MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TOGAR (TORTILA GARING) Usaha Keripik Tortila Berbasis Mahasiswa




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
            Jagung dapat diolah menjadi berbagai produk olahan. Salah satu hasil olahan jagung yang disukai konsumen adalah tortila atau keripik jagung. Setiap produk pangan memiliki karakteristik dan umur simpan yang berbeda. Tortilla ini merupakan produk dengan karakteristik renyah dan garing. Akan tetapi, banyak faktor yang akan mengubah karakteristik tortilla ini. Penyerapan uap air maupun oksidasi pada produk tortilla ini akan menyebabkan penyimpangan rasa, tekstur yang tidak lagi renyah dan garing, maupun kerusakan lain yang diakibatkan oleh adanya mikroba.
Metode  High Presure Processing (HPP) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghindari kerusakan atau perubahan karakteristik pada tortilla (Clubbs, Vittadini, Shellhammer, Vodovotz, 2005). Walaupun dari segi teknologi metode ini cukup mahal, namun keuntungan industti tortilla dengan skala besar akan lebih banyak karena metode dapat menghasilkan mutu produk yang baik karena sangat sedikit melibatkan transfer panas.
Pembuatan tortilla dilakukan dengan mencampurkan nixtamal dan air dengan perbandingan 1:1.5 dan bumbu-bumbu lainnya, diaduk sampai 1 menit. Adonan diistirahatkan selama 30 menit. Setelah 30 menit, adonan dipipihkan dengan melapisinya dengan wrap plastic kemudian dirolling sampai ketebalan 1.5-2.0 mm. Setelah dipipihkan, adonan tortilla dimasak dengan wajan besi dipanaskan hingga 3500C selama 15 detik. Setelah 15 detik, adonan dibalik, kemudian dimasak kembali selama 10 detik, kemudian dibalik kembali dan dimasak hingga tortilla membentuk puff. Sebelum dikemas, tortilla dibiarkan dahulu pada suhu ruang dengan kondisi suhu 250C dan RH 50% selama 5 menit. Kemudian tortilla dikemas dalam kemasan dengan vacuum sealing packaged. Kemasan yang digunakan adalah kemasan plastik fleksibel yang memiliki hambatan terhadap udara dan uap air yang tinggi seperti nylon atau polyethylene.
Nah , agar terlihat menarik. Tortilla yang siap pakai, di potong dengan ukuran rapih menggunakan cetakan piring yang berdiameter 16CM, 19CM, dll sementara itu,
sisa potongan dari cetakan tortilla tersebut, masih dapat digunakan untuk kripik. Produsen menjual sisa potongan tersebut dengan harga murah, yaitu 3.000 rupiah per-KG nya.
Dari sini saya berinisiatif membeli potongan tersebut dan mengolahnya menjadi kripik yang gurih dan dapat di konsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Selain itu, nilai kandungan nutrisi yang ada pada kripik ini tidak hanya tepung saja. Ada susu, gula, garam, yang sangat baik untuk tubuh dan pastinya tidak mengandung MSG. Semua komposisi didalam tortilla terjamin kehalalannya. Selain harga murah, rasa nikmat, kita juga membungkusnya dengan plastik bening rapih untuk menarik perhatian. Kripik tortilla ini diberi harga mulai dari 7.000 rupiah untuk harga setengah kilo, 12.000 rupiah untuk satu KG nya. Kripik tortilla ini juga dapat bertahan hingga 5 bulan dengan tempat yang tidak lembab dan terbuka. Karena bersifat seperti kripik.
            Modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini kurang dari lima puluh ribu rupiah. Modal tersebut kami perlukan untuk pembelian bahan pokok dan kemasan Kripik. Untuk biaya promosi, kami memakai fasilitias gratis Media Sosial, sehingga mengurangi biaya modal.

1.2 BIDANG USAHA TOGAR
Program Kreativitas mahasiswa dalam kelas kewirausahaan ini kami menjalankan program bisnis Keripik Tortila. Usaha Keripik Tortila ini kami rasakan mudah dalam proses pembuatannya dan tidak terlalu mahal pula modal yang diperlukan untuk membuat Keripik Tortila ini.
Kami menamakan Usaha Keripik Tortila ini dengan nama TOGAR adalah singkatan Tortila Garing, TOGAR tersebut sangat mudah diucapkan sehingga, pengharapan kami adalah dapat gampang diingat oleh banyak orang.
Bentuk perusahaan dari usaha kami ini adalah masih dalam tahap perusahaan perseorangan saja. Kita belum memiliki ijin resmi dari pemerintah karena memang perusahaan ini masih baru mulai berjalan dan masih mencoba untuk masuk dalam dunia bisnis.
Kedepannya, apabila perusahaan ini dapat memperoleh keuntungan yang luar biasa dan memiliki pelanggan yang cukup banyak, maka kami pun ingin meningkatkan perusahaan kami menjadi lebih bergengsi. Ditingkatkan kredibilitas perusahaan menjadi lebih diakui oleh Pemerintah, Supplier dan Konsumen.

1.3 RUMUSAN MASALAH
  1. Apa itu TOGAR
  2. Apakah usaha Keripik Tortila merupakan usaha yang menguntungkan
  3. Bagaimana saluran pemasaran usaha Keripik Tortila

1.4 TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan dari program kewirausahaan ini adalah:
  1. Memperoleh keuntungan
  2. Memberikan Cemilan praktis dan bergizi bagi mahasiswa dan masyarakat
  3. Menambah relasi di lingkungan kampus dan masyarakat
  4. Sebagai lahan eksperimen berbisnis di tengah banyaknya pengangguran berijazah yang ada di negeri ini

1.5 LUARAN YANG DIHARAPKAN
Kegunaan program Kewirausahaan ini adalah:
  1. Memudahkan Mahasiswa memperoleh Cemilan sehat
  2. Sebagai sarana mahasiswa lain yang membutuhkan pekerjaan sampingan
  3. Menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif di kalangan mahasiswa sehingga diharapkan program ini menjadi sarana pembelajaran serta menambahkan pengalaman wirausaha agar tidak canggung ketika berada di dunia kerja
  4. Menumbuhkan sikap dan perilaku bertanggung jawab atas usaha yang dimiliki
  5. Sebagai aplikasi dari Visi dan Misi Kampus

1.6 JADWAL KEGIATAN PROGRAM
NO
NAMA KEGIATAN
KEGIATAN MINGGU
1
2
3
4
1
Riset Pasar
X
X


2
Promosi

X
X
X
3
Penjualan Kripik


X
X
4
Evaluasi



X

            Kegiatan dilakukan pada bulan Mei 2017, dimulai pada Minggu pertama melakukan riset pasar. Setelah mengetahui kebutuhan konsumen, maka terciptalah usaha TOGAR tersebut. Kegiatan promosi dilakukan pada Minggu kedua, ketiga dan bulan keempat. Setelah kegiatan promosi dilakukan dengan seksama, kemudian pada minggu ke 3 sampai bulan ke 4 melakukan kegiatan penjualan. Pada minggu ke 4 setelah satu semester berbisnis kita mengadakan evaluasi untuk masalah atau kendala yang ada pada usaha Kripik TOGAR tersebut.



BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
            Togar merupakan bisnis perdagangan makanan yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam memperoleh Cemilan yang bergizi. Togar untuk kalangan mahasiswa juga merupakan solusi yang terbaik bagi mereka yang tidak sempat sarapan di rumah dan mudah lapar.
            Dilihat dari prospek usaha ini sangat berpotensi untuk menjadi usaha sampingan mahasiswa karena waktu kerja tidak menghalangi proses belajar. Selain itu tugasnya untuk membantu mahasiswa serta menambah pengalaman, bukan hanya mencari keuntungan.
            Kelebihan bisnis ini adalah memberikan cemilan secara praktis dengan memakai bahan-bahan yang bersih dan sehat serta pengerjaannya dibuat secara langsung oleh setiap anggota.
            Jam operasional kegiatan usaha cemilan Togar ini efisien sesuai waktu anggota kelompok dengan segmen pasar yaitu seluruh mahasiswa, teman kerja dan masyarakat sekitar yang membutuhkan cemilan secara praktis dan cepat.
            Tahap awal yang dilakukan dalam membangun usahanya yaitu dengan melakukan promosi melalui media komunikasi seperti SMS dan BBM seta Media Sosial yang dikirim ke tiap mahasiswa dan teman kerja. Sosialisasi dan promosi ini dilakukan satu minggu sebelum usaha dibuka. Kami pun melakukan promosi dari mulut ke mulut agar lebih banyak lagi yang mengetahui mengenai bisnis ini.

2.1 ASPEK PEMASARAN
            Kami melakukan pengamatan terhadap mahasiswa yang belajar sebagai calon konsumen (target pasar) sehingga usaha ini memiliki pasar yang jelas. Setiap usaha yang baru mulai memerlukan ketepatan-ketepatan dalam pengambilan keputusan. Jika tidak, maka kegagalan akan muncul dalam usahanya. Ketepatan tersebut dapat diperoleh melalui pendekatan yang sesuai salah satunya adalah analisis SWOT.
            Analisis SWOT adalah mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. SWOT adalah kependekan dari Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut:

  1. Strength atau Kekuatan
    1. Konsumen dapat langsung mengorder tanpa harus mencari di luar kampus
    2. Menggunakan pemasaran yang menarik dan agresif sebagai bisnis baru seperti menggunakan SMS, BBM, dan bertemu secara langsung
    3. Menawarkan harga yang terjangkau untuk mahasiswa dan Masyarakat
    4. Untuk memperkecil biaya modal, maka peralatan utama (penggorengan) sudah dimiliki sebelumnya
  2. Weakness atau Kelemahan
    1. Keripik Tortila merupakan produk baru yang belum terlalu dikenal, untuk menangani kelemahan ini, kami melakukan promosi secara terus menerus melalui media komunikasi serta pertemuan langsung dengan konsumen
  3. Opportunities atau Kesempatan
    1. Dapat membuka cabang usaha di kampus lain jika usaha Keripik Tortila ini sudah stabil
    2. Dapat berkembang menjadi usaha yang menawari berbagai rasa seperti rasa original, pedas, keju dan lain-lain disesuaikan selera pasar atau konsumen
    3. Memperluas pemasaran dengan area penjualan tidak hanya di Perguruan Tinggi tetapi bisa di tempat lain (dengan sistem titip jual) dan segmentasi konsumen tidak hanya mahasiswa
    4. Belum ada penjualan Keripik Tortila di kampus ini, meskipun terdapat sebuah kantin tetapi belum tentu disukai konsumen. Oleh karena itu kami berasumsi bahwa pengadaan perdagangan Keripik Tortila ini akan dapat mengundang para mahasiswa untuk membeli
  4. Threats atau Ancaman
    1. Kebiasaan individu yang lebih dulu membeli Keripik Tortila kepada penjual yang telah mereka kenal atau percayai sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli Keripik Tortila. Untuk mengatasi ancaman tersebut, diantisipasi dengan membuat kemasan yang menarik serta menggunakan isi roti sesuai permintaan konsumen
    2. Adanya pesaing yang menjual Keripik Tortila dengan harga yang lebih murah. Untuk mengatasi ancaman tersebut, kami memberikan penjelasan kepada konsumen mengenai Keripik Tortila serta cara pembuatan Keripik Tortila agar konsumen mengetahui mengapa kami memberikan harga yang berbeda dari penjual lain

2.2 ASPEK TEKNIS
            Produksi yang dijalankan dalam Usaha ini, karena perusahaan ini masih berskala kecil maka para anggota kelompok ini yang mempersiapkan keseluruhan sistem produksinya.
            Teknis pembuatan atau produksi ini adalah dengan membeli bahan baku yang sekiranya akan dipergunakan sekali saja dalam proses pembuatan Kripik Tortila sehingga tidak perlu menyimpan bahan baku pembuatan Kripik Tortila tersebut.
            Keseluruhan bahan baku yang digunakan untuk memasak Kripik Tortila kemudian menghasilkan Kripik Tortila yang siap dijual.

2.3  ASPEK BIAYA
            Sumber dana untuk usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan kami ini adalah dari dana pribadi. Jumlah anggota kelompok adalah 3 orang, maka ketiga orang tersebut memberikan kontribusi untuk dimasukkan ke dalam modal awal pembuatan, pemasaran serta penjualan Keripik Tortila Togar ini.
            Para anggota penyumbang dana disini diberi peran menjadi pemegang saham sehingga mereka semua bertanggung jawab dalam usaha Keripik Tortila Togar ini. Hal tersebut dapat memberikan tingkat serius yang lebih tinggi kepada seluruh anggota perusahaan Keripik Tortila Togar ini mengingat bahwa seluruh dana anggota dimasukkan kedalamnya sehingga apabila perusahaan mengalami kerugian, maka dia pun akan kehilangan dana yang sudah diinvestasikannya tersebut.

2.4 RINCIAN BIAYA PERBULAN (ASUMSI):
  1. Biaya Pemasaran (promosi) (variable)
    1. Pulsa                                                                : Rp. 35.000
  2. Biaya Modal Produksi (variable)
    1. Pembelian bahan baku                                    : Rp. 75.000
    2. Pembelian Alat                                               : Rp. 59.000
  3. Biaya Operasional (tetap)
    1. Gaji karyawan                                                 : Rp. 200.000
    2. Biaya Listrik                                                   : Rp. -
Rekapitulasi Biaya
1.      Biaya Promosi                                                 : Rp. 50.000
2.      Biaya Modal Awal                                          : Rp. 300.000
3.      Biaya Operasional                                           : Rp. 259.000
Total Pengeluaran                                           : Rp. 609.000

2.5 PROYEKSI PENDAPATAN (ASUMSI)
Pendapatan per hari : 5 Kripik x Rp. 8000,- = Rp. 40.000,-
            *Keuntungan 1 Kripik adalah Rp. 5000
Pendapatan Keseluruhan selama 22 hari : 22 x 40.000 = Rp. 880.000
            *Operasional penjualan (1 bulan adalah 22 hari)
Diasumsikan dari proyeksi pendapatan diatas, maka pendapatan bersih setiap bulan dari usaha Togar ini adalah sebesar Rp.880.000. Pendapatan bersih Rp. 880.000 ini tidaklah selalu berjumlah seperti itu tiap bulannya. Adakalanya penjualan meningkat pada saat-saat tertentu seperti ketika musim ujian di kampus, banyak mahasiswa yang tidak sempat sarapan di rumah. Oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa pendapatan sebesar Rp. 880.000 itu adalah pendapatan yang paling terendah tiap bulannya.

2.5 ANALISA TITIK IMPAS
Dalam menghitung analisis titik impas ini, kita terlebih dahulu menentukan jumlah investasi awal. Investasi awal dapat kita peroleh dari jumlah biaya tetap ditambah jumlah biaya total variable.
Kemudian setelah diketahui jumlah total nilai investasi awal maka selanjutnya kita menentukan pendapatan bersih setiap bulannya. Disini kita menggunakan nilai asumsi pendapatan bersih terendah setiap bulannya.
Investasi awal : Biaya tetap + Biaya variable
                        : Rp. 250.000 + Rp. 359.000
                        : Rp. 609.000
Untuk mengetahui Analisa Titik Impas adalah digunakan untuk memperkirakan seberapa cepat modal yang sudah dikeluarkan dalam usaha Roti Goreng ini segera dapat kembali kepada para pemegang saham seutuhnya. Semakin cepat kembalinya modal kepada para pemegang saham, maka semakin bagus investasi dalam usaha Roti Goreng ini. Apabila semakin lama kembalinya modal dalam usaha Roti Goreng ini maka diperlukan untuk berfikir kembali apabila ingin meneruskan usaha Roti Goreng tersebut. Suatu usaha dengan jumlah modal tertentu apabila pengembalian modalnya cukup lama, maka para investor akan kehilangan suatu peluang yang dinamakan dengan peluang kesempatan. Peluang kesempatan tersebut adalah peluang lain untuk para pemegang saham ketika sebelum membuka usaha Roti Goreng tersebut. Bisa kita ambil contoh daripada uang pemegang saham digunakan untuk berbisnis lebih baik disimpan di Bank saja, hasilnya lebih jelas tiap bulannya walaupun keuntungannya tidak seberapa.
Analisa titik impas tersebut adalah:
Pendapatan / modal = Rp. 880.000 / Rp. 609.000
                        = 1.4 bulan atau 2 bulan
Jadi uang para pemegang saham akan kembali dalam jangka waktu 2 bulan setelah investasi awal dilakukan. Sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan mengingat angka diatas adalah masih mengambil asumsi pendapatan bersih terburuk.










BAB III


METODE PELAKSANAAN

3.1 Waktu dan Tempat Produksi TAGOR

Waktu : Mei – Juni 2017

Tempat : Area Kampus, Tempat Kerja, Dan Lingkungan Tempat Tinggal


3.2 Alat dan Bahan yang Diperlukan untuk Memproduksi dan Menjual TAGOR

Alat-alat yang dibutuhkan dalam pembuatan TOGAR antara lain: kompor gas, pengorengan. Sedangkan bahan-bahan yang diperlukan meliputi: kulit kebab, minyak goreng, Plastik, Bumbu.

3.3 Proses Pembuatan TOGAR

Proses pembuatan Togar melewati beberapatahap sebagai berikut:

1.                      Menyiapkan kulit Kebab yang sudah di digunakan.
2.                      Memotong – motong Adonan Kulit Kebab Kecil – Kecil.
3.            Menggoreng Kulit Kebab Sampai Matang lalu tiriskan, Tunggu hingga dingin.
4.      setelah dingin kripik yang sudah jadi di beri bumbu dan di kemas pada kemasan
   5.      Kripik Tortita aneka rasa siap dihidangkan.




3.4 Teknik Promosi, Distribusi, dan Pemasaran TOGAR

3.4.1    Teknik Promosi  TOGAR

Promosi     produk yang dilakukan didukung dengan berbagai media promosi sehingga lebih efektif dan efisien melalui penyebaran leaflet dan pamphlet ke beberapa lokasi strategis didaerah pemasaran seperti  di  sekitarkampus  UBHARA dan  juga pusat-pusat  keramaian lainnya, misalnya komplek spertokoan dan pasar tradisional dan minimarket. Promosi juga dilakukan melalui media online berupa facebook, blackberry masenger dan instagaram yang merupakan social media yang dapat menjangkau konsumen dari berbagai kalangan.


3.4.2    Teknik Pemasaran TOGAR

Strategi pemasaran dilakukan baik secara langsung maupun. Penjualan secara langsung dilakukan di satu tempat, yaitu di daerah sekitar kampus UBHARA, lingkungan tempat tinggal dan Tempat kerja.










BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Biaya Kegiatan




Jenis Pengeluaran
Biaya(Rp)

1
Peralatan penunjang yang meliputi:
Wajan datar, kompor gas, gas LPG, Toples
Rp 340.000,-



2
Bahan habis pakai, terdiri atas:
Kulit Kebab, Minyak Goreng, Plastik, Bumbu, Garam, Garam, Sriker.
Rp 169.000,-

3
Biayalain-lain, meliputi:
Bensin, kertas dan dokumentasi
Rp 100.000,-
Total
Rp 609.000,-


4.2 Jadwal Kegiatan


No

Kegiatan
Bulan ke-3
Bulan ke-4
Bulan ke-5
Bulan ke-6
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Studi
pustaka
















2
Penyiapan alat dan bahan
















3
Pelaksana
an program
















4
Pembahas
an
















5
Pembuata
n laporan
























Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1.Peralatan Penunjang

No
Jenis
Peralatan
Justifikasi
Pemakaian
Harga/satuan
(Rp)
Satuan
(buah)
Jumlah(Rp)
1
Wajan datar + spatula
Pembuatan
Produk
60.000
1
Rp 60.000,00
2
Kompor gas
Pembuatan
Produk
200.000
1
Rp 200.000,00
3
Toples
Pembuatan
Produk
20.000
2
Rp 40.000,00
4
Gas lpg
Pembuatan
Produk
100.000
1
Rp 40.000,00
TOTAL
Rp 340.000

2.Bahan Habis Pakai

NO
Jenis Bahan
Justifikasi
Pemakaian
Harga/
Satuan


(Rp)
Satuan
(kg)
Jumlah
(Rp)
1
Kulit Kebab
Pembuatan
Produk
5.000
1
Rp 5.000,-
2
Minyak Goreng
Pembuatan
Produk
29.000
2 liter
Rp 29.000,-
3
Bumbu (Pedas, Keju)
Pembuatan
Produk
5.000
3
Rp 15.000,-
4
Pelastik
Pembuatan
Produk
1.000
50
Rp 50.000,-
5
Sriker
Pembuatan
Produk
60.000
1 meter
Rp 60.000,-
6
Garam & Merica
Pembuatan
Produk
5.000
2
Rp 10.000,-
TOTAL

Rp.169.000,-









3.Lain-Lain

No
Material
Justifikasi
Perjalanan
Kuantitas
Harga
Satuan
Keterangan
1
Bensin
Pemesanan
dan transportasi
5
10000
Rp 50.000
2
Dokumentasi
Pemesanan
dan transportasi
1
50000
Rp 50.000
TOTAL
Rp 100.000

PeralatanPenunjang
Rp 340.000,-
BahanHabis Pakai
Rp 169.000,-
Lain-Lain
Rp 100.000,-
Total ( keseluruhan)
  Rp 609.000,-




BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

Togar bebas formalin (Keripik Tortila) merupakan terobosan baru makanan menggunakan Kulit Kebab sebagai bahan dasar pembuatan Keripik Tortila yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis, dan menjadikannya sebagai produk makanan yang lezat dan bernilai gizi tinggi. Adanya Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Keripik Tortila dapat membuka peluang bisnis bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Keripik Tortila bebas formalin  merupakan produk inovasi baru yang mengkombinasikan Kulit kebab yang sudah tidak di gunakan yang masih bagus di olah menjadi keripik beraneka rasa dan mempunyai nilai gizi tinggi.
Dalam pasar lingkup kampus UBHARA dan sekitar daerah produksi, Keripik Tortila semakin dikenal.
Pada periode berikutnya, disarankan Keripik Tortila dapat mengembangkan kegiatan bisnisnya secara kontinu sehingga Keripik Tortila dapat bersaing dengan produk-produk sejenis lainya dan mampu meraih pangsa pasar yang telah ada.

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>