MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TINJAUAN PUSTAKA Belajar dan Hasil Belajar




Belajar pada hakekatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh individu dan menghasilkan perubahan tingkah laku pada diri individu, baik dalam pengetahuan dan keterampilan baru maupun dalam bentuk sikap dan nilai positif (Mappa dan Baslemen:1994 dalam Anni, 2004:12).
Menurut Anni (2004:13) pengertian belajar mengandung tiga pokok yaitu perubahan perilaku, pengalaman, dan lamanya waktu perubahan perilaku yang dimiliki oleh pembelajar.
Gagne dan Barliner menyatakan “belajar merupakan proses, suatu organisme mengubah perilaku karena hasil dari pengalaman” (Anni:13). Perubahan perilaku ini menyangkut perubahan yang




bersifat    pengetahuan    (kognitif),    ketrampilan     (psikomotorik) maupun nilai dan sikap (afektif).
Dari berbagai pendapat tersebut jika diambil kesimpulan dan dipakai untuk saling melengkapi, maka belajar dapat diartikan sebagai proses kegiatan yang dilakukan individu, ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil dari upaya dan pengalaman serta latihan untuk mendapatkan pengetahuan dan kecakapan atau keterampilan baru.
Perubahan tingkah laku tidak semua bisa dianggap sebagai hasil belajar. Perubahan tingkah laku yang dapat dikategorikan sebagai hasil belajar harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1.      Merupakan beberapa pencapaian tujuan belajar

2.      Merupakan proses kegiatan yang disadari

3.      Sebagai hasil atau uji coba yang disengaja

4.      Merupakan tindak-tanduk yang berfungsi efektif dalam kurun waktu tertentu dan berfungsi positif bagi perkembangan tindak-tanduk lain
Jadi perubahan tingkah laku yang terjadi merupakan hasil atau akibat dari upaya-upaya atau laithan-latihan yang dilakukan individu secara sadar.
Hasil Belajar

Tolok ukur keberhasilan dari proses belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku seseorang, misalnya dari tidak tahu




menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Hasil belajar tersebut tampak dalam aspek-aspek tingkah laku manusia tersebut.
Aspek yang ada dalam tingkah laku manusia antara lain:

a.     Aspek kognitif

Aspek yang berhubungan dengan hasil belajar terdiri dari enam macam, antara lain, pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis dan evaluasi.
b.  Aspek afektif

Berhubungan dengan sikap atau tingkah laku, yang masuk aspek ini diantarannya, penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi.
c.   Aspek psikomotorik

Berhubungan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Aspek psikomotorik terdiri dari gerak reflek, keterampilan gerak dasar, kemampuan preseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerak keterampilan komplek serta gerakan ekspresif dan interpretative.
(Sumber: Anni, dkk, 2004:6)

Ketuntasan Belajar

Kriteria    Ketuntasan   Minimal    (KKM)       adalah    kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan.




KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan batas ambang kompetensi (Permendiknas Nomor: 20/2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Pengertian butir 10 dalam Hanny, 2007:18).
Nilai ketuntasan belajar untuk aspek kompetensi pengetahuan dan praktek dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat, dengan rentang 0 -100.
Penetapan KKM dilakukan oleh dewan pendidik pada awal tahun pelajaran melalui proses penetapan KKM setiap Indikator, Kompetensi Dasar (KD), Standar Kompetensi (SK) menjadi KKM mata pelajaran, dengan mempertimbangkan, hal-hal sebagai berikut:
a.     Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan) setiap Kompetensi Dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik.
b.     Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang bersangkutan.
c.      Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah.
Ketuntasan belajar setiap indikator, kompetensi dasar (KD), standar kompetensi (SK) dan mata pelajaran yang telah ditetapkan




dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100 %. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75 %.
Satuan pendidikan dapat menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dibawah nilai ketuntasan belajar ideal, namun secara bertahap harus meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.
KKM tersebut dicantumkan dalam Lembar Hasil Belajar (LHB) (berlaku untuk pengetahuan maupun praktek) dan harus diinformasikan kepada seluruh warga sekolah dan orang tua  peserta didik.
Berdasarkan Ketentuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malangdan memperhatikan kemampuan peseta didik dari hasil tes awal, sekolah menetapkan ketuntasan belajar pada masing-masing mata pelajaran sebagai berikut:
Tabel 4. Tabel Ketuntasan Belajar Peserta Didik

Mata Pelajaran
2006/2007
20017/20018
Pendidikan Agama
70%
75%
Pendidikan Kewarganegaraan
70%
72%
Bahasa Indonesia
60%
60%
Bahasa Inggris
60%
60%
Matematika
60%
60%
Fisika
60%
60%
Biologi
60%
60%
Kimia
60%
60%
Sejarah
60%
62%
Geografi
60%
62%
Ekonomi
60%
60%
Sosiologi
60%
62%
Seni Budaya
60%
65%
Penjas, Olahraga, dan Kesehatan
70%
72%
Teknologi Informasi dan Komunikasi
60%
62%
Keterampilan/Bahasa Asing
60%
62%
Muatan Lokal
60%
62%




(Sumber, Henny, 2007:18-19)

Tabel diatas sebagai acuan dalam penelitian ini, sehingga kriteria ketuntasan minimum (KKM) pada penelitian ini sebesar 60%. Siswa bisa dikatakan tuntas belajar setelah menyelesaikan dengan benar minimal 60% dari evaluasi yang diberikan.

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>