MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

Pembelajaran kooperatif tipe TGT



TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar beranggotakan 3 sampai 5 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi, dan siswa bekerja dalam kelompok masing-masing. Dalam kerja kelompok guru memberikan lembar kerja yang harus dikerjakan kelompok. Penguasaan materi dari tiap anggota





kelompok menjadi tanggungjawab bersama anggota kelompok tersebut.
Sebagai alat ukur keberhasilan dalam proses belajar mengajar tersebut, maka setiap siswa diberikan permainan akademik yang dibagi dalam meja-meja turnamen. Tiap meja turnamen terdiri dari wakil masing-masing kelompok. Siswa dikelompokkan  dalam meja turnamen secara homogen dari segi akademik, artinnya dalam satu meja turnamen kemampuan setiap peserta diusahakan setara. Hal ini dapat ditentukan dengan melihat nilai yang mereka peroleh pada saat pre-test. Skor yang diperoleh oleh setiap peserta dalam permainan akademik akan dicatat pada lembar pencatat skor. Skor kelompok diperoleh dengan menjumlahkan skor-skor yang diperoleh anggota suatu kelomok, kemudian dibagi banyaknya anggota kelompok tersebut. Skor kelompok ini digunakan untuk memberikan penghargaan tim.
Menurut Slavin pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari

5 langkah tahapan yaitu: tahapan penyajian kelas (class precentastion), belajar dalam kelompok (team), permainan (game), pertandingan (tournament) dan penghargaan kelmpok (team recognition). Berdasarkan apa yang diungkapakan oleh Slavin, maka model pembelajaran kooeratif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:





a.      Siswa-siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil


Siswa ditempatkan dalam kelompok-kelopok belajar beranggotakan 3-5 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapakan dapat memotivasi siswa untuk saling membantu antarsiswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini menyebabkan tumbuhnnya rasa kesadaran pada diri siswa bahwa belajar secara kooperatif sangat menyenangkan.

b.      Game tournament


Dalam permainan ini setiap kelompok siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompok masing-masing yang ditempatkan dalam meja-meja turnamen. Tiap meja turnament ditempati 5 sampai 8 orang peserta yang berasal dari kelompok yang berbeda. Permainan diawali dengan memberitahukan aturan permainan. Setelah itu permainan dimulai dengan pengambilan soal oleh peserta turnamen (kartu soal dan kunci ditaruh terbalik diatas meja sehingga soal dan kunci tidak terbaca).
Permainan pada tiap meja turnamen dilakukan dengan aturan sebagai berikut:





1.      Setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara undian
2.      Pemain yang menang undian mengambil soal dengan cara diundi dan diberikan kepada pembaca soal
3.      Pembaca soal membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain
4.      Soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal
5.      Setelah waktu yang ditentukan selesai, pemain tidak memberikan jawaban maka dilemparkan ke penantang yang berada disebelahnya.
6.      Pembaca soal membuka kunci jawaban dan skor diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memberikan jawaban benar
7.      Jika pemain menjawab salah maka kartu dibiarkan saja

8.      Permainan selesai jika semua kartu telah selesai dibacakan, dimana posisi pemain diputar searah jarum jam agar setiap pemain dalam satu meja dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain dan penantang.
9.      Pembaca soal hannya bertugas membaca soal dan membuka kunci jawaban, tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban pada peserta lain





10.  Setelah kartu selesai dijawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan poin yang diperoleh berdasarkan table yang telah disediakan.
11.  Setiap pemain kembali dalam kelompok masing-masing untuk menjumlahkan poin yang diperoleh kelompok

c.       Penghargaan Kelompok


Langkah pertama dalam memberikan penghargaan kelompok dengan menghitung rerata skor kelompok. Perhitungan skor rerata kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh masing-masing anggota kelompok dibagi dengan banyaknnya anggota kelompok. Pemberian penghargaan didasarkan atas rata-rata poin yang didapat oleh kelompok tersebut. Penentuan poin  yang diperoleh oleh masing-masing anggota kelompok didasarkan pada jumah kartu yang diperoleh seperti ditunnjukan pada table berikut ini.
Tabel 2. perhitungan poin permainan untuk empat meja tournamen

Pemain dengan
Poin bila jumlah kartu yang diperoleh
Top score
40
High Middle score
30
Low Middle score
20
Low score
10





Tabel 3. Perhitungan poin permainan untuk tiga meja tournament

Pemain dengan
Poin bila jumlah kartu yang diperoleh
Top score
60
Middle score
40
Low score
20
(sumber: Slavin, 1995:90) Keterangan
Top Score (skor tertinggi), High Middle score (skor tertinggi), Middle score (skor sedang), Low Middle score (skor rendah) Low score (skor terendah) .
(Sumber : Doantara Yoan, 2008: www.pendidikan-Infogue.com
Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>