MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TEORI BLANSING



Blansing merupakan suatu cara pemanasan pendahuluan atau perlakuan pemanasan tipe pasteurisasi  yang  dilakukan  pada  suhu  kurang  dari  100oC selama  beberapa  menit,  dengan menggunakan  air  panas  atau  uap.  Proses  blansing  termasuk  ke  dalam  porses  termal  dan umumnya membutuhkan suhu berkisar 75 – 95°C selama 10 menit. Tujuan utama blansing ialah menginaktifan  enzim  diantaranya  enzim  peroksidase  dan  katalase,  walaupun  sebagian  dari mikroba yang ada dalam bahan juga turut mati. Kedua jenis enzim ini paling  tahan terhadap
panas.  Blansing  biasanya  dilakukan  terhadap  sayur-sayuran  dan  buah-buahan  yang  akan dikalengkan atau  dikeringkan. Di dalam pengalengan sayur-sayuran dan buah-buahan, selain untuk menginaktifkan enzim, tujuan blansing yaitu :
o  membersihkan bahan dari kotoran dan mengurangi jumlah mikroba dalam bahan

o  mengeluarkan  atau  menghilangkan  gas-gas  dari  dalam  jaringan  tanaman,  sehingga mrngurangi  terjadinya pengkaratan kaleng dan memperoleh keadaan vakum yang baik dalam “headspace” kaleng.
o  melayukan atau melunakkan jaringan tanaman, agar memudahkan pengisian bahan ke dalam wadah
o  menghilangkan bau dan flavor yang tidak dikehendaki

o  menghilangkan lendir pada beberapa jenis sayur-sayuran

o  memperbaiki warna produk, a.l. memantapkan warna hijau sayur-sayuran

Cara melakukan blansing ialah dengan merendam dalam air panas (merebus) atau dengan uap air (mengukus atau dinamakan juga “steam blanching”). Merebus yaitu memasukkan bahan ke dalam panci yang berisi air mendidih. Sayur-sayuran atau buah-buahan yang akan diblansing dimasukkan ke dalam keranjang  kawat,  kemudian dimasukkan ke dalam panci dengan suhu blansing biasanya mncapai 82 – 83°C selama 3 – 5  menit. Setelah blansing cukup waktunya, kemudian keranjang kawat diangkat dari panci dan cepat-cepat didinginkan dengan air.
Pengukusan  tidak  dianjurkan  untuk  sayur-sayuran  hijau,  karena  warna  bahan  akan menjadi kusam. Caranya ialah dengan mengisikan bahan ke dalam keranjang kawat, kemudian dimasukkan  ke  dalam  dandang   yang  berisi  air  mendidih.  Dandang  ditutup  dan  langkah selanjutnya sama dengan cara perebusan.

Kemampuan proses blansing sebagai perlakuan pendahuluan untuk mendapatkan produk yang baik didasari oleh beberapa fungsi, yaitu :
a.   Menginaktivasi enzim yang dapat menyebabkan perubahan kualitas bahan pangan, terutama bahan pangan  segar yang mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas enzim yang tinggi. Bahan pangan yang mudah  mengalami kerusakan jenis ini adalah buah-buahan dan sayur- sayuran.  Aktivitas  enzim  ini  terkait  karakteristik  biologi,  fisiologi,  dan  hidratasi  bahan pangan.  Akibat  buruk  akibat  aktivitas enzim  lebih  tampak  jika  pada  proses pengol ahan terjadi  penundaan.  Beberapa  enzim  oksidatif  yang menjadi  inaktif  pada  proses blansing adalah peroksidase, katalase, polifenol oksidase, lipoksigenase, dan lain-lain.
Sebagai contoh blansing dilakukan sebagai perlakuan pendahuluan pada proses pembuatan sari buah apel dengan tujuan untuk menginaktifkan enzim polifenolase. Enzim polifenolase dapat mengkatalis reaksi oksidasi terhadap senyawa fenol yang mengakibatkan pembentukan warna coklat yang tidak dikehendaki karena merusak penampilan produk dan tidak disukai konsumen.
b.  Mengurangi gas antarsel untuk mengurangi perubahan oksidatif. Berkurangnya gas antarsel berakibat  pada  menurunya  kadar  oksigen  dalam  bahan,  sehingga  akan  berakibat  pada menurunya aktivitas enzim oksidatif yang aktifitasnya dipengaruhi oleh kandungan oksigen dalam bahan.
c.   Selain inaktifasi enzim, prinsip proses blansing yang menggunakan pemanasan juga akan menurunkan aktifitas bahkan mematikan mikroorganisme.


Namun selain dari keuntungan yang diperoleh dari proses blansing tersebut, ada juga kekurangan dari  proses tersebut, yaitu efek negatif berupa kehilangan zat gizi yang sensitif terhadap pemanasan. Zat gizi yang sensitif terhadap pemanasan akan larut pada proses blansing yang dilakukan dengan metode perebusan.
Proses blansing dibutuhkan jika terdapat waktu tunggu sebelum perlakuan panas pada proses  pengeringan  atau  pengalengan  dilakukan.  Proses  blansing  juga  diperlukan  jika  tidak terdapat perlakuan panas pada produk selama pengolahan seperti pada pembekuan.


I.         Metode Blansing

Secara garis besar metode blansing yang sering diterapkan ada 2 (dua), yaitu : blansing dengan air panas, dan blansing dengan uap panas.
1.         Blansing dengan air panas (Hot Water Blanching)

Metode blansing ini hampir sama dengan proses perebusan. Metode ini cukup efisien, namun memiliki kekurangan yaitu kehilangan komponen bahan pangan yang mudah larut dalam air serta bahan yang tidak tahan panas.
2.         Blansing dengan uap air panas (Steam Blanching)

Blansing dengan metode ini paling sering diterapkan. Metode ini mengurangi kehilangan komponen yang tidak tahan panas.


II.        Mesin Blansing

Ada beberapa jenis/tipe mesin blansing yang sering digunakan pada proses pengolahan industri pertanian khususnya pengolahan pangan. Pemilihan jenis mesin dilakukan berdasarkan jenis bahan, kondisi bahan, serta tujuan dari pengolahan atau spesifikasi produk yang diinginkan. Beberapa jenis mesin blansing tersebut adalah :
1.  Rotary Drum Blancher

Rotary drum  blancher  terdiri  atas  sebuah  drum  berputar  yang  secara  substansial ditutup selama operasi untuk meningkatkan efisiensi proses. Bagan dari rotary drum blancher dapat dilihat pada Gambar 2.1, dan gambar fisik rotary drum blancher dapatr dilihat pada Gambar 2.2.




Gambar 2.1 Bagan Rorary Drum Blancher

Selama operasi, produk makanan secara substansial terus dimasukkan ke blancher melalui inlet produk makanan (I), diproses oleh blancher, dan kemudian dikaluarkan dari                    blancher           melalui                 outlet               produk           makanan      (46).


Gambar 2.2. Rotary Drum Blancher (sumber : sigmapackaging.com)



2.  Batch Blancher



Gambar 2.3. Batch blancher (sumber : ciae.nic.in)





3.  Continuous Blancher



Gambar 2.4. Continuous blancher (sumber : asmequipment.com)

4.  Belt blancher



Gambar 2.5. Belt blancher (sumber : hughezcompany.biz)



5.  Thermoscrew blancher

Thermoscrew  blancher  memiliki  ulir  yang  terdapat  lubang  pada  bagian  tengah. Lubang pada bagian tengah ulir tersebut berisi medium pemanas. Pada alat ini bahan dan air panas bergerak  dengan arah yang berlawanan untuk  mempercepat proses transfer panas. Gambar dari thermoscrew blancher dapat dilihat pada Gambar 2.6.



Gambar 2.6. Thermoscrew Blancher (sumber : Reitz Thermascrew Blancher …bcit.ca)










6.  Steam Blancher

Steam blancher digunakan untuk proses blansing dengan uap air panas atau steam blanching. Blansing dengan cara ini dapat mengurangi kehilangan komponen bahan pangan akibat proses blansing dengan air panas. Pada alat ini uap air diberikan  pada lapisan irisan sayuran atau buah-buahan sebanyak 25 kali penyemprotan. Bagan dari proses blansing dengan uap air panas dapat dilihat pada Gambar 2.7.



Gambar 2.7. TRAY-TYPE STEAM BLANCHER. FMC CORPORATION
(Sumber : Machinery International Division fao.org

7.  Pasta Blancher



Gambar 2.8. Pasta Blancher (sumber : commercialkitchenindia.com

8.  Key Screw Conveyor Blancher



Gambar 2.9. Blancher – Key Screw Conveyor Blancher – Vegetables, Blanching, Water-(sumber
: basedfoodtechinfo.com)

9.  Vegetables Blancher



Gambar 2.10. Vegetable blancher with air cooling, capable of blanching 15 tons of peas
(sumber : smartmachinery.co.uk)



Gambar 2.11. Steam Blancher (sumber : tradeindia.com)




A. PENGUAPAN ( EVAPORATOR )

Evaporasi atau penguapan merupakan pengambilan sebagian uap  air  yang bertujuan utuk  meningkatkan konsentrasi padatan dari suatu bahan makanan cair. Salah satu tujuan lain dari  operasi ini adalah untuk mengurangi volume dari suatu produk  sampai  batas-batas  tertentu  tanpa  menyebabkan  kehilangan  zat-zat  yang mengandung gizi. Pengurangan volume produk, akan mengakibatkan turunnya biaya pengangkutan. Disamping itu, juga akan meningkatkan efisiensi  penyimpanan dan dapat membantu pengawetan, atas dasar berkurangnya jumlah air bebas yang dapat digunakan  oleh  microorganisma  untuk  kehidupannya.  Salah  satu  contoh  untuk pengawetan adalah susu kental manis.



Gambar 1.Evaporator Tabung dan Pipa




Operasi  penguapan  yang  mungkin  digunakan  untuk  suatu  produk  sangat bervariasi, hal ini tergantung pada karakteristik bahan produk. Dalam banyak kasus, karakteristik bahan ini berpengaruh pada design evaporator (alat penguap). Adapun contoh  dari  karakteristik  bahan  adalah  kekentalan  bahan  dan  kepekatan  bahan terhadap suhu serta kemampuan bahan untuk membuat alat mengalami korosi.

Menaikkan konsentrasi dari fraksi padatan di dalam produk bahan makanan cair  adalah   dengan  menguapkan  air  bebas  yang  ada  didalam  produk.  Proses penguapan ini dilakukan dengan menaikkan temperatur produk sampai titik didih dan menjaganya untuk beberapa waktu  sampai konsentrasi yang diinginkan.Ada empat komponen dasar yang dibutuhkan untuk melakukan penguapan.

Keempat komponen tersebut terdiri dari :





a) sebuah tabung penguapan, b) sustu alat pindah panas,
c) sebuah kondensor, serta

d) sebuah metode untuk menjaga tekanan vakum.

Keempat komponen ini harus diperhatikan dalam merencanakan suatu evaporator. Sistem tekanan vakumnya harus dapat mengalirkan gas yang tidak terkondensasi agar bisa menjaga tekanan vakum yang diinginkan didalam tabung penguapan. Panas yang cukup  harus  dialirkan/  diberikan  ke  produk  untuk  penguapan  sejumlah  air  yang diinginkan,  serta  sebuah  kondensor  yang  berguna  untuk   mengembangkan  dan memindahkan uap air yang diproduksi melalui penguapan.

Keseimbangan  massa  dapat  digunakan  untuk  menentukan  laju  penguapan untuk   mendapatkan  derajad  konsentrasi  yang  diinginkan.  Hubungan  ini  akan membawa kita untuk  dapat menentukan jumlah medium pemanas yang dibutuhkan untuk  mencapai  penguapan  yang  diinginkan.  Kunci  penting  lainnya  yang  perlu mendapat  perhatian  dalam  perencanaan  adalah   pindah  panas  yang  terjadi  dari medium   pemanas   ke   produk,   dengan   memperhatikan   bahwa   kebutuhan   luas permukaan pindah panas tidak akan dapat dihitung tanpa terlebih dahulu menduga koefisien pindah panas keseluruhan bagi permukaan pemanas.

Walaupun parameter-parameter untuk design sudah dapat diduga secara tepat, akan tetapi masih ada faktor-faktor khusus yang ada pada produk yang berpengaruh pada design evaporator.  Faktor-faktor ini akan mengakibatkan perhitungan menjadi lebih kompleks. Sebagai contoh adalah  banyaknya padatan yang ada pada produk bahan  makanan  cair  akan  mengakibatkan  titik  didih  yang  lebih  tinggi  apabila dibandingkan dengan titik didih dari air pada tekanan yang sama.

Perbedaan titik didih ini menjadi lebih besar dengan bertambah tingginya konsentrasi bahan makanan cair. Kerumitan ditambah lagi dengan tidak konstannya koefisien pindah panas konveksi, karena koefisien pindah panas ini merupakan fungsi dari kekentalan. Padahal telah diketahui bahwa selama proses penguapan, kekentalan produk  selalu  berubah  karena  terjadinya  penguapan.  Keadaan  ini  mengakibatkan koefisien  pindah  panas  konveksi  juga  selalu  berubah  sesuai  dengan  kekentalan produk.  Akhirnya,  persoalan  menjadi  lebih  kompleks  dengan  adanya  sifat  panas produk yang berubah menurut temperatur dan kadar air produk. Tentunya , hal ini semua akan memberikan pengaruh tersendiri terhadap design operator.





Prinsip Kerja Evaporasi ( Penguapan )

Prinsip  kerja  peralatan  evaporator  vakum  ini  berdasarkan  pada  kenyataan bahwa   penurunan  tekanan  akan  menyebabkan  turunnya  titik  didih  cairan.Pada Anhydro laboratory Vacum Evaporator, keadaan vakum tersebut terutama dihasilkan dari pompa air  yang memindahkan  uap terkondensasi dan mendinginkan air dari kondensor.

Kevakuman  yang  sebenarnya  dalam  evaporator  ditentukan  oleh  efisiensi pompa, yang  mana hal itu tergantung pada derajat kondensi uap dalam kondensor. Pada kondensi itu sendiri mengambil tempat (berlangsung) sesuai dengan banyaknya semprotan air yang didinginkan ke bagian puncak dari kondensornya. Inilah apa yang dimaksud  dengan  :  kita  bisa  mengatur  suhu  didih   yang  sebenarnya  pada  alat tersebut.Panas yang dibutuhkan untuk penguapan cairan adalah berasal  dari steam yang sudah jenuh. Steam tersebut mengalami pengembunan (dikondensikan) pada tabung, dan bersamaan dengan itu memberikan panasnya untuk penguapan. Steam yang telah diambil panasnya itu disebut juga kondensat, kemudian dipindahkan dari dasar calandria dan ditarik melalui kondensor menuju pompa.

Calandria adalah tabung dimana terjadi pergerakan bahan pangan.

Bahan cair yang akan ditingkatkan konsentrasinya itu bersirkulasi terus menerus pada alat dalam upaya untuk memperoleh perpindahan/pergerakan yang maksimal didalam calandria. Sirkulasi yang cepat akan mengurangi resiko terjadinya pengendapan pada permukaan tabung, dan dengan cepat membebaskan gelembung-gelembung uap dari bahan cair selama dalam perjalanan melalui evaporator

Pindah Panas Di Dalam Evaporator

Beberapa  peralatan  penguapan  dapat  langsung  dipanasi  dengan  api.  Api memanasi dinding ketel dan secara konduksi akan memanasi bahan yang terletak di dalam alat penguap. Akan tetapi umumnya evaporator mempergunakan panas tidak langsung dalam proses penguapannya.

Pindah panas didalam alat penguapan diatur oleh persamaan pindah panas untuk pendidihan bahan cair dan dengan persamaan konveksi serta konduksi. Panas yang  dihasilkan  dari   sumber  harus  dapat  mencapai  suhu  yang  sesuai  untuk menguapkan  bahan.  Umumnya   medium  pembawa  panasnya  adalah  uap  yang diperoleh  dari  boiler  atau  dari  suatu  tahapan  penguapan  dalam  alat  penguapan lain.Perputaran  bahan  cair  didalam  alat  penguapan  merupakan  hal  yang  penting,





sebab perputaran mempengaruhi laju pindah panas  dan dengan perputaran bahan yang baik akan meningkatkan laju penguapan.

Evaporator Efek Tunggal

Yang dimaksud dengan single effect adalah bahwa produk hanya melalui satu buah ruang penguapan dan panas diberikan oleh satu luas permukaan pindah panas.

Evaporator Efek Majemuk

Di dalam proses penguapan bahan dapat digunakan dua, tiga, empat atau lebih dalam   sekali   proses,   inilah   yang   disebut   dengan   evaporator   efek   majemuk. Penggunaan  evaporator  efek   majemuk  berprinsip  pada  penggunaan  uap  yang dihasilkan dari evaporator sebelumnya.Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk adalah   untuk   menghemat   panas   secara   keseluruhan,   hingga          akhirnya                                                                                                                dapat mengurangi ongkos produksi.

Keuntungan evaporator efek majemuk adalah merupakan penghematan yaitu dengan  menggunakan uap yang dihasilkan dari alat penguapan untuk memberikan panas  pada  alat  penguapan  lain  dan  dengan  memadatkan  kembali  uap  tersebut. Apabila dibandingkan antara alat penguapan n-efek, kebutuhan uap diperkirakan 1/n kali, dan permukaan pindah panas berukuran n-kali dari pada yang dibutuhkan untuk alat penguapan berefek tunggal, untuk pekerjaan yang sama.

Pada evaporator efek majemuk ada 3 macam penguapan, yaitu :

a.Evaporator Pengumpan Muka b.Evaporator Pengumpan Belakang c.Evaporator Pengumpan Sejajar
Macam Peralatan Pemanas / Penukar Panas : Tabung Pemanas, Ketel Uap (Boiler), Penukar Panas Spiral Melingkar, Penukar Panas Tipe Permukaan, Penukar Panas  Dengan  Tabung  Dibagian  Dalam,  Pembangkit  Ulang,  Penukar  Panas  Tipe Tong,  Penyemprot  Air  Panas,  Pemasukan  Uap  Panas  dan  Penukar  Panas  Tipe Skrup.Macam  Peralatan  Penguapan  /  Evaporator  :  Evaporator  Kancah  Terbuka, Evaporator  dengan  Tabung  Pendek  yang  Melintang,  Evaporator  dengan  Tabung Pendek  yang  Tegak,  Evaporator  yang  Mempunyai  Sirkulasi   Alamiah  dengan Kalandria  dibagian  Luar,  Evaporator  dengan  Sirkulasi  yang  Dipaksa,  Evaporator





Bertabung  Panjang,  Evaporator  Piring,  Evaporator  Sentrifugal  dan  Evaporator
Pengaruh Berganda

Macam  Peralatan  Pengering  :  Pengeringan  dengan  udara  panas  terdiri Pembakaran   (kiln   dyer),   Pengering   lemari,   Pengering   terowongan,   Pengering konveyor, Pengering kotak,  Pengering tumpukan bahan butiran/tepung, Pengering pneumatic,  Pengering  berputar,  Pengering  semprot,  Pengering  menara.  Pengering dengan  persentuhan  dengan  permukaan   yang  dipanasi   terdiri  Pengering  tong (pengering lapisan, pengering rol), Papan pengering hampa udara, Pengering dengan roda dalam hampa udara.




B. REBOILER

Reboilers    adalah    exchangers    panas    yang    biasanya    digunakan    untuk memberikan panas ke bagian bawah industri penyulingan kolom. Mereka mendidih cair dari bagian  bawah kolom yang penyulingan untuk menghasilkan Vapors yang dikembalikan  ke  kolom  untuk  mendorong  pemisahan  penyulingan.Benar  reboiler operasi sangat penting untuk penyulingan  efektif. Dalam kolom penyulingan khas klasik,  semua  uap  mengemudi  pemisahan  berasal  dari   reboiler.  Reboiler  yang menerima  aliran  cair  dari  kolom  bawah  dan  mungkin  sebagian  atau  menguap sepenuhnya bahwa aliran. Uap biasanya menyediakan panas yang dibutuhkan untuk penguapan.

Jenis reboilers :

1. Kettle reboilers

2. Thermosyphon reboilers

3. Fired reboiler

4. Forced sirkulasi reboilers

Yang paling penting dari elemen desain reboiler adalah pilihan yang tepat untuk reboiler  jenis layanan tertentu. Paling reboilers merupakan shell dan tabung Exchanger panas uap jenis  dan  biasanya digunakan sebagai sumber panas dalam reboilers. Namun, lainnya heat transfer cairan seperti minyak panas atau Dowtherm (TM) dapat digunakan. Fuel-fired furnaces juga dapat  digunakan sebagai reboilers dalam beberapa kasus.




Gambar 1: Typical ketel uap-air panas reboiler untuk penyulingan

Gambar 1 menggambarkan sebuah khas ketel uap-air panas reboiler. Ketel reboilers sangat  sederhana  dan dapat diandalkan. Mereka mungkin memerlukan pemompaan dari kolom minum  cairan ke dalam ketel, atau mungkin ada cukup cairan kepala untuk memberikan cairan ke dalam  reboiler. Dalam reboiler tipe ini, uap mengalir melalui  tabung  dan  keluar  sebagai  bundel  condensate.  Cair  dari  bagian  bawah menara, yang biasa disebut minum, mengalir melalui shell samping. Ada dinding atau menahan overflow dam memisahkan tabung reboiler bundel dari bagian di mana sisa reboiled cair (disebut minum produk) yang diambil, sehingga tabung bundel disimpan ditutup dengan cair.

Thermosyphon reboilers



Gambar 2: Typical reboiler horisontal thermosyphon





Ini  tidak  memerlukan  pemompaan  dari  kolom  minum  cairan  ke  dalam  reboiler. Sirkulasi alami diperoleh dengan menggunakan kepadatan perbedaan antara reboiler kolom suak minum cair dan  reboiler outlet cair-uap campuran untuk menyediakan cukup cairan kepala untuk menyampaikan menara minum ke reboiler. Thermosyphon reboilers  lebih  kompleks  daripada  reboilers  ketel  dan  memerlukan  lebih  banyak perhatian tanaman dari operator.

Ada banyak  jenis  thermosyphon  reboilers.  Mereka  mungkin  vertikal  atau horizontal  dan  mereka  juga  mungkin  sekali-melalui  atau  recirculating.  Beberapa cairan yang reboiled mungkin sensitif dan suhu, misalnya, terganggu polymerization oleh kontak dengan suhu panas tinggi transfer tabung dinding. Dalam kasus tersebut, yang terbaik adalah memiliki tingkat cair  recirculation menilai untuk menghindari dinding tabung yang tinggi akan menyebabkan suhu yang polymerization, dan karena itu, fouling dari tabung. Thermosiphon reboiler yang digambarkan dalam  gambar 2 adalah khas-uap air panas recirculating thermosiphon reboiler.

Fired reboiler

.

Gambar 3: recirculating fired heater reboiler

Fired heaters (furnaces) dapat digunakan sebagai penyulingan reboiler kolom. pompa diperlukan untuk mengedarkan kolom minum melalui transfer panas tabung dalam tanur dari bagian konveksi dan panas. Gambar 3 menggambarkan fired heater yang  digunakan  dalam  konfigurasi  yang  menyediakan  recirculation  pada  kolom minum cair. Namun, dengan beberapa perubahan yang relatif kecil di bagian bawah kolom penyulingan, fired heater yang juga dapat digunakan  dalam sekali-melalui konfigurasi.Heat sumber untuk fired heater reboiler mungkin salah satu bahan bakar gas atau bahan bakar minyak. Batu bara akan jarang, jika pernah, digunakan sebagai bahan bakar untuk fired heater reboiler.




Gambar 4: Typical-uap air panas sirkulasi reboiler untuk penyulingan




Jenis  reboiler  menggunakan  pompa  berkunjung  ke  kolom  minum  cairan melalui  reboilers.  Gambar  4  menggambarkan  yang  khas  uap-air  panas  terpaksa sirkulasi reboiler.Perlu  dicatat adalah uap panas bukan satu-satunya sumber yang dapat digunakan. Mengalirkan cairan  apapun pada suhu yang cukup tinggi dapat digunakan untuk salah satu dari banyak shell dan  tabung reboiler heat Exchanger jenis.




C. CHILLER

Chiller adalah mesin yang memindahkan panas dari cair melalui uap-kompresi atau  siklus   penyerapan  refrigeration.  J-kompresi  uap  air  chiller  terdiri  dari  4 komponen utama dari uap-compression refrigeration cycle (kompresor, alat menguap, kondensator,             dan        beberapa            bentuk metering                        perangkat).          Mesin     ini              dapat melaksanakan berbagai refrigerants. Penyerapan chillers memanfaatkan air sebagai pendingin dan  bergantung pada Affinity kuat antara air dan lithium bromida solusi pendinginan untuk mencapai efek. Paling sering, adalah murni air dingin, tetapi juga dapat berisi air persentase glycol dan / atau korosi inhibitors; cairan lainnya seperti minyak tipis bisa dingin juga.

Chilled digunakan untuk air dingin dan dehumidify udara pada pertengahan besar untuk ukuran komersial, industri, dan institusi (CII) fasilitas. Chillers air dapat berupa  air  didinginkan,   air-cooled,  atau  evaporatively  didinginkan.  Air-cooled





chillers   menggabungkan   penggunaan   menara   pendinginan   yang   meningkatkan chillers’  thermodynamic  efektif  dibandingkan  dengan  air-cooled  chillers.  Hal  ini disebabkan oleh panas  atau penolakan di dekat udara dari basah-bohlam daripada suhu            yang    lebih      tinggi,                 kadang-kadang     lebih           tinggi, kering-bohlam   suhu. Evaporatively  cooled  chillers  menawarkan  efisiensi  yang  lebih  baik  dari  udara didinginkan, tetapi lebih rendah daripada air didinginkan.

Air    cooled    chillers    biasanya    ditujukan    untuk    indoor    instalasi    dan pengoperasian,  dan  didinginkan  oleh  air  yang  terpisah  kondensator  loop  dan dihubungkan ke luar menara pendinginan untuk membuang panas ke atmosfer. Udara didinginkan dan Evaporatively cooled chillers dimaksudkan untuk luar instalasi dan operasi.  Udara  didinginkan  komputer  secara   langsung  didinginkan  oleh  udara Ambient mekanis yang disirkulasikan langsung melalui mesin kondensator gulungan untuk membuang panas ke atmosfer. Evaporatively didinginkan mesin hampir sama, kecuali mereka menerapkan mist air melalui kondensator gulungan untuk membantu dalam  kondensator pendinginan, membuat mesin lebih efisien daripada tradisional udara didinginkan mesin. Tidak jauh menara biasanya diperlukan dengan salah satu jenis paket udara didinginkan atau evaporatively cooled chillers.

Dimana tersedia,  air  dingin  tersedia  di  dekat  badan  air  dapat  digunakan langsung   untuk   pendinginan,  atau  untuk  mengganti   atau  melengkapi  menara pendinginan. The Deep Lake Water Cooling System di Toronto, Kanada, merupakan contoh.  It  dispensed  dengan  kebutuhan  pendinginan  menara  dengan  memotong signifikan dalam emisi karbon dan konsumsi energi.

Menggunakan air dingin danau dingin yang chillers, yang pada gilirannya akan  digunakan untuk bangunan kota sejuk melalui kabupaten pendinginan sistem. Laba tersebut digunakan untuk air hangat di kota minum air yang diinginkan dalam cuaca dingin. Kapanpun  chiller penolakan dari panas dapat digunakan untuk tujuan produktif,  di  samping  fungsi  pendinginan,  sangat  tinggi  effectivenesses  thermal adalah mungkin.

Penggunaan di udara

Di udara, sistem air dingin biasanya didistribusikan ke exchangers panas, atau coils, di udara  menangani unit, atau jenis perangkat terminal udara yang sejuk di dalamnya   dari   masing-masing   ruang   (s),   dan   kemudian   air   dingin   kembali disirkulasikan  kembali  ke  chiller  harus  didinginkan  lagi.  Pendinginan  ini  coils mentransfer  panas  sensible  dan  panas  laten  dari  udara  ke  air  dingin,  sehingga





pendinginan  dan  biasanya  dehumidifying  aliran  udara.  J  khas  untuk  chiller  AC aplikasi nilai antara 15 sampai 1.500 ton (180.000-18000000 BTU / jam atau 53-5300 kW) dalam kapasitas  pendinginan. Air dingin dapat berkisar antara 35 hingga 45 derajat, tergantung aplikasi persyaratan.

Penggunaan dalam industri

Dalam aplikasi industri, air dingin atau cairan lainnya dari chiller dipompa melalui  proses   atau  peralatan  laboratorium.  Industri  chillers  digunakan  untuk dikontrol  pendinginan  produk,  mekanisme  dan  mesin-mesin  pabrik  di  berbagai industri.  Mereka  sering  digunakan  di  dalam  industri  plastik  injection  dan  blow molding, logam pekerjaan pemotongan minyak, peralatan  welding, die-casting dan hiasan  yg  dibuat  dgn  alat  mesin,  proses  kimia,  farmasi  formulasi,  pengolahan makanan dan minuman, kekosongan sistem, X-ray difraksi, pasokan daya daya dan generasi   stasiun,   peralatan   analitis,   Semikonduktor,   kompresi   udara   dan   gas pendinginan. Mereka juga digunakan untuk panas dingin tinggi khusus seperti MRI mesin dan laser.

Chillers untuk aplikasi industri dapat terpusat, di mana setiap chiller melayani berbagai  kebutuhan  pendinginan,  atau  desentralisasi  di  mana  setiap  aplikasi  atau mesin memiliki chiller.  Setiap pendekatan memiliki keunggulan. Adalah mungkin juga untuk memiliki kombinasi kedua  pusat dan decentral chillers, terutama jika pendinginan  persyaratan  yang  sama  untuk  beberapa   aplikasi  atau  poin  yang digunakan, tetapi tidak semua.




Decentral chillers biasanya dalam ukuran kecil (kapasitas pendinginan), biasanya dari
0,2 ton sampai 10 ton. Pusat chillers umumnya memiliki kapasitas mulai dari sepuluh ton ke ratusan atau ribuan ton.

Vapor-Kompresi chiller Teknologi

Terdapat lima dasarnya berbagai jenis Kompresor digunakan dalam kompresi uap chillers:  Reciprocating kompresi, gulir kompresi, screw-driven kompresi, dan sentrifugal kompresi semua mesin mekanik yang dapat didukung oleh motor listrik, uap,  atau  gas  turbines.  Mereka  menghasilkan  efek  pendinginan  mereka  melalui “reverse-Rankine”              siklus,                        juga   dikenal            sebagai                                  ‘uap-compression’.            Dengan pendinginan yg  menguapkan panas penolakan mereka koefisien-of-kinerja (COPS) sangat tinggi dan biasanya 4,0 atau lebih.





Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi Variable Speed Drive (VSD) teknologi telah meningkatkan  efisiensi  uap  kompresi  chillers.  VSD  pertama  telah  diterapkan  ke kompresor sentrifugal chillers  pada akhir tahun 1970-an dan telah menjadi norma karena biaya energi meningkat. Sekarang, VSDs sedang diterapkan ke putaran screw dan teknologi Kompresor gulir.

Bagaimana Penyerapan Teknologi Bekerja

Penyerapan  chillers’  thermodynamic  siklus  yang  digerakkan  oleh  sumber panas,  panas   ini  biasanya  dikirimkan  ke  chiller  melalui  uap,  air  panas,  atau pembakaran. Dibandingkan  elektrik powered chillers, mereka sangat rendah daya listrik persyaratan – sangat jarang di atas 15  kW dikombinasikan konsumsi untuk kedua solusi pump dan refrigerant pump. Namun, mereka panas masukan persyaratan yang besar, dan mereka sering COPS 0,5 (single-efek) untuk 1.0 (efek ganda). Untuk tonase kapasitas yang sama, mereka membutuhkan lebih banyak menara pendinginan dari uap-kompresi chillers.

Namun, penyerapan chillers, dari efisiensi energi-point of view, excel dimana murah, panas tinggi kelas atau limbah panas yang tersedia. Dalam iklim sangat cerah, solar energi telah digunakan untuk penyerapan chillers beroperasi.Satu-satunya efek penyerapan siklus menggunakan air sebagai pendingin dan lithium bromida sebagai absorbent. Adalah Affinity kuat bahwa kedua benda ada untuk satu sama lain yang membuat siklus kerja. Seluruh proses yang terjadi di hampir selesai kekosongan.

Industri teknologi chiller

Industri  chillers  biasanya  datang  sebagai  paket  lengkap  sistem  lingkaran tertutup,  termasuk  unit  chiller,  kondensator,  dan  stasiun  pompa  dengan  pompa recirculating, katup  ekspansi, tidak ada aliran-shutdown, internal tangki air dingin, dan suhu kontrol. Internal tangki air dingin membantu menjaga suhu dan mencegah sepatu  berduri  dari  suhu  terjadi.  Closed  loop  industri  chillers  recirculate  bersih coolant atau air bersih dengan kondisi addititives pada suhu  dan  tekanan konstan untuk meningkatkan stabilitas dan reproducibility air-cooled mesin dan  instrumen. Air mengalir dari chiller ke aplikasi dari segi penggunaan dan kembali.

Jika differentials antara suhu air masuk dan keluar yang tinggi, maka besar tangki air eksternal akan digunakan untuk menyimpan air dingin. Dalam hal ini air dingin tidak akan  langsung dari chiller ke aplikasi tersebut, namun pergi ke luar tangki air yang bertindak sebagai semacam “penyangga suhu.” Tangki air dingin jauh





lebih besar daripada tangki air internal. Air dingin yang keluar dari tangki eksternal untuk aplikasi dan kembali air panas dari aplikasi akan kembali ke luar tangki, bukan ke chiller.Kurang umum buka lingkaran industri chillers mengontrol suhu yang cair dalam tangki yang terbuka atau terus  recirculating oleh bah itu. Cair yang diambil dari tangki, dipompa melalui chiller dan kembali ke tangki. An adjustable thermostat indera yang makeup cair suhu, bersepeda di chiller untuk menjaga suhu yang konstan dalam tangki.

Salah satu perkembangan baru dalam industri air chillers adalah penggunaan air cooling  bukan udara pendinginan. Dalam hal ini tidak kondensator yang panas dingin Ambient dengan  pendingin udara, tetapi menggunakan air didinginkan oleh sebuah menara. Pengembangan ini  memungkinkan pengurangan energi persyaratan oleh  lebih  dari  15%  dan  juga  memungkinkan  penurunan  yang  signifikan  dalam besarnya chiller karena kecilnya wilayah permukaan air berbasis  kondensator dan tidak adanya penggemar. Selain itu, tidak adanya fans memungkinkan  signifikan untuk mengurangi tingkat kebisingan.

Sebagian  besar  industri  menggunakan  refrigeration  chillers  sebagai  media untuk pendinginan, tetapi beberapa mengandalkan teknik sederhana seperti udara atau air mengalir selama coils berisi coolant untuk mengatur suhu. Air adalah yang paling umum  digunakan  dalam  proses   coolant  chillers,  walaupun  coolant  campuran (kebanyakan  air  dengan  coolant  tambahan   untuk   meningkatkan  panas)  sering digunakan.

Industri chiller pilihan

Penting untuk mempertimbangkan spesifikasi bila mencari industri chillers termasuk sumber daya, penilaian IP chiller, chiller kapasitas pendinginan, kapasitas alat menguap, bahan alat menguap, jenis alat menguap, kondensator bahan, kapasitas kondensator, suhu Ambient, jenis motor fan, tingkat kebisingan, internal piping bahan
, jumlah Kompresor, jenis kompresor, jumlah sirkuit pendingin, persyaratan coolant, keluarnya cairan suhu, dan COP (rasio antara kapasitas pendinginan di KW ke energi dikonsumsi oleh seluruh chiller di KW). Untuk menengah ke chillers besar ini harus berkisar antara 3,5-4,8 dengan nilai-nilai yang  lebih tinggi berarti efisiensi tinggi. Chiller efisiensi sering ditentukan dalam kilowatts per ton pendinginan (kW / RT).

Pompa  proses  spesifikasi  yang  penting  untuk  dipertimbangkan  termasuk proses arus, proses tekanan, pompa bahan, elastomer dan mekanis batang cap bahan, tegangan motor, motor listrik kelas, motor dan pompa IP rating nilai. Jika air dingin





lebih rendah dari suhu -5 ยบ C, maka kebutuhan pompa khusus yang akan digunakan untuk  dapat  pompa  tingginya  konsentrasi  dari  ethylene  glycol.  Penting  lainnya termasuk spesifikasi internal tangki air ukuran dan bahan-bahan dan penuh beban .
Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753