MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

“SOKOWI (SOSIALISASI KOPERASI DAN KERIWAUSAHAAN), SEBAGAI UPAYA PEMAHAMAN PENTINGNYA KOPERASI SEKOLAH BAGI SANTRIWAN DAN SANTRIWISATI MAN PACITAN




“SOKOWI (SOSIALISASI KOPERASI DAN KERIWAUSAHAAN), SEBAGAI UPAYA PEMAHAMAN PENTINGNYA KOPERASI SEKOLAH BAGI SANTRIWAN DAN SANTRIWISATI MAN PACITAN

ABSTRAK
Wirausaha adalah suatu program ber-usaha yang mewajibkan seorang pengusaha ulet, trampil dan kreatif. Pelaksanaan koperasi sekolah merupakan salah satu organisasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang berfungsi sebagai wahana pembelajaran praktik bagi siswa untuk belajar dan membentuk keterampilan berwirausaha secara optimal. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai jenjang pendidikan, misalnya Koperasi SD, Koperasi SLTP, Koperasi SMA/SMK bahkan Koperasi Universitas. Koperasi sekolah mempunyai sasaran koperasi untuk mengenalkan peserta didik dalam kegiatan pelaksanaan perkoperasian, membentuk sikap yang positif dalam memberikan bekal keterampilan sehingga bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan.
Dari sisi fasilitas sekolah dengan adanya pembiasaan berbelanja di koperasi sekolah membuat keuntungan yang didapatkan oleh koperasi sekolah dapat digunakan semaksimal mungkin untuk kebutuhan siswa di era saaat ini semisal pemenuhan akses WIFI yang gratis, penyediaan toilet yang bersih, adanya office boy yang selalu menjaga kebersihan setiap sudut sekolah dan berbagai manfaat lainnya.

Kata Kunci: Koperasi, Sekolah, Wirausaha

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Wirausaha adalah suatu program ber-usaha yang mewajibkan seorang pengusaha ulet, trampil dan kreatif. Program inilah yang gencar digaungkan oleh pemerintah kita sebagai upaya pemecahan masalah pengangguran dan kemiskinan di indonesia. karena dengan beriwrausaha seseorang tidak akan lagi menganut prinsip classic mencari sebuah pekerjaan, namun dia akan membuka lapangan pekerjaan bagi sesamanya.
Tentunya dengan prinsip utama seperti ini, maka akan menyerap tenaga pengangguran disekitarnya. Seorang wirausahawan tidaklah harus orang yang mempunyai title/gelar akademis yang tinggi, mempunyai modal/capital yang besar, bukan juga orang yang mempunyai sumber daya alam dan insani yang tinggi. Namun seorang wirausahawan adalah orang yang mempunityai jiwa kreatf dan dapat memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi suatu yang bernilai tinggi.
Pelajar adalah salah satu bibit unggulan menciptakan seorang wirausahawan yang ulet dan tangguh, mengapa? Karena di usia pelajar banyak ide ide “gila” dan kreatif yang mereka dapat tuangkan dan kembangkan melalui program wirausaha ini, selain itu lewat program ini pula dapat menyalurkan tenaga berlebih yang memiliki, agar tidak disalurkan melalui cara cara negatif seperti tawuran, narkoba,dsb. Disisi lain dengan adanya konsep pelajar wirausaha ini akan mempersiapkan para generasi muda yang berdikari untuk menyambut adanya pasar
Masyarakat Ekonomi Asean 2016 (MEA), yang syarat akan persaingan dunia kerja dan usaha yang sangat ketat. Kalau tidak mulai dari bibit pelajar tentunya kita akan sangat sulit bersaing dengan negara negara tentangga yang sudah menerapkan konsep seperti ini.
Pelaksanaan koperasi sekolah merupakan salah satu organisasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang berfungsi sebagai wahana pembelajaran praktik bagi siswa untuk belajar dan membentuk keterampilan berwirausaha secara optimal. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai jenjang pendidikan, misalnya Koperasi SD, Koperasi SLTP, Koperasi SMA/SMK bahkan Koperasi Universitas.
Koperasi sekolah mempunyai sasaran koperasi untuk mengenalkan peserta didik dalam kegiatan pelaksanaan perkoperasian, membentuk sikap yang positif dalam memberikan bekal keterampilan sehingga bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan. Hal ini dipertegas Sonhadjil dan Hasan (2015: 16) menyatakan bahwa, lulusan yang memiliki dasar pendidikan koperasi mendapatkan pekerjaan tetap lebih cepat, merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka, menerima lebih tinggi upah, menerima penilaian yang lebih baik untuk penampilan mereka, dan memiliki sikap positif terhadap kegiatan kewirausahaan yang ada di sekolah mereka.
Pemanfaatan koperasi sekolah dapat digunakan sebagai salah satu media praktik secara langsung bagi para siswa dalam menerapkan keterampilannya sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing dan juga pembelajaran tersendiri bagi hidupnya sendiri. Siswa dapat mengembangkan potensinya baik untuk menjadi wirausaha maupun sebagai tenaga kerja. Selain itu koperasi juga berguna sebagai sumbangsih dalam menambah penghasilan, baik itu penghasilan bagi siswa, penghasilan sekolah dan membantu membangun perekonomian masyarakat.
Koperasi sekolah mempunyai sasaran yang ingin dicapai. Sasaran tersebut menurut Suwandi (1982: 1) yaitu untuk mengenalkan koperasi secara langsung dan melakukan kegiatan usaha koperasi secara langsung. Hal ini dipertegas Sonhadjil dan Hasan (2015: 16) menyatakan bahwa: lulusan yang memiliki dasar pendidikan koperasi mendapatkan pekerjaan tetap lebih cepat, merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka, menerima lebih tinggi upah, menerima penilaian yang lebih baik untuk penampilan mereka, dan memiliki sikap positif terhadap kegiatan kewirausahaan yang ada di sekolah mereka.




TINJAUAN PUSTAKA

Koperasi
Menurut Arifin Chaniago (1982: 1), Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan, yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha, untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. Pengertian Koperasi yang senada dikemukakan oleh Margono Djojohadikoesoemo (Hendrojogi, 1999: 21), yang menyatakan bahwa Koperasi ialah perkumpulan manusia yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.
Undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, menyebutkan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan dan kegotongroyongan. Gotong-royong merupakan sifat kepribadian bangsa Indonesia kita yang asli, dan lazimnya terdapat dalam masyarakat yang gemeinshaftlich (erat rasa persaudaraannya).
Menurut CIA (Cooperative International Alliance) dalam (Kartasapoetra, 2007: 19) Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang atau badan yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan secara bersama dan tanggung jawab bersama terhadap akibat yang ada dan secara demokrasi.
Perangkat organisasi Koperasi terdiri dari: (a) Rapat anggota; (b) Pengurus; (c) Pengawas. Fungsi Koperasi: (1) alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat; (2) alat pendemokrasian nasional; (3) sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa Indonesia; (4) alat pembinaan insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan ekonomi bangsa Indonesia serta bersatu dalam mengatur tatalaksana perekonomian rakyat. Asas Koperasi adalah Kekeluargaan dan Kegotongroyongan. Pengurus Koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang untuk mengelola usaha Koperasi. Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa Koperasi. Syarat keanggotaan diatur dalam AD dan ART.
Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah adalah Koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggotaanggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah didirikan dalam rangka menanamkan pendidikan Koperasi kepada siswa agar tujuan pengembangan Koperasi di Indonesia dapat terwujud. Landasan didirikannya Koperasi sekolah adalah keputusan bersama antara Departemen Transmigrasi dan Koperasi dengan Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 16 Juli 1972 Nomor 275/SKPTS/ Mentranskop dan Nomor 0102/U/1983. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi Nomor 633/SKPTS/Men/ 1974, menjelaskan bahwa Koperasi sekolah adalah Koperasi yang didirikan di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, Madrasah dan pesantren.
Ciri-ciri Koperasi sekolah adalah: (1) Koperasi sekolah didirikan dalam rangka kegiatan belajar mengajar para siswa; (2) Model Pembelajaran Kewirausahaan dengan Media Koperasi Sekolah Anggotanya adalah kalangan siswa sekolah yang bersangkutan; (3) Tidak disyaratkan berbadan hukum; (4) Berfungsi sebagai laboratorium pengajaran Koperasi di sekolah. Tujuan didirikan Koperasi sekolah adalah untuk memajukan kesejahteraan anggota (warga sekolah) pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Menurut SK bersama Departemen Transmigrasi dan Koperasi dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tujuan pembentukan Koperasi sekolah adalah: (1) Mendidik, menanamkan, dan memelihara suatu kesadaran hidup bergotong royong dan setia kawan serta jiwa demokratis diantara para siswa; (2) Memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran dan semangat Koperasi para siswa; (3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Koperasi dikalangan anggota yang berguna bagi para siswa untuk bekal terjun dimasyarakat; (4) Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah; (5) Membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pembagian kegiatan usaha.
Koperasi sekolah dapat memberikan manfaat bagi siswa yaitu: (1) dapat digunakan sebagai sarana belajar berorganisasi, menjalankan usaha untuk kesejahteraan anggota; (2) memenuhi segala kebutuhan alat-alat pelajaran; (3) membentuk sikap mental yang baik, berdisiplin dan jujur di kalangan siswa; (4) melatih siswa untuk menabung; (5) memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha (SHU); (6) melatih jiwa wirausaha di kalangan siswa; (7) menumbuhkan kompetensi siswa terhadap pemahaman sikap dan keterampilan berkoperasi untuk bekal hidup di masyarakat; (8) bagi pengurus memberi pengalaman untuk memimpin dan mengendalikan organisasi dan bisnis.

Diagram Susunan Kepengurusan Koperasi

2. Fungsi Koperasi Sekolah
Koperasi memiliki fungsi yang berdampak pada banyak aspek. Adapun fungsi koperasi adalah sebagai berikut :
a. Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat;
b. Alat pendemokrasian sosial;
c. Sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa Indonesia;
d. Alat pembinaan insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan ekonomi bangsa Indonesia serta bersatu dalam mengatur tata laksana perekonomian rakyat.
Selain itu dalam Bab III, bagian pertama pasal 4 Undangundang Republik Indonesia No. 25 Tahun 1992 diuraikan fungsi dan
peran koperasi, yaitu :
a. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejakteraan ekonomi dan sosialnya;
b. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;
c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya;
d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomiannasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Koperasi sekolah dimaksudkan sebagai sarana pendidikan sekolah ke arah kegiatan praktis, sehingga dapat mencapai kebutuhan ekonomi di kalangan siswa dan mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, percaya diri, leadership, kreativitas, dan jiwa demokratis para siswa yang sangat berguna bagi pembangunan bangsa dan negara. Adapun fungsi koperasi sekolah di antaranya sebagai berikut:
a. Agar para siswa memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa demokratis.
b. Agar siswa memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis dalam hal pengelolaan koperasi sekola melalui latihan-latihan maupun praktik kerja nyata.
c. Menanamkan dan memupuk rasa tanggung jawab siswa dalam hidup bergotong royong di masyarakat.
d. Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor usaha melalui program pendidikan di sekolah.
e. Menumbuhkan aspirasi dan partisipasi masyarakat sekolah terhadap koperasi, sekaligus sebagai sarana untuk menanamkan jiwa, semangat, serta sikap wirausaha.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan fungsi koperasi sekolah adalah untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Selain itu pembentukan koperasi sekolah di kalangan siswa dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dalam rangka menumbuhkan jiwa serta sikap wirausahawan yang tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah yaitu menanamkan kesadaran berwirausaha sejak dini.
3. Asas dan Landasan Hukum Koperasi Sekolah
Yang menjadi dasar atau landasan hukum koperasi sekolah adalah sebagai berikut :
a. Landasan ideologi koperasi sekolah adalah pancasila;
b. Landasan Struktural/konstitusional koperasi sekolah : UUD 1945 pasal 33;
c. Landasan operasional koperasi sekolah adalah peraturan-peraturan pemerintah, diantaranya :
1) Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi No.638/SKPTS/MEN/1974;
2) Keputusan Bersama Menteri Koperasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri No.SKB 125/M/KPTS/X/1984, No.0447/U/1984, dan No. 71 tahun 1984 tentang pembinaan dan pengembangan koperasi sekolah.
4. Prinsip-Prinsip Koperasi
Sebagaimana halnya koperasi-koperasi yang ada di Indonesia, koperasi sekolah harus mendasarkan diri pada suatu aturan yang dinamakan prinsip atau sendi dasar koperasi salah satunya adalah tujuan pendidikan nasional yang ditunjang oleh tujuan pendidikan yang dibuat oleh sekolah.
Adapun prinsip-prinsip koperasi menurut Undang – Undang No 25 Tahun 1992 adalah sebagai berikut :
a. Keanggotannya bersifat sukarela dan terbuka;
b. Pengelolaannya dilakukan secara demokratis;
c. Pembagian sisa hasil usaha secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota;
d. Pemberian balas jasa tidak terkait dengan besarnya setoran modal;
e. Kemandirian;
f. Pendidikan koperasi;
Menurut Hendrojogi pendidikan koperasi adalah mutlak untuk dilaksanakan oleh setiap organisasi koperasi. Semua koperasi harus menyelenggarakan pendidikan bagi pengurus, petugas, karyawan dan umum tentang asas-asas dan teknik perkoperasian. Dengan ditingkatkannya pengetahuan para pengelola koperasi diharapkan asas-asas dan teknik perkoperasian akan lebih mudah diterapkan dalam praktik.  Pernyataan ini juga didukung oleh Herlan Firmansyah, dkk. Pendidikan terhadap anggota menjadi prinsip pokok dalam koperasi. Melalui pendidikan, anggota akan mengetahui bagaimana berkoperasi sehingga diharapkan berdampak langsung terhadap tingkat partisipasi anggota dalam membangun koperasi.
g. Kerjasama antar koperasi.




PEMBAHASAN

Gambaran Umum Koperasi MAN PACITAN
Berikut ini akan dijabarkan mengenai gambaran umum koperasi sekolah, mulai dari tujuan pendirian koperasi MAN PACITAN dan manfaat adanya koperasi MAN PACITAN yang dirasakan oleh warga sekolah.
1. Tujuan Didirikannya Koperasi MAN PACITAN
Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang melibatkan siswa dan dikoordinatori oleh guru dan Kepala Sekolah. Koperasi sekolah didirikan di lingkungan sekolah pasti memiliki tujuan tertentu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Koperasi sekolah dimaksudkan sebagai sarana pendidikan sekolah ke arah kegiatan praktis, sehingga dapat mencapai kebutuhan ekonomi di kalangan siswa dan mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, percaya diri, leadership, kreativitas, dan jiwa demokratis para siswa yang sangat berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.
Terdapat tiga tujuan utama dalam pendirian koperasi sekolah di MAN PACITAN, yaitu : pertama, menumbuhkan keterampilan siswa. Kepala Sekolah mengetahui betul seberapa pentingnya keterampilan bagi siswanya. Jadi, salah satu cara agar para siswa memiliki keterampilan berupa keterampilan dalam pembukuan, pelayanan kepada pelanggan, dan teknik-teknik penjualan. Hal-hal tersebut dapat ditumbuhkan melalui koperasi sekolah.
Kedua, sebagai salah satu badan usaha sekolah dengan tujuan untuk kesejahteraan sekolah dan seluruh warga sekolah dalam hal ini adalah kesejahteraan guru dan karyawan. Tentu saja salah satu tujuan dari koperasi sekolah adalah agar anggota yang ikut terlibat di dalamnya menjadi sejahtera, dalam hal ini adalah guru dan karyawan yang ada di MAN PACITAN.”
Ketiga, koperasi digunakan sebagai sarana praktik siswa. Maksud dari koperasi dijadikan lahan dalam menunjang praktik siswa adalah jika di kelas siswa sudah banyak menerima banyak teori sedangkan dalam pengaplikasiannya terkadang siswa masih banyak yang belum mengerti, oleh karena itu koordinator koperasi berinisiatif untuk membantu siswa dalam mengaplikasikan teori yang telah mereka dapatkan di dalam kelas, salah satunya yaitu dengan ikut terlibat dalam pengelolaan koperasi. Misalnya, ketika siswa belajar akuntansi di mana ada debit dan kredit, mereka masih bingung dalam menyelesaikan soal yang diberikan guru. Kemudian, dengan dibantu mereka praktik secara langsung di koperasi mereka jadi lebih mudah memahami pelajaran tersebut.
Manfaat Koperasi MAN PACITAN
Manfaat dengan adanya koperasi sekolah sangat bermacam-macam, tergantung dari sisi mana koperasi itu dilihat. Dalam penelitian ini manfaat koperasi dibagi menjadi 3 perspektif, yaitu dari perspektif pengelola koperasi, guru, dan siswa.
a. Perspektif pengelola koperasi
Jika dilihat dari sisi pengelola koperasi, manfaat yang dirasakan yaitu: pertama, siswa mudah mendapatkan kebutuhan keseharian mereka seperti peralatan belajar, minuman, makanan, dll. Siswa tidak perlu keluar dari sekolah jika sewaktu-waktu membutuhkan barang-barang tersebut.
Kedua, dengan adanya koperasi sekolah para guru mendapatkan keuntungan seperti mendapatkan THR dan kesejahteraan-kesejahteraan lainnya. Ketiga, sebagai fasilitas siswa untuk belajar. Biasanya belajar pembukuan untuk anak akuntansi dan belajar menangani pelanggan untuk siswa pemasaran. Keempat, menanamkan mental yang baik kepada siswa, seperti menanamkan rasa tanggung jawab, jujur, percaya diri, dan berani karena mereka diberi kepercayaan untuk menjual barang-barang yang ada di koperasi dan menghitung jumlah pemasukan dan pengeluaran. 5
b. Perspektif Guru
Manfaat yang dirasakan dilihat dari perspektif guru selain mendapatkan manfaat berupa Tunjangan Hari Raya, guru pun mendapatkan kemudahan lainnya, yaitu dengan adanya koperasi sangat membantu guru dalam pengadaan buku pelajaran jika kiriman buku dari pemerintah belum ada. Dikarenakan terkadang buku dari pemerintah terlambat datangnya sedangkan buku tersebut sudah harus mulai disampaikan kepada siswa.
c. Siswa
Selain dari sisi guru, manfaat koperasi sekolah juga dirasakan oleh para siswa. Siswa sangat senang dengan adanya koperasi sekolah, karena mereka banyak belajar dari koperasi yang tidak didapatkan di dalam kelas. koperasi bermanfaat bagi mereka untuk dapat mengaplikasikan pelajaran yang tidak mereka mengerti, seperti pembukuan, pemasaran, dan pelayanan, selain itu juga koperasi memotivasi mereka untuk mencoba berwirausaha walaupun dalam ranah yang kecil.
            Selain itu dari sisi fasilitas sekolah dengan adanya pembiasaan berbelanja di koperasi sekolah membuat keuntungan yang didapatkan oleh koperasi sekolah dapat digunakan semaksimal mungkin untuk kebutuhan siswa di era saaat ini semisal pemenuhan akses WIFI yang gratis, penyediaan toilet yang bersih, adanya office boy yang selalu menjaga kebersihan setiap sudut sekolah dan berbagai manfaat lainnya.

Image result for siswa wifi
Gambar Pemanfaatan WIFI untuk pembelajaran santri
Image result for office boy sekolah
Gambar Office Boy yang menjaga kebersihan sekolah
            Dipandang dari sudut pembelajaran dan karakterisitik dalam ilmu kewirausahaan bagi siswa maka ada 6 manfaat utama yang didapatkan oleh siswa dengan adanya koperasi sekolah diantaranya adalah:
1. Leadership
Peran koperasi sekolah dalam menumbuhkan karakteristik “leadership” pada diri siswa sudah baik. Pertama, setelah siswa mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa mulai tertarik pada posisi kepemimpinan.
Kedua, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa merasa sangat memiliki dampak pada rasa tanggung jawab siswa. Hal ini dikarenakan siswa diberi kepercayaan dalam menjaga koperasi, sehingga menuntut mereka untuk bertanggung jawab.
Ketiga, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa menjadi dapat berteman dengan banyak teman.hal ini dikarenakan mereka lebih sering berinteraksi dengan pembeli. Keempat, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa mulai senang mengambil keputusan yang berkaitan dengan banyak orang. Kelima, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah mereka jadi lebih senang menerima saran, hal ini dikarenakan mereka terbiasa melayani pembeli di koperasi sekolah dan banyak menerima keluhan dari pembeli. Keenam,setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa menjadi lebih berani tampil di depan umum. Hal ini dikarenakan mereka sering berhadapan dengan banyak pembeli.
2. Orientasi Tugas dan Hasil
Peran koperasi sekolah dalam menumbuhkan karakteristik “orientasi tugas dan hasil” pada diri siswa sudah baik, yang menyatakan bahwa koperasi sekolah membuat mereka selalu dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan teliti, karena ketika melakukan kegiatan di koperasi sekolah mereka dituntut untuk serba cepat namun tetap teliti hal ini dikarenakan mereka selalu dihadapkan dengan pembeli yang ingin serba cepat.
3. Orientasi Masa Depan
Peran koperasi sekolah dalam menumbuhkan karakteristik “orientasi masa depan” pada diri siswa sudah sangat baik. Pertama,setelah mereka mengikuti kegiatan di koperasi sekolah mereka memiliki gambaran mengenai dunia usaha, dan sebagian besar ingin menjadi seorang wirausahawan.
Kedua, koperasi sekolah berperan dalam memotivasi mereka untuk lebih maju. Hal ini dikarekan koperasi mengajarkan mereka untuk tidak putus asa dalam menjual produk dan melayani pembeli, sehingga tumbuh dalam diri mereka untuk menjadi manusi yang lebih maju dan lebih baik lagi dari hari kemarin.
4. Kreativitas
Peran koperasi sekolah dalam menumbuhkan karakteristik “kreativitas” pada diri siswa sudahbaik.Pertama, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa menjadi segar akan ide-ide baru. Hal ini dikarenakan melalui koperasi sekolah siswa belajar untuk membuat sesuatu yang baru setiap hari agar pembeli merasa puas dengan pelayanan yang mereka berikan.
Kedua, setalah melakukan kegiatan di koperasi sekolah imajinasi siswa berkembang dengan baik, hal ini dikarenakan siswa dituntut untuk selalu kreatif dalam menjual produk yang ada di koperasi.
5. Pengambil Risiko
Peran koperasi sekolah dalam menumbuhkan karakteristik “pengambil risiko” pada diri siswa sudah baik. Pertama, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa menjadi suka terhadap tantangan. Ini dikarenakan dalam bisnis pasti ada untung dan rugi, dan siswa harus mampu mengelola itu. Hal ini mereka dapatkan ketika sedang melakukan kegiatan di koperasi sekolah, dan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Kedua, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah, siswa menjadi tidak takut gagal. Hal ini diakarenakan kegiatan koperasi sekolah mengajarkan mereka untuk tidak takut salah dalam mencoba apalagi takut akan kegagalan. Melalui koperasi sekolah mereka belajar untuk menanamkan mental yang kuat.
Ketiga, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah siswa menjadi lebih berani. Berani disini bukanlah hal yang negatif, melainkan berani yang cenderung kepada arah-arah yang positif seperti berani menanggung risiko, berani gagal, berani kalah, bahkan berani untuk menang.
6. Percaya Diri
Peran koperasi sekolah dalam menumbuhkan karakteristik “percaya diri” pada diri siswa sudah baik, setelah mengikuti kegiatan di koperasi sekolah kepercayaan diri siswa mulai tumbuh, dan menjadi lebih optimis. Hal ini dikarenakan di koperasi sekolah siswa diajarkan selalu berpikiran positif bahwa barang-barang yang ada di koperasi akan laku terjual, dan hal ini berdampak pada meningkatnya rasa percaya diri siswa.





KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan ini sebagai bahan rekomendasi dengan mempertimbangkan hasil penelitian baik dilapangan maupun secara teoritis, maka beberapa hal yang dapat dijadikan saran dari penulis adalah sebagai berikut:
1. Berdayakan koperasi sekolah dengan cara membuat program-program kreatif agar siswa memiliki pengalaman di koperasi sekolah sebagai motivasi untuk menjadi manusia yang memiliki keahlian dan dapat berguna bagi agama, bangsa, dan negara; selain itu, tanamkan jiwa kewirausahaan siswa dengan meningkatkan kegiatan di koperasi agar siswa memiliki mental wirausahawan.
2. Buatlah kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas siswa sehingga siswa tidak terpaku pada kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di koperasi. Misalnya, buatlah kegiatan bazar koperasi sekolah yang menjual barang—barang hasil kreativitas siswa sehingga siswa memiliki pengalaman baru dalam kegiatan perkoperasian. Selain itu, siswa diharapkan harus lebih bertanggung jawab, percaya diri, disiplin, dan berani dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh Pembina koperasi.
3. Kepala sekolah diharapkan dapat membuat program pendidikan dan pelatihan koperasi bagi pembina koperasi sekolah, guru, dan siswa. Agar dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka, pembinaan kewirausahaan melalui koperasi sekolah harus direncanakan secara matang dan terencana agar memiliki manfaat yang positif. Tingkatkan motivasi dalam memberikan teladan berwirausaha bagi pengelola koperasi, guru, dan juga siswa. Selain itu, kepala sekolah diharapkan dapat menugaskan dan mempercayakan pengelolaan koperasi sekolah kepada guru yang memiliki kemampuan tinggi dalam hal pembinaan koperasi agar system pengelolaan koperasi sekolah berdampak positif bagi seluruh warga sekolah.


DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik No. 78/11/Th. XVI. 6 November 2013.
Casson, Mark. Entrepreneurship : Teori, Jejaring, Sejarah. cet. 1. Jakarta : Rajawali Pers. 2012.
Direktorat Tenaga Kependidikan Edilius, Sudarsono. Koperasi dalam Teori & Praktik. cet. 5. Jakarta : Rineka Cipta. 2010.
Firdaus, M. dan Agus Edhi. Perkoperasian : Sejarah, Teori & Praktek. cet.2. Bogor : Ghalia Indonesia. 2004.
Firmansyah, Herlan. Romi F dan Agus A. Advanced Learning Economics 3 for Grade XII Senior High School. Jil.3. Ed. 2. Bandung : Grafindo Media Pratama. 2012.
Harefa, Andrias. Sekolah Saja Tak Pernah Cukup; Menyoal Pendiidkan Persekolahan dan Perncarian Alternatif Pembelajaran. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2002.
Haris, Ariesto dan Adrianus A. Terampil Mengolah Data Kualitatif dengan NVIVO. ed.1. Cet.1. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 2010.
Herdiana, Nana. Manajemen Bisnis Syariah dan Kewirausahaan. cet. 1 Bandung: CV Pustaka Setia. 2013.

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>