semiotik Normatif
Adalah tanda yang berwujud norma-norma. Seperti pada kutipan dibawah ini :
“Memangnya kamu nggak sungkem kerumah eyang atau saudara-saudaranya yang ada disana”(Hafidz : 121).
3.     Semiotik Sosial
Adalah sistem tanda yang berupa lambang.
Ya Allah, Aku marasa sangat kotor dan hina dihadapanmu selama ini aku menghabiskan waktuku hanya untuk kebahagiaan sesaat hura-hura bersama teman-teman, jalan-jalan kmall, atau hanya sekedar membicarakan hal-hal yang belum tentu benar hingga lupa akan kewajiban melakukan sholat. Al-Quran dimeja begitu banyak debu karena jarang ku pegang(Hafidz : 128).

4.     Semiotik Struktural
Adalah semiotik yang khusus menelaah sistem tanda yang dimanifestasikan melalui struktur bahasa.
Seperti pada kutipan berikut :
Selama aku mengikuti tadabur banyak hal yang aku dapatkan, seperti istilah akhwat, akidah, ukhti, jilbab, khiamar, mulai aku pahami apa yang sebenarnya. Padahal dulu aku sangat tidak menyukai istilah-istilah itu(Hafidz : 119).

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>