MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

TELA’AH INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEOSCRIBE PADA PEMBELAJARAN PKN KELAS 12 SMA, DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN PAIKEM





PENDAHULUAN
            Pendidikan sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era global diharapkan dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya ketrampilan intelektual, sosial, dan personal. Pendidikan harus menumbuhkan berbagai kompetensi peserta didik. Ketrampilan intelektual, sosial, dan personal dibangun tidak hanya dengan landasan rasio dan logika saja, tetapi juga inspirasi, kreativitas, moral, intuisi (emosi) dan spiritual. Sekolah sebagai institusi pendidikan dan miniatur masyarakat perlu mengembangkan pembelajaran sesuai tuntutan kebutuhan era global. Salah satu upaya yang dapat dikembangkan oleh sekolah adalah pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Proses pembelajran inovatif mengadaptasi model pembelajaran yang menyenangkan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini dipikirannya, tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggang waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan dan rasa bosan. Dalam proses ini guru dan siswa saling memberikan pengetahuan tentang bagaimana hasil belajarnya bagi siswa. Dan guru menerapkan kegiatan mengajar belajar dan bukan kegiatan belajar mengajar. Karena proses pembelajaran ini mengutamakan kreativitas siswa. Siswa menjadi subyek belajar, bukan obyek belajar.
            Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) merupakan mata pelajaran yang lebih identik dengan pembentukan sikap dan nilai moral. Berdasarkan observasi pratindakan di salah satu sekolah negeri yang ada di Palembang, dalam pembelajaran PKn menunjukkan bahwa hasil belajar yang di capai siswa masih rendah. Selain itu, model pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi yaitu ceramah, Tanya jawab, dan penugasan, sehingga kurang aktif dalam dalam pembelajaran dan cenderung bosan mengikuti pelajaran.
            Oleh karena itu dalam pembelajaran PKn, siswa dibina untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. Agar tujuan dapat berjalan dengan baik maka sebagai guru PKn hendaknya menjadi teladan dalam ber-PKn dengan menunjukkan contoh prilaku yang diharapkan ditiru dan dilaksanakan siswa dalam kehidupan disekolah dan kehidupan sehari-hari di masyarakat.


TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Media Video Scribe Sparkol
            Video ScribeI Sparkol adalah software yang bisa kita gunakan dalam membuat design animasi berlatar putih dengan sangat mudah. Software ini dikembangkan pada tahun 2012 oleh sparkol ( Salah satu perusahaan yang ada di Inggris ). Dan tepat setahun setelah dirilis dan dipublikasikan, software ini sudah mempunyai pengguna sebesar 100.000 orang lebih. Menurut Sparkol VideoScribe adalah cara unik untuk membuat animasi video yang menarik dengan cepat dan mudah. Andadiberdayakan untuk membawa dampak pesan Anda tanpa pengetahuan, teknis, atau desain ( Air, 2014: 3). Menurut Sutrisno (2016: 2) VideoScribe merupakan sarana yang baik untuk pengembangan belajar mandiri di rumah maupun di sekolah.
            Whiteboard animation video dikenal dengan banyak nama lain, seperti 'sketch videos', 'doodle videos', 'video scribing' atau 'explainer videos', meskipun begitu, orang lebih nyaman menyebutnya whiteboard animation (animasi papan tulis). Whiteboard animation (animasi papan tulis) adalah di mana seorang seniman membuat sketsa gambar dan teks di atas papan tulis, atau mungkin kertas atau kanvas, untuk menggambarkan sebuah skrip tertentu atau narasi (Darmawan, 2014:4)
            Menurut pengertian diatas videoscribe sparkol white board animation adalah sofware yang digunakan untuk mempermudah peserta didik dalam memahami pembelajaran yang di sampaikan guru melalui gambar dan audio visual dengan mudah dan merupakan aplikasi lunak yang hasilnya berbentuk video yang bisa digabungkan dengan peta konsep, gambar, suara, dan musik. Video Scribe Sparkol sebuah media pembelajaran yang dapat memungkinkan menampilkan gambargambar yang tidak dapat disajikan di dalam kelas.
            Kelebihan Video Scribe Sparkol Menurut Mayer dalam Air, dkk (2014:23) dalam penelitiannya mengemukakan kelebihan penggunaan media video scribe Sparkol dalam proses pembelajaran, sebagai berikut:
1.      Kondisi terbaik seseorang ketika belajar yaitu pada saat penggunaan kata-kata dan gambar disajikan secara bersamaan.
2.      Seseorang belajar akan lebih baik ketika animasi dan suara disajikan bersamaan dari pada hanya animasi dan teks.
3.      Seseorang akan belajar lebih baik ketika bahan ajar disajikan dengan sederhana.
            Adapun menurut Air, Oakland, dan Walter dalam bukunya Video Scribing How Whiteboard Animation, Will Get You Heard mengemukakan kelebihan media video scribe Sparkol, sebagai berikut:
a.       Ilustrator media video scrbe sparkol untuk memarkan hasil karya mereka dalam bentuk video.
b.      Beberapa sekolah menggunakan video scribe sparkol untuk membuat sumber belajar lebih menarik.
c.       Video scribe sparkol dapat digunakan untuk menstimulus keingintahuan peserta didik dalam proses pembelajaran berbasis IT. Wiseman dalam tulisannya artikelnya juga mengemukakan kelebihan video scribe sparkol, sebagai berikut :
  1. Dapat menarik perhatian peserta didik secara lebih dalam dalam proses pembelajaran.
  2. Penggunaan media video scribe sparkol dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran (Smy,online)

            Berdasarkan beberapa pendapat di atas mengenai kelebihan media video scribe sparkol dapat ditarik kesimpulan bahwa kelebihannya adalah video scribe sparkol merupakan program aplikasi yang banyak digunakan di sekolah sebagai media pembelajaran supaya di dalam proses pembelajaran lebih menarik dan mudah disajikan selanjutnya penggunaan program video scribe sparkol dapat meningkatkan stimulus, kreativitas dan produktivitas peserta didik di dalam proses pembelajaran. Kelemahan Video Scribe Sparkol Menurut Daryanto (2011:79) mengemukakan beberapa kekurangan media video dalam proses pembelajaran sebagai berikut:
1.      Opposition, pengambilan yang kurang tepat dapat menyebabkan timbulnya keraguan penonton dalam menafsirkan gambar yang dilihatnya.
2.      Material, pendukung Video membutuhkan alat proyeksi untuk dapat menampilkan gambar yang ada di dalamnya.
3.      Budget,untuk membuat video membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan Sadiman, dkk (2006:75) mengemukakan kelemahan atau hambatan-hambatan dalam penggunaannya media video yaitu:
  1. Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang dipraktikkan.
  2. Sifat komunikasinya bersifat satu arah dan harus diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain,
  3. Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna.
  4. Memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks. Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas mengenai kelemahan penggunaan video didalam proses pembelajaran dapat disimpulkan yaitu dapat menimbulkan sifat komunikasi satu arah dan didalam proses penampilan video memerlukan peralatan yang kompleks serta pada saat pembuatan video memerlukan waktu yang tidak sedikit



PEMBAHASAN
            Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru.
            Transformasi terjadi melalui kreasi pemahaman baru (Gardner, 1991) yang merupakan hasil dari munculnya struktur kognitif baru. Pemahaman yang mendalam terjadi ketika hadirnya informasi baru yang mendorong munculnya atau menaikkan struktur kognitif yang memungkinkan para siswa memikirkan kembali ide-ide mereka sebelumnya. Dalam seting kelas konstruktivistik, para siswa bertanggung jawab terhadap belajarannya, menjadi pemikir yang otonom, mengembangkan konsep terintegrasi, mengembangkan pertanyaan yang menantang, dan menemukan jawabannya secara mandiri (Brook & Brook, 1993; Duit, 1996; Savery & Duffy, 1996). Tujuh nilai utama konstruktivisme, yaitu: kolaborasi, otonomi individu, generativitas, reflektivitas, keaktifan, relevansi diri, dan pluralisme. Nilai-nilai tersebut menyediakan peluang kepada siswa dalam pencapaian pemahaman secara mendalam
            Menurut Aam Komariyah Cepi Triatna dalam Supardi (2013) mendefenisikan efektivitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran atau tujuan (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah di capai. Sedangkan menurut Warsita (2008: 287) efektivitas sering kali diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran. Keefektifan dari media Video Scribe Sparkol ini di ukur dengan instrument tes. Tes ini yaitu berupah memberian soal pilihan ganda yang dibagi kedalam dua sesih. Sesih pertama pemberian soal pretest dan sesih kedua pemberian soal postest setelah penerapan media pmbelajaran Video Scribe Spakrol pada saat dilaksanakannya uji coba lapangan (Field Test). Uji coba lapangan dengan menggunakan media pembelajaran menggunakan program Video Scribe Sparkol. Dari hasil nilai pretest didapat rerata yaitu sebesar 44,3 dengan kategori kurang baik dan kemudian rerata hasil postest yaitu 89,6 dengan kategori baik. Terjadi peningkatan sebesar 45,3% dan nilai Ngain sebesar 0,81, jika 0,81 ≥7 maka termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan pada hasil nilai observasi didapat nilai rerata 21,46 dengan kategori sangat.  Peningkatan nilai hasil belajar peserta didik pada saat posttest setelah menggunakan media pembelajaran menggunakan program Video Scribe Sparkol, sesuai dengan pendapat ahli seperti dalam Sudjana dan Rivai (2013: 2) media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar peserta didik. Jadi dapat disimpulkan berdasarkan uraian diatas penerapan media pembelajaran menggunakan media pembelajaran Video Scribe Sparkol  memiliki dampak yang sangat efektif dan berpengaruh kepada hasil belajar peserta didik.




KESIMPULAN
  • Berdasarkan beberapa pendapat di atas mengenai kelebihan media video scribe sparkol dapat ditarik kesimpulan bahwa kelebihannya adalah video scribe sparkol merupakan program aplikasi yang banyak digunakan di sekolah sebagai media pembelajaran supaya di dalam proses pembelajaran lebih menarik dan mudah disajikan selanjutnya penggunaan program video scribe sparkol dapat meningkatkan stimulus, kreativitas dan produktivitas peserta didik di dalam proses pembelajaran.
  • Dapat disimpulkan berdasarkan uraian diatas penerapan media pembelajaran menggunakan media pembelajaran Video Scribe Sparkol memiliki dampak yang sangat efektif dan berpengaruh kepada hasil belajar peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA
Afandi, Muhammad dan Badarudin.2011. Perencanaan Pembelajaran.Bandung: Alfabeta
Air, Jon & dkk. 2014. Video Scribing Howw Whiteboard Animation Will Get You Heart.Bristol, UK.: Sparkol Books

Anggana Yudha & Tri Sutrisno. 2016.Pengembangan Media VideoScribe Berbasisi ELearning pada Mata Pelajaran Komunikasi Data dan Interface di SMK Sunan Drajat Lamongan. Jurnal Pendidikan Elektro.
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Darmawan, Rohmat Dipo. 2014. Perancangan Dan Pembuatan Video Pembelajaran Multimedia Lanjut Dengan Menggunakan Teknik Whiteboard Animation Video. Naskah Publikasi. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Amikom Yogyakarta










Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753