MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TINJAUAN PUSTAKA GENOTPE DAN FENOTIPE




BAB I
GENOTIPE DAN FENOTIPE

1.      Dasar – Ajar (Nature - Nurture)
Lama benar orang terombang ambingkan antara pendapat yang satu yang menyatakan, bahwa dasar-dasar yang dibawakan oleh gen itu yang menentukan sifat-sifat seseorang, dan pendapat yang lain yang mengatakan, bahwa lingkungan (milieu)lah yang menentukan sifat-sifat seseorang, sesungguhnya dasar tanpa ajar tidak akan mencapai suatu prestasi yang maksimal, demikian pula ajar tanpa dasar tidak akan berhasil sebaik-baiknya.
Johannsen (Denmark, 1911) diciptakan istilah genotipe untuk sifat-sifat dasar yang belum terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan, dan fenotif untuk sifat-sifat yang tampak. Maka menurut Stern, fenotipe adalah resultante dari genotipe dan faktor-faktor luar.
Genotipe itu boleh dikatakan tetap, sedangkan faktor lingkungan itu variabel, maka dapatlah dikatakan juga, fenotipe itu fungsi dari pengaruh lingkungan.

2.      Klom, Modifikasi, Galur Murni, Variasi
Kalau satu batang ketela atau tebu dipotong-potong, kemudian tiap potong (cetek) itu di tanam di lingkungan yang berlainan, misalnya yang satu ditanam di daratan tinggi dan yang lain di dataran rendah, maka jadilah tanaman-tanaman baru yang fenotifnya berlainan.
Tanaman yang berasal dari satu induk dan dibiakkan secara vegetatif itu dikatakan berasal dari satu klon. Semua tanaman yang berasal dari satu klon itu mempunyai genotipe yang sama. Faktor lingkungan yang berlainan dapat menyebabkan bentuk luar(Fenotife) yang berlainan pula, maka perbedaan bentuk luar yang demikian itu kita sebut suatu modifikasi.
Biji-biji kacang yang berbeda besar kecilnya, akan tetapi berasal dari satu batang itu, yang satu kita sebut variasi dari pada yang lainnya. Misalnya, pisang dari satu tanaan dan itu pun tidak semua sama besarnya. Pisang yang kecil kita katakan variasi dari pisang yang besar.
Biji yang berasal dari satu batang yang sama itu merupakan galur murni (keturunan murni atau pure line) perbaikan panenan hanya dapat diperoleh dengan mencari galur murni yang bijinya rata-rata lebih besar dari galur murni yang disebut di atas.

3.      Adaptasi, Homeostatis, Fenokopi.
Usaha suatu makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan faktor-faktor luar itu pada umumnya disebut Adaptasi.
Orang cenderung untuk mengatakan, bentuk sifat-sifat yang diperoleh karena adaptasi itu menurun. Pendapat ini dikenal sebagai Neo-lamarckianisme. Aliran ini sekarang mendapat dukungan kuat dari Lysenko (Rusia).
Homeostatis adalah tanggapan alat tubuh untuk menyesuaikan diri dengan keadaan luar. Misalnya : orang kulit putih dari daerah dingin yang pindah tempat kediaman di daerah tropik itu kulitnya mendapatkan tambahan pigmentasi sehingga warna kulit agak pirang.
Suatu modifikasi yang disebabkan oleh bahan kima disebut fenokopi oleh segolongan sarjana. Ada drosophila melanogaster berwarna coklat dan ada varietas yang berwarna kuning. Lalat yang berwarna kuning itu tetap mempertahapkan warna kuningnya, meskipun menu makanannya di ganti-ganti. Sebaliknya, lalat yang berwarna coklat itu mencadi warna kuning, jika dalam makannya dicampurkan sedikit garam perak maka lalat yang menjadi kuning karena garam perak ini disebut fenokopi dari laat yang kuning asli.

4.      Jasa Mendel Kepada Genetika
Mendel adalah : peletak batu pertama untuk genetika modern, ia bekerja dengan eksperimen-eksperimen selama 7 tahun, hasil penyelidikannya diterbitkan dalam tahun 1866.
Ia memulai percobaannya dengan menyelidiki akibat perkawinan silang antara dua tanaman yang mempunyai satu sifat beda yang jelas. Tanaman yang digunakannya sebagai percobaan ialah pisum sativum (ercis) dari suku papilionaceae. Tanaman ini pada dasarnya mengadakan penyerbukan sendiri.
Hasil penyelidikan mendel mengenai kawin silang antara dua varietas yang berbeda satu sifat dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Perkawinan antara tanaman atau hewan dari dua varietas itu menghasilkan keturunan yang sama.
2.      F1 ini seragam (Univorm), artinya semua individu yang merupakan keturunan pertama ini sama.
3.      Jika semua individu yang merupakan F1 memperlihatkan sifat yang sama dengan sifat dalam suatu orang tuanya, maka dalam hal ini terjadilah dominasi dan ini terkenal sebagai hukum dominan.
4.      Jika terjadi dominasi, maka keturunan dari F1 menjadi F2 terdiri atas individu-individu yang merupakan perbandingan
3 : 1, maksudnya 75% dari jumlah F2 itu serupa orang tua yang satu (yaitu yang memiliki sifat yang dominan) sedangkan 25% dari jumlah serupa dengan orang tua yang lain ini terkenal sebagai hukum pemisah.
5.      Pemisahan antara dua sifat beda tidak tergantung pada sifat beda lain. Dengan kata lain, kombinasi sifat-sifat yang muncul di dalam keturunan itu dapat beraneka macam; hal ini terkenal sebagai hukum pisah bebas (free asortment) lawan dari pisah bebas adalah tergabung (linkage).

BAB II
KESIMPULAN

1.      Johannes (Denmark, 1911) menciptakan istilah genotip untuk sifat-sifat dasar yang belum terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan, dan fenotipe untuk sifat-sifat yang tampak.
2.      Tanaman yang berasal dari suatu induk dan dibiakkan secara fegetatif itu dikatakan berasal dari satu klon.
3.      Faktor lingkungan yang berlainan dapat menyebabkan bentuk luar (fenotif) yang berlainan pula maka perbedaan bentuk luar yang demikian itu disebut suatu modivikasi.
4.      Usaha makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan faktor-faktor luar itu pada umumnya disebut adaptasi.
5.      Galur murni adalah : jika dilakukan persilangan terus menerus maka akan mengasilkan genotif yang sama.
6.      Homeostatis : Tanggapan alat tubuh untuk menyesuaikan diri dengan keadaan luar.


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>