MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

Tinjauan Pokok Bahasan Ikatan Kimia



Pokok bahasan ikatan kimia empat sub bab, yaitu peran elektron dalam pembentukan ikatan kimia, ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinasi.
Ikatan Kimia

Ikatan kimia (antara dua atom atau lebih) muncul karena bergabungnya atom-atom yang bersangkutan dalam membentuk senyawa, gagasan pembentukan ikatan ini umumnya diarakhan pada pembentukan konfigurasi elektron yang lebih stabil(unsur- unsur gas mulia). Sifat kestabilan kelompok gas mulia tercermin pada harga energi ionisasinya yang sangat tinggi dan afinitas elektronnya yang sangat rendah.
Perbedaan konfigurasi unsur gas mulia dengan unsur golongan utama atau representatif (s dan p) pada elektron valensinya. Pembentukan senyawa sangat berkaitan dengan elektron valensi.
Secara ekternal ada dua cara memenuhi konfiguras elektron gas mulia, dengan serah-terima (transfer) elektron valensi dan





pemilikan pasangan elektron sekutu (sharing) dari elektron valensi atom-atom penyusun (Kristian, 2000:3.1).

Ikatan Ion


Menurut Kossel pada tahun 1916 bahwa atom unsur yang sangat elektropositif dapat melepaskan 1 atau 2 elektron yang terdapat pada kulit terluarnya dan atom unsur yang elektronegatif dapat menerima 1 atau 2 elektron yang dilepas oleh atom unsur yang elektropositif.. Ikatan ion biasanya terjadi antara golongan 1A/2A dengan 6A/7A, terjadi antara unsur dengan potensial ionisasi kecil dengan unsur yang afinitas elektron besar dan memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar.
(Nuraini 1994:99)

Sifat unsur senyawa ionik:

·   Titik didih dan titik leleh tinggi

·   Leburannya menghantarkan listrik

·   Keras dan getas

·   Mudah larut dalam pelarut polar.

Contoh larutan ini yaitu NaCl, KCl, MgBr2, CaCl2, Na2S

Ikatan Kovalen


Untuk membentuk satu ikatan kovalen tunggal, setiap atom menyumbangkan 1 elektron kulit terluarnya. Bila antara kedua terbenuk ikatan kovalen ganda (rangkap) maka setiap atom akan menyumbangkan elektron sesuai dengan derajat pengandaanya





Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara unsur atau atom yang sejenis, antara unsur non logam yang memiliki elektronegativitas yang kecil.(Nuraini, 1994:43)
Sifat unsur senyawa yang memiliki ikatan kovalen:

·   Titik didih dan titik leleh rendah

·   Mudah menguap

·   Kovalen polar bersifar nonelektrolit

·   Kovalen non polar bersifat non elektrolit Contoh H2, O2, Cl2, N2, CH4, HF,HBr, NH3, H2S,H2O Jenis ikatan kovalen:
a.  Ikatan kovalen tunggal

Penggunaan bersama sepasang elektron untuk mencapai kestabilan.
Contoh

H – H  (H2)                 H – Cl (HCl)

Cl – Cl (Cl2)               H – O – H (H2O)

b.  Ikatan kovalen rangkap

Penggunaan bersama dua atau tiga pasang elektron untuk mencapai kestabilan.
Contoh. Rangkap dua
O = O (O2)                 O = C = O (CO2)

Rangkap tiga





º N (N2)                 H – C º C – H

Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar


Ikatan kovalen polar

Kepolaran senyawa yang berikatan koavalen disebabkan adanya perbedaan harga keelektronegatifan. Adanya perbedaan harga kelektronegatifitas menyebabkan pasangan elektron ikatan lebih tertarik kesalah satu unsur sehingga membentuk dipol. Elektron terkumpul pada salah satu unsur sehingga membentuk dipol positif dan dipol negatif. Unsur dengan ikatan kovalen ini memiliki perbedaan elektronegatifitas tinggi, biasanya memiliki bentuk molekul yang tidak simetris dan memiliki pasangan elektron bebas.
Contoh, HF,HCl,HI,FBr, H2O, NH3

Ikatan kovalen non polar

Unsur-unsur yang berikatan kovalen dengan perbedaan harga elektronegatifan sama menyebabkan elektron tersebar merata sehingga molekul tidak bermuatan. Bentuk molekul unsur yang memiliki ikatan kovalen non polar adalah simetris dan tidak memiliki pasangan elektron bebas.
Contoh: H2,Cl2, CCl4, CH4





Ikatan Kovalen koordinasi


Ikatan kovalen koordinasi atau sering disebut ikatan kimia semi polar adalah ikatan kovalen yang pasangan elektron bersamanya berasal dari salah satu pihak.
Contoh

Pembentukan ion H3O+ dan NH4+ H2O + H+                       H3O+
NH3 + H+                        NH4+

Ikatan logam


Unsur logam memiliki sedikit elektron valensi.  Elektron valensi logam juga mengalami delokalisasi (elektron valensi tidak tetap pada posisinya atau berpindah pindah)
Sifat khas logam : dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa dan dapat ditarik

Pengecuaalian dan Kegagalan aturan oktet


Pengecualian aturan oktet


a.    Senyawa tidak mencapai aturan oktet

Senyawa kovalen biner sederhana misalnya  berilium (Be), boron (B) dan aluminium (Al), yaitu unsur-unsur yang elektron valensinya kurang dari 4, tidak mencapai octet. Contoh BeCl2, BCl3 dan AlBr3.
b.    Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil





Senyawa yang memiliki elektron valensi ganjil tidak mungkin memenuhi aturan oktet. Contoh NO2
c.     Senyawa dengan oktet berkembang

Unsur dengan periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet (lebih dari 8 elektron pada kulit terluar).contoh PCl5, SF6 dan ClF3.

Kegagalan aturan oktet


Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia unsur transisi maupun postransisi. unsur transisi adalah unsur golongan B sedangkan unsur postransisi adalah unsur yang memiliki sifat golongan A dan B, yang letaknya dalam SPU berdekatan dengan unsur transisi. Contoh atom Sn mempunyai 4 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2.
(Michael Purba,2006:77-100)
Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>