MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

PAPER: “SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN”



PENDAHULUAN
Perusahaan memerlukan adanya sebuah sistem untuk mencapai tujuan di dalam melakukan kegiatan bisnis perusahaan, sistem memiliki peran penting di dalam kegiatan bisnis perusahaan, karena sistem yang baik dapat membuat kegiatan operasional perusahaan menjadi efektif dan efisien. Salah satu sistem yang dimiliki perusahaan adalah sistem akuntansi. Sistem menurut Moscove dalam Baridwan (2012: 4) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari subsistem yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Akuntansi menurut Jusup (2011:4) adalah system informasi yang mengukur aktivitas bisnis, mengolah data menjadi laporan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan. Sistem akuntansi membantu pemilik perusahaan mengawasi kegiatan operasional dan mengelola perusahaannya disamping juga berguna untuk para pemangku kepentingan perusahaan di dalam mengawasi kegiatan operasional perusahaan.
Penentuan gaji dan upah tenaga kerja memang terlihat sepele, namun dalam pelaksanaannya sangatlah kompleks, apalagi bagi perusahaan yang belum memiliki sistem penggajian dan pengupahan yang bersifat objektif terhadap para karyawannya. Sistem penggajian dan pengupahan yang baik dan benar merupakan salah satu faktor terpenting dalam terpenting perusahaan, karena hal ini juga turut menentukan produktifitas suatu perusahaan.
Perusahaan memiliki berbagai sumber daya di dalam kegiatan bisnisnya, salah satunya sumber daya manusia atau karyawan yang berperan besar di dalam mencapai tujuan suatu perusahaan, karena karyawan adalah tenaga kerja yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan berbagai aktivitas di dalam perusahaan, mulai dari aktivitas produksi, aktivitas keuangan, hingga aktivitas penjualan dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Karyawan merupakan aset penting perusahaan yang harus dipelihara dan dipertahankan kinerjanya supaya tujuan perusahaan dengan mudah dapat tercapai. Salah satu cara untuk menjaga kinerja karyawan adalah dengan pemberian kompensasi. Menurut Martoyo (2007: 119) dalam pemberian kompensasi yang makin baik akan mendorong karyawan bekerja dengan makin produktif. Sofyandi (2013: 162) menjelaskan bahwa tujuan diadakannya pemberian kompensasi salah satunya adalah untuk memotivasi karyawan dalam bekerja, artinya agar karyawan bersemangat dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas kontribusinya kepada perusahaan atau organisasi dapat dikatakan sebagai kompensasi (Ardana, Mujiati, dan Utama 2012: 153).
Gaji dan upah merupakan biaya yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan demi kelancaran berbagai aktivitas perusahaan serta harus dikelola dengan baik oleh perusahaan agar tidak terjadi penyelewengan di dalam penetapan dan pembayaran gaji serta upah kepada karyawan dan karyawan pelaksana, karena jika terjadi masalah di dalam pembayaran gaji dan upah dapat menimbulkan hal yang tidak diinginkan dan dapat merugikan perusahaan. Untuk melaksanakan kegiatan penggajian dan pengupahan yang baik, diperlukan adanya sebuah sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang harus dimiliki oleh perusahaan. Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan tidak hanya mencakup prosedur pembayaran gaji kepada karyawan dan upah kepada kayawan pelaksana namun juga mencakup prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pencatatan waktu kerja, prosedur pembuatan daftar gaji dan upah, prosedur distribusi biaya gaji dan upah. Pembayaran gaji dan upah oleh perusahaan kepada karyawan dan karyawan pelaksana yang terlalu rendah berdasarkan kinerja, produktivitas, dan kontribusi terhadap yang perusaahaan tinggi, maka hal seperti ini dapat membuat karyawan dan karyawan pelaksana tidak puas terhadap sistem penggajian dan pengupahan perusahaaan sehingga enggan mempertahankan kinerja, produktivitas, kontribusinya yang baik untuk perusahaan. Penerapan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang baik akan mendukung system pengendalian internal perusahaan menjadi baik.



PEMBAHASAN
2.1. Gaji dan Upah
2.1.1.Pengertian Gaji
Gaji merupakan bentuk balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang dimilikinya. Menurut Warren dkk (2014: 546) istilah gaji biasanya mengacu pada pembayaran untuk tenaga kerja bagian manajerial, administrasi, atau jasa kantoran sejenis. “Gaji adalah pembayaran atas jasa-jasa yang dilakukan oleh karyawan yang dilakukan perusahaan setiap bulan” (Sujarweni, 2015: 127).
2.1.2.Pengertian Upah
Upah merupakan bentuk balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan pelaksana yang dimilikinya. Menurut Warren dkk (2014: 546) upah biasanya mengacu pada pembayaran tenaga kerja buruh pabrik, baik yang memiliki keahlian maupun tidak. “Upah adalah pembayaran atas jasa yang dilakukan oleh karyawan didasarkan pada sejumlah pekerjaan yang telah diselesaikan jumlah unit produksi” (Sujarweni, 2015: 127).
2.1.3.Tujuan Pemberian Gaji dan Upah
“Upah dan/atau gaji karyawan adalah suatu bentuk pemberian kompensasi yang bersifat “finansial” dan merupakan yang utama dari bentukbentuk kompensasi yang ada, bagi karyawan” (Martoyo 2007: 119). Jadi menurut pendapat di atas, tujuan dari pemebrian gaji dan upah sudah termasuk atau sudah terdapat di dalam tujuan pemberian kompensasi.
Sofyandi (2013: 162) menjelaskan bahwa tujuan diadakannya pemberian kompensasi adalah:
1) Untuk menjalin ikatan kerja sama antara pemimpin dengan karyawan. Artinya bahwa dengan terjalinnya kerja sama secara formal akan terbentuk komitmen yang jelas mengenai hak dan kewajiban yang harus dipikul masing-masing.
2) Memberikan kepuasan kepada karyawan, artinya bahwa melalui kepuasan yang dirasakan para karyawan akan memberikan prestasinya yang terbaik.
3) Untuk memotivasi karyawan dalam bekerja, artinya agar karyawan bersemangat dalam bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhanya.
4) Untuk menciptakan disiplin kerja bagi karyawan.
2.1.4.Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Gaji dan Upah
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat gaji dan upah yaitu penawaran dan permintaan tenaga kerja kemampuan dan kesediaan perusahaan, serikat buruh/organisasi karyawan, produktivitas kerja karyawan, pemerintah dengan undang-undang dan keppres, biaya hidup/cost living, posisi jabatan karyawan, pendidikaan dan pengalaman kerja, kondisi perekonomian nasional, jenis dan sifat pekerjaan (Hasibuan, 2013: 128-129)
2.2. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
2.2.1.Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
Untuk lebih mengetahui arti pentingnya sistem akuntansi maka kita harus memahami pengertian dan fungsi sistem akuntansi tersebut melalui pendapat beberapa ahli.
Menurut Cole dalam Baridwan (1999:3), “Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi perusahaan”.
Mulyadi (2000 : 1) menyatakan “Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

Di dalam perusahaan, terdapat macammacam sistem akuntansi dan salah satunya adalah sistem akuntansi penggajian dan pengupahan.
“Sistem penggajian dan pengupahan adalah system yang digunakan oleh perusahaan untuk memberi  upah dan gaji kepada karyawannya atas jasa-jasa yang merekan berikan” (Sujarweni, 2015:127).
Sistem informasi akuntansi gaji dan upah merupakan rangkaian prosedur perhitungan dan pembayaran gaji dan upah secara menyeluruh bagi karyawan secara efisien dan efektif. Tentunya dengan sistem akuntansi gaji dan upah yang baik perusahaan akan mampu memotivasi semangat kerja karyawan yang kurang produktif dan mempertahankan karyawannya yang produktif, sehingga tujuan perusahaan untuk mencari laba tercapai dengan produktifitas kerja karyawan yang tinggi.

2.2.2.Dokumen yang Digunakan
Menurut Mulyadi (2016: 310) ada beberapa dokumen yang digunakan di dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan. Dokumen-dokumen tersebut adalah:
1) Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah
2) Kartu jam hadir
3) Kartu jam kerja
4) Daftar gaji dan upah
5) Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah
6) Surat pernyataan gaji dan upah
7) Amplop gaji dan upah
8) Bukti kas keluar
2.2.3.Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi dalam pencatatan gaji dan upah menurut Mulyadi (2016: 317) adalah:
1) Jurnal umum
2) Kartu harga produk
3) Kartu biaya
4) Kartu penghasilan karyawan
2.2.4.Fungsi yang Terkait dalam Sistem
Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan Mulyadi (2016: 317- 319) adalah sebagai berikut:
1) Fungsi kepegawaian
2) Fungsi pencatat waktu
3) Fungsi pembuat daftar gaji dan upah
4) Fungsi akuntansi
5) Fungsi keuangan
2.2.5.Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
Menurut Mulyadi (2016: 320) jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penggajian dan pengupahan adalah sebagai berikut:
1) Prosedur pencatatan waktu hadir
2) Prosedur pencatatan waktu kerja
3) Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah
4) Prosedur distribusi biaya gaji dan upah
5) Prosedur pembayaran gaji dan upah
2.3. Pengendalian Intern Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
2.3.1.Pengertian Pengendalian Intern
Menurut Hermawan (2013: 1) pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari penyalahgunaan, memastikan bahwa informasi usaha akurat dan memastikan bahwa perundang-undangan dan peraturan dipatuhi.
“Pengendalian internal merupakan suatu sistem yang meliputi struktur organisasi beserta semua mekanisme dan ukuran-ukuran yang dipatuhi bersama untuk menjaga seluruh harta kekayaan organisasi dari berbagai arah” (Mardi, 2014: 59).
2.3.2.Tujuan Pengendalian Intern
Menurut Bastian dan Soepriyanto (2003: 203) tujuan dari sistem pengendalian internal adalah:
1) Menjaga kekayaan organisasi.
2) Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi.
3) Mendorong efisiensi.
4) Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
2.3.3.Unsur-unsur Pengendalian Intern
Unsur pokok sistem pengendalian intern adalah:
1) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.
2) Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.
3) Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
4) Karyawan yang kualitasnya sesuai dengan tanggung jawabnya. Dari unsur unsur di atas, unsur mutu karyawan merupakan unsur system pengendalian internal yang paling penting, karena jika perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur pengendalian yang lain dapat dikurangi sampai batas yang minimum, dan perusahaan tetap mampu menghasilkan pertanggung jawaban keuangan yang dapat diandalkan. (Bastian dan Soepriyanto, 2003: 204- 209)
2.3.4.Penyebab Gagalnya Pengawasan
Sistem pengendalian internal yang telah dibuat oleh perusahaan, tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kegagalan di dalam pelaksanaanya. Menurut Sujarweni (2015: 78) penyebab kegagalan pengawasan adalah:
1) Adanya persekongkolan antar karyawan untuk melakukan kecurangan.
2) Pengawasan kurang ditegakkan.
3) Tidak ada sanksi jelas bagi pelanggar.
4) Ada kejahatan komputer, perusahaan yang sudah mengunakan komputerisasi dalam semua pencatatannya dapat di-hack oleh para hacker, yaitu orang yang dapat merubah data sehingga tidak sesuai dengan aslinya.
2.3.5.Pengendalian Intern dalam Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
Unsur pengendalian internal dalam system akuntansi penggajian dan pengupahan:
1) Organisasi
a. Fungsi pembuat daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi keuangan.
b. Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi.
2) Sistem otorisasi
a. Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang ditanda tangani oleh direktur utama.
b. Setiap perubahan gaji dan upah karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada surat keputusan Direktur Keuangan.
c. Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain dari pajak peghasilan karyawan harus didasarkan atas surat potongan gaji dan upah yang diotorisasi oleh fungsi kepegawaian.
d. Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu.
e. Perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yang bersangkutan
f. Daftar gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi personalia.
g. Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi.
3) Prosedur pencatatan
a. Perubahan dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan upah karyawan
b. Tarif upah yang dicantumkan dalam kartu jam kerja diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi.
4) Praktik yang sehat
a. Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini dipakai sebgai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung.
b. Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu.
c. Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akuntansi sebelum melakukan pembayaraan.
d. Perhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan.
e. Catatan penghasilan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah. (Mulyadi 2016: 321)


PEMBAHASAN FLOWCHART DAN STUDI KASUS
finishing berdasarkan lembur yang dilakukan oleh karyawan pabrik sesuai bagiannya. Prosedur pembuatan daftar perhitungan gaji/ upah telah dilakukan dengan baik oleh bagian personalia sesuai ketentuan perusahaan dengan merekap catatan lembur dan absensi ke daftar perhitungan gaji/ upah. Prosedur distribusi dan pembayaran gaji/upah sudah dilakukan dengan baik oleh bagian keuangan dengan mengirimkan daftar transfer gaji/ upah ke bank untuk mentransfer sejumlah gaji/ upah ke rekening masing-masing karyawan PT. Madukara. Sistem otorisasi dokumen pada PT Madukara kurang dijalankan dengan baik, karena dokumen-dokumen tidak ditandatangani oleh setiap fungsi yang bertanggungjawab dalam system akuntansi penggajian/ pengupahan. Misalnya, daftar perhitungan dan transfer gaji/ upah belum ditandatangani oleh direktur sebagai pihak yang menyetujui dan bagian keuangan sebagai pihak yang membayarkan gaji/ upah. Catatan lembur belum ditandatangani oleh kepala bagian masingmasing departemen (produksi/ finishing), dan personalia. Absensi juga belum ditandatangani oleh personalia. Tandatangan pada dokumendokumen tersebut digunakan untuk mengetahui pihak mana saja yang bertanggungjawab atas pelaksanaan sistem penggajian/ pengupahan pada PT. Madukara.
Bagan alir prosedur penggajian karyawan PT. Madukara Malang yang disarankan, yakni: Unsur pengendalian intern organisasi/ fungsi sistem penggajian dan pengupahan pada PT. Madukara telah dijalankan dengan baik, karena fungsi pembuat daftar gaji/ upah yakni bagian personalia pada PT. Madukara telah terpisah dari fungsi keuangan yang membayarkan gaji/ upah. Fungsi pencatat waktu hadir yakni bagian personalia pada PT. Madukara juga telah terpisah dari fungsi operasi yakni bagian produksi dan finishing.
Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan pada PT. Madukara Malang belum seluruhnya berjalan efektif, karena tandatangan fungsi yang berperan dalam pengolahan dan pembayaran gaji dan upah pada tiap-tiap dokumen yang akan memudahkan dalam mengetahui pihak-pihak mana saja yang turut andil dan bertanggungjawab dalam otorisasi dokumen penggajian dan pengupahan karyawan belum seluruhnya dilakukan. Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar perhitungan gaji/ upah dan diiformasikan secara lisan oleh personalia kepada direktur kurang efektif karena tandatangan direktur belum tercantum pada daftar perhitungan gaji/ upah. Perubahan gaji dan upah yang hanya diinformasikan oleh direktur kepada Gambar 11 Flowchart Sistem Penggajian/ Pengupahan Karyawan PT. Madukara yang disarankan  personalia kemudian dimasukkan dalam perhitungan gaji/ upah berjalan kurang efektif karena tandatangan direktur belum ada pada dokumen tersebut. Potongan atas upah karyawan telah berjalan dengan efektif karena informasi potongan pada daftar perhitungan gaji/ upah telah ditandatangani oleh personalia. Absensi yang direkap oleh bagian personalia berjalan kurang efektif karena absensi belum ditandatangani oleh personalia. Catatan lembur yang diisi oleh kepala bagian masing-masing departemen (produksi dan finishing) berjalan kurang efektif, karena kepala bagian produksi dan finishing belum menandatangani dokumen catatan lembur tersebut.
Daftar perhitungan gaji/ upah yang dibuat dan diperiksa oleh personalia sudah berjalan dengan efektif karena tandatangan personalia sudah tercantum pada dokumen tersebut. Daftar transfer gaji/ upah yang dibuat oleh personalia berjalan kurang efektif karena daftar transfer gaji/ upah hanya ditandatangani oleh personalia saja, sedangkan direktur dan keuangan belum menandatangani dokumen tersebut. Perhitungan upah karyawan pabrik yang dicantumkan dalam daftar perhitungan gaji/ upah berjalan kurang efektif, karena meskipun perhitungan upah telah diperiksa oleh bagian keuangan, tetapi bukti pertanggungjawaban berupa tandatangan pada daftar perhitungan gaji/ upah belum ada.
Praktik yang sehat dalam sistem penggajian/ pengupahan pada PT. Madukara belum seluruhnya berjalan dengan baik. Absensi dan catatan lembur yang digunakan sebagai dasar perhitungan upah bagi karyawan pabrik telah berjalan efektif, karena absensi dan catatan lembur telah digunakan oleh personalia sebagai unsur dalam perhitungan gaji/ upah karyawan sesuai ketentuan perusahaan. Pengisian daftar hadir karyawan berjalan kurang efektif, karena pengawasan terhadap pengisian absensi kurang dijalankan oleh personalia.
Pembuatan daftar perhitungan gaji dan upah yang disetujui oleh direktur, dan diperiksa kembali oleh bagian keuangan berjalan efektif, karena daftar perhitungan gaji/ upah tersebut telah diperiksa kembali oleh bagian keuangan sehingga ketelitian pada perhitungan gaji/ upah telah dicek kebenarannya, sebelum dilakukan pembayaran gaji/ upah. Catatan penghasilan karyawan berupa daftar perhitungan gaji/ upah yang disetujui oleh direktur dan dibayarkan oleh fungsi keuangan ke rekening karyawan melalui bank telah berjalan efektif karena dokumen tersebut telah disimpan oleh personalia sebagai fungsi pembuat daftar gaji/ upah.




PENUTUP
KESIMPULAN
  • Perusahaan memerlukan adanya sebuah sistem untuk mencapai tujuan di dalam melakukan kegiatan bisnis perusahaan, sistem memiliki peran penting di dalam kegiatan bisnis perusahaan, karena sistem yang baik dapat membuat kegiatan operasional perusahaan menjadi efektif dan efisien. Salah satu sistem yang dimiliki perusahaan adalah sistem akuntansi. Sistem menurut Moscove dalam Baridwan (2012: 4) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari subsistem yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
  • Sistem informasi akuntansi gaji dan upah merupakan rangkaian prosedur perhitungan dan pembayaran gaji dan upah secara menyeluruh bagi karyawan secara efisien dan efektif. Tentunya dengan sistem akuntansi gaji dan upah yang baik perusahaan akan mampu memotivasi semangat kerja karyawan yang kurang produktif dan mempertahankan karyawannya yang produktif, sehingga tujuan perusahaan untuk mencari laba tercapai dengan produktifitas kerja karyawan yang tinggi.
  • Dalam studi kasus Jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian dan pengupahan PT. Madukara belum seluruhnya berjalan dengan baik. Prosedur pencatatan waktu hadir karyawan berjalan kurang efektif karena absensi dilakukan secara manual, dan kurang mendapatkan pengawasan dari personalia. Kurangnya pengawasan terhadap pengisian absensi dapat memicu risiko titip absen sehingga memungkinkan terjadinya alokasi upah tidak kepada karyawan yang benarbenar hadir dalam perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA
Ardana, I.K., N.W. Mujiati., dana I.W Mudiarth Utama. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu
Baridwan, Zaki. 2012. Sistem Akuntansi : Penyusunan Prosedur dan Metode. Edisi Kelima. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Bastian, Indra, dan Gatot Soepriyanto. 2003. Sistem Akuntansi Sektor Publik: Konsep untuk Pemerintah Daerah. Buku 1. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Hasibuan, Malayu S.P. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Cetakan Ketujuh Belas. Jakarta: PT Bumi Aksara
Hermawan, Sigit. 2013. Akuntansi Perusahaan Manufaktur . Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.
Jusup, Al Haryono. 2011. Dasar-dasar Akuntansi : Jilid 1. Edisi ketujuh. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753