MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TINJAUAN PUSTAKA STATISTIKA




1.      ARTI STATISTIK DAN STATISTIKA
Pengertian  Statistik berasal dari kata state (Yunani) yaitu negara dan digunakan untuk urusan negara. Dari uraian in dapat dikatakan bahwa statistik adalah rekapiltulasi dari fakta yang berbentuk angka-angka dissun dalam bentuk tabel dan diagram yang mendiskripsikan suatu permasalahan. Adapun jenis tabel, yaitu : Tabel Biasa, Tabel Kontigensi dan Tabel Distribusi Frekuensi, sedangkan jenis diagram yaitu : (Diagram batang, diagram garis atau grafik diagram lambang, lingkaran, diagram pastel, diagram peta dan diagram pencar).

Statistik bisa digunakan untuk ukuran sebagai wakil dari sekelompok fakta mengenai : nilai rata-rata mahasiswa, rerata produktivitas kerja perusahaan, persentase keberhasilan belajar, ramalan kemampuan mahasiswa, memprediksi hasil produksi pertanian dan sebagainya. Untuk memperoleh sejumlah informasi yang menjelaskan masalah untuk ditarik kesimpulan yang benar, harus melalui beberapa proses, yaitu proses pengumpulan informasi, pengolahan informasi, dan proses penarikan kesimpulan. Kesemuanya itu memerlukan pengetahuan tersendiri yang disebut Statistika.

Dalam perkembangannya untuk menyelesaikan suatu masalah dapat digunakan beberapa pendekatan antara lain statistika dalam arti sempit dan statistika dalam arti luas (Sutrisno Hadi, 1994:221).

Statistika dalam arti sempit (Statistika Deskriptif) ialah statistika yang mendeskripsikan atau menggambarkan tentang data yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram, pengukuran tendensi sentra (rata-rata hitung, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonik), pengukuran penempatan (median, kuartil, desil dan persentil), pengukuran penyimpanan (range, rentangan antar kuartil, rentangan semi antar kuartil, simpangan rata-rata, simpangan baku, varians, koefisien varians, dan angka baku), angka indeks serta mencari kuatnya hubungan dua variabel, melakukan peramalan (prediksi) dengan menggunakan analisis regresi linier, membuat perbandingan (komparatif). Tetapi dalam analisis korelasi, regresi maupun komparatif  tidak perlu menggunakan uji signfikansi lagi pula tidak bermaksud membuat generalisasi (bersifat umum).

Statistika dalam arti luas disebut juga dengan statistika inferensial/statistika induktif/statistika probabilitas ialah suatu alat pengumpul data, pengolah data, menarik kesimpulan, membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau statistika yang digunakan menganalisis data sampel dan hasilnya dimanfaatkan (generalisasi) untuk populasi. Hal ini sesuai dikatakan oleh Sudjana (1992:3) bahwa :
“Statistika (statistik) adalah ilmu terdiri dari teori dan metoda yang merupakan cabang dari matematika terapan dan membicarakan tentang : bagaimana mengumpulkan data, bagaimana meringkas data, mengolah dan menyajikan data, bagaimana menarik kesimpulan dari hasil analisis, bagaimana menentukan keputusan dalam batas-batas resiko tertentu berdasarkan strategi yang ada.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, Statistika adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan data statistik dan fakta yang benar. Atau suatu kajian ilmu pengetahuan yang dengan teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik analisis data, penarikan kesimpulan, dan pembuatan kebijakan/keputusan yang cukup kuat alasannya berdasarkan data dan fakta yang benar.

a.      Landasan Kerja Statistik
Ada tiga jenis landasan kerja statistik, menurut Sutrisno Hadi (1994:222-223) yaitu :
1)      Variasi. Didasarkan atas kenyataan bahwa seorang peneliti atau penyelidik selalu menghadapi persoalan dan gejala yang bermacam-macam (variasi) baik dalam bentuk tingkatan dan jenisnya.
2)       Reduksi. Hanya sebagian dan seluruh kejadian yang hendak diteliti (Penelitian Sampling).
3)      Generalisasi. Sekalipun penelitian dilakukan terhadap sebagian dari seluruh kejadian yang hendak diteliti, namun kesimpulan dari penelitian ini akan diperuntukkan bagi keseluruhan kejadian atau gejala yang hendak diambil.
b.      Karakteristik atau Ciri-ciri Pokok Statistik
Ada beberapa karakteristik atau ciri-ciri pokok statistik adalah sebagai berikut :
1)      Statistik Bekerja dengan Angka. Angka-angka ini dalam statistik mempunyai dua pengertian, yaitu :
a)      Pertama, angka statistik sebagai jumlah atau frekuensi dan angka statistik sebagai nilai atau harga. Pengertian ini mengandung arti bahwa data statistik adalah data kuantitatif. Contoh : jumlah pegawai Pemda Kota Surabaya, jumlah dosen UPI Bandung yang diangkat tahun 2001, jumlah anggota MPR dari F-PDIP, harga vila di kawasan puncak Bogor, harga sirip ikan Hiu di Manado, harga bandenga di Sidoarjo, harga mangga arum manis di Bangil. Angka-angka yang menyatakan nilai atau harga sesuatu.
b)       Kedua, angka statistik sebagai nilai mempunyai arti data kualitatif yang diwujudkan dalam angka. Contoh : nilai kepribadian, nilai kecerdasan mahasiswa, metode mengajar dosen, kualitas sekolah, mutu pemerdayaan guru, pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dan sebagainya.

2)      Statistik Bersifat Objektif. Statistik bekerja dengan angka sehingga mempunyai sifat objektif, artinya angka statistik dapat digunakan sebagai alat pencari fakta, pengungkap kenyataan yang ada dan memberikan keterangan yang benar, kemudian menentukan kebijakan sesuai fakta dan temuanya diungkapkan apa adanya.
3)      Statistik Bersifat Universal (Umum). Statistik tidak hanya digunakan dalam salahsatu disiplin ilmu saja, tetapi dapat digunakan secara umum dalam berbagai bentuk disiplin ilmu pengetahuan dengan penuh keyakinan.

c.       Kegunaan Statistik
Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini, bahwa ilmu statistika telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Hampir semua kebijakan publik dan keputusan-keputusan yang diambil oleh pakar pendidikan atau para eksekutif (dalam ruang lingkup ilmu mereka) didasarkan dengan metode statistika serta hasil analisis dan interprestasi data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya statistika dapat digunakan sebagai alat :
1)      Komunikasi ialah sebagai penghubung beberapa pihak yang menghasilkan data statistik atau berupa analisis statistik sehingga beberapa pihak tersebut akan dapat mengambil keputusan melalui informasi tersebut.
2)      Deskripsi yaitu penyajian data dan mengilustrasikan data misalnya mengukur hasil produksi, laporan hasil liputan berita, indeks harga konsumen, laporan keuangan, tingkat inflasi, jumlah penduduk, hasil pendapatan dan pengeluaran negara dan lain sebagainya.
3)      Regresi yaitu meramalkan pengaruh data yang satu dengan data lainnya dan untuk mengantisipasi gejala-gejala yang akan datang.
4)      Korelasi yaitu untuk mencari kuatnya atau besarnya hubungan data dalam suatu penelitian.
5)      Komparasi yaitu membandingkan data dua kelompok atau lebih.

2.      MENGAPA BELAJAR STATISTIKA
Belajar statistika banyak yang menganggap sulit dan rumit oleh sebagian orang yang tidak mengerti asal mulanya, padahal belajar statistika itu sangat mudah apalagi mempunyai dasar matematika yang baik, bahkan tahu hitungan sedikitpun akan merasa mudah dan tidak mengalami kesukaran asalkan tekun dan rutin mengerjakan contoh-contoh persoalan statistika.
Buku-buku yang ada di pasaran cenderung mengulas hal-hal yang kurang mempesona bahkan megecoh mahasiswa yang sedang belajar statistika sehingga membuat mahasiswa merasa takut, minder, banyak rumus, dan sulit untuk dipahami. Ada beberapa faktor yang menyebabkan belajar statistik dirasa sulit antara lain karena buku-buku tersebut kurang mengarahkan pada fokus permasalahan yang ada dan para penulis belum bisa mengambil tindakan secara jelas dan gamblang mengenai tulisannya yangmenganggap bahwa para pembaca sudah mengerti, sudah bisa mentelaah sendiri, sudah jenius, dan sebagainya. Bahkan dirasa membingungkan pembaca atau mahasiswa untuk mempelajarinya, pada gilirannya akan menghambat perkembangan mahasiswa untuk mengkaji buku-buku statistika yang sangat bermanfaat demi karirnya di masa yang akan datang, yaitu : ahli di bidang penelitian, menyusun skripsi, tesis dan disertasi.
Pada era globalisasi, hampir semua bidang tidak terlepas dengan menggunakan angka, data dan fakta, hal ini menunjukkan bahwa pelajaran statistika sangat dibutuhkan. Statistika berfungsi sebgai sara mengembangkan cara berpikir secara logis, lebih dari itu statistika mengembangkan berpikir secara ilmiah untuk merencanakan (forcasting) penyelidikan, menyimpulkan dan membuat keputusan yang diteliti dan meyakinkan. Baik disadari atau tidak, statistika merupakan bagian esensial dari latihan profesional dan menjadi landasan dari kegiagan-kegiatan penelitian.
Cara belajar statistika yang baik dan praktis perlu diketahui oleh para pembaca dan mahasiswa atau mahasiswa pascasarjana bahwa belajar statistika itu pertama harus mengetahui apa tujuannya, bagaiman amanfaat dan kegunaannya, kedua bagaimana gagasan mahasiswa untuk memunculkan atau menerapkan dalam kenyataan yang ada, ketiga usaha apa yang dilaksanakan mahasiswa untuk mewujudkan gagasan atau ide-ide yang ada dalam pikirannya, kempat setelah terkoordinasi antara gagasan dan usahanya tersebut diciptakan dalam karya nyata, kelima gagasan, usaha, dan rasa cipta karsa tidak akan terwujud dengan sukses apabila tidak didukung dengan modal berupa uang untuk mengejawantahkan kesemuanya itu. Kalau keleluruhan ini sudah terbentuk dan terpenuhi dengan jelas, maka belajar statistika sangatlah mudah.





DAFTAR PUSTAKA

Al-Rasyid, Harun,.1994. Statistik Sosial. Bandung : Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.

Usman, Husaini. 1995. Pengantar Statistika. Jakarta : Bumi Akasara.


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>