MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

PAPER: SISTEM AKUNTANSI BIAYA



PENDAHULUAN
Sistem akuntansi persediaan bertujuan untuk mencatat mutasi tiap jenis persediaan yanh disimpan di gudang. Sistem ini berkaitan erat denan sistem penjualan, sistem retur penjualan, sistem pembelian, sistem retur pembelian, dan sistem akuntansi biaya produksi. Sistem informasi akuntansi biaya dalam perusahaan terutama pada proses produksi diperlukan untuk menyediakan informasi biaya yang dapat digunakan pihak manajemen. Informasi tersebut akan dipakai untuk mengelola alokasi berbagai sumber ekonomi untuk menjamin hasil output memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan nilai input yang dikorbankan.
Dalam dekade terakhir, globalisasi bisnis,meningkatnya persaingan, dan teknologi manufaktur baru, memaksa banyak perusahaan untuk mengevaluasi kembali praktik-praktik bisnis mereka. Evaluasi kembali ini membawa pada perubahan-perubahan dalam filosofi manajemen dan sistem bisnis, yang kemudian mengharuskan para akuntan untuk mengevaluasi kembali kegunaan informasi yang diberikan oleh sistem akuntansi kepada manajemen. Sistem akuntansi diciptakan terutama untuk menyediakan informasi pelaporan eksternal, atau diciptakan pada saat teknologi dan sistem manufaktur sangat dipengaruhi oleh tenaga kerja manusia, dan saat ini tidak lagi mencukupi. Informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi yang sudah using terkadang tidak berguna lagi dan dapat menyesatkan. Untuk menyediakan informasi yang diperlukan oleh manajemen, akuntan mulai mendesain kembali sistem akuntansi. Berbagai jenis data yang berbeda dibutuhkan untuk berbagai pengambilan keputusan yang berbeda, dan berbagai sistem bisnis yang berbeda membutuhkan berbagai jenis sistem akuntansi yang berbeda untuk menyediakan datanya. Dengan berubahnya system bisnis, sistem akuntansi dievaluasi kembali, dan dalam beberapa kasus diubah. mengakui adanya hubungan tersebut akan membawa pada pengembangan dan implementasi sistem-sistem pengukuran baru seperti sistem informasi yang berbasis komputer.

Lingkungan perusahan manufaktur, manajemen dituntut untuk senantiasa melaksanakan penyerpurnaan aktivitas secara berkesinambungan, agar perusahaan memiliki daya saing yang tinggi dalam jangka panjang.Hal ini mendorong pimpinan perusahaan untuk merencanakan, mengendalikan, serta mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Perusahan yang unggul dalam persaingan adalah perusahaan yang kinerjanya baik, dimana perusahaan tersebut dapat bekerja dengan efisien dan efektif guna menghasilkan tingkat output yang tinggi.



PEMBAHASAN
Sistem akuntansi biaya di dalam perusahaan manufaktur diuraikan menjadi :
Sistem pengawasan produksi.
Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur-prosedur yang ditujukan untuk mengawasi pelaksanaan order produksi perusahaan dan menjamin terjadinya koordinasi antara kegiatan penjualan, penyediaan bahan baku, fasilitas pabrik dan penyediaan tenaga kerja.
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi:
a. Prosedur order produksi.
b. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang.
c. Prosedur pencatatan jam tenaga kerja langsung.
d. Prosedur produk selesai.
Dokumen yang digunakan dalam sistem pengawasan produksi:
a. Surat order produksi.
b. Daftar kebutuhan bahan.
c. Daftar kegiatan produksi.
d. Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.

Sistem akuntansi biaya.
Sistem akuntansi biaya adalah jaringan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyajikan biaya produksi. Sistem akuntansi biaya merupakan jaringan prosedur untuk mengumpulkan dan menyajikan biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya administrasi dan umum. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perancangan sistem akuntansi
biaya, yaitu:

– Metode costing yang digunakan: full costing atau variable costing.
– Sistem akuntansi biaya: sistem biaya standar atau sistem biaya historis.
– Proses produksi: berdasarkan pesanan atau berdasarkan proses.
Sistem akuntansi biaya berfungsi menyediakan informasi bagi manajemen perusahaan. Berikut informasi yang diperlukan manajemen ialah:
– Order produksi yang belum selesai.
– Order produksi yang telah selesai.
– Harga pokok produk jadi.
– Harga pokok produk yang masih dalam proses pada saat tertentu.
– Biaya menurut pusat biaya.
Fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi biaya:
1. Fungsi penjualan
Jika perusahaan melakukan produksi berdasarkan order, maka fungsi penjualan bertanggung jawab atas penerimaan order dari langganan dan meneruskan order ke fungsi produksi. Jika berproduksi secara massa, order produksi ditentukan dalam rapat bulanan antara fungsi pemasaran dan fungsi produksi, fungsi penjualan melayani order dari langganan berdasarkan persediaan barang jadi yang ada di gudang.
2. Fungsi produksi.
Fungsi produksi bertanggung jawab atas pembuatan perintah produksi (surat order produksi) bagi fungsi-fungsi yang terkait dalam pelaksanaan proses produksi untuk memenuhi permintaan produksi dari fungsi penjualan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan produksi sesuai dengan surat order produksi.
3. Fungsi perencanaan dan pengawasan produksi.
Fungsi staff yang membantu fungsi produksi dalam merencanakan dan mengawasi kegiatan produksi.
4. Fungsi gudang.
Fungsi gudang bertanggung jawab atas pelayanan permintaan bahan baku, bahan penolong, dan barang lain yang digudangkan. Juga bertanggung jawab menerima produk jadi dari fungsi produksi.
5. Fungsi akuntansi biaya.
Fungsi akuntansi biaya bertanggung jawab untuk mencatat konsumsi berbagai sumber daya yang digunakan untuk memproduksi pesanan, mencatat mutasi setiap jenis persediaan dan biaya non produksi pada jurnal.
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi dan sistem akuntansibiaya dalam perusahaan manufaktur adalah:
a. Prosedur order produksi.
Dalam prosedur ini dilakukan koordinasi pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dengan dikeluarkannya Dokumen Surat Order Produksi oleh fungsi produksi berdasarkan order dari pelanggan yang diterima fungsi penjualan. Prosedur order produksi dapat dibagi menjadi prosedur order produksi khusus yang berdasarkan pesanan dan prosedur order produksi berulangkali yang berproduksi massa untuk memenuhi persediaan.
b. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang.
Prosedur ini digunakan oleh fungsi produksi untuk meminta bahan baku dari fungsi gudang. Namun jika perusahaan tidak memiliki fungsi gudang bagi persediaan maka dilakukan prosedur permintaan pembelian bahan baku. Biasanya permintaan bahan baku didasarkan pada daftar kebutuhan bahan baku yang dibuat fungsi perencanaan dan pengawasan produksi.

c. Prosedur pengembalian barang gudang.
Prosedur pengembalian barang dari fungsi produksi ke fungsi gudang. Misalnya jika bahan baku tidak seluruhnya habis digunakan dalam proses produksi, sisa bahan baku dikembalikan ke gudang. Prosedur ini menghasilkan Dokumen Bukti Pengembalian Barang Gudang yang digunakan untuk mengurangi biaya bahan baku yang dicatat dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan dan menambah persediaan bahan baku yang dicatat dalam kartu persediaan.
d. Prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung.
Dalam Dokumen Surat Order Produksi terlampir daftar kebutuhan bahan baku dan daftar kegiatan produksi. Daftar tersebut berisi urutan proses pengolahan, mesin yang digunakan, dan taksiran waktu kerja karyawan dan mesin. Pelaksanaan kegiatan produksi tersebut perlu dilakukan prosedur pencatatan jam tenaga kerja langsung sesuai dengan konsumsi untuk mengerjakan order produksi tertentu.
e. Prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead produk.
Prosedur penyerahan produk selesai/jadi dari fungsi produksi ke fungsi gudang dan pencatatan biaya overhead pabrik yang dibebankan pada pesanan tertentu berdasarkan tarif yang ditentukan di muka dan total harga pokok produk selesai yang ditransfer dari fungsi produksi ke fungsi gudang.
f. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya administrasi dan umum, dan biaya pemasaran.
Prosedur ini digunakan untuk mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya administrasi dan umum, serta biaya pemasaran. Dokumen yang digunakan dalam sistem pengawasan produksi dan sistem akuntansi biaya ialah:
Surat order produksi.
Dokumen ini merupakan surat perintah yang dikeluarkan fungsi produksi pada bagian-bagian yang terkait dengan proses pengolahan produk untuk memproduksi sejumlah produk dengan spesifikasi, cara produksi, fasilitas produksi, dan jangka waktu seperti yang tercantum pada surat order penjualan. Dalam surat order produksi terlampir pula daftar kebutuhan bahan dan daftar kegiatan produksi.
Daftar kebutuhan bahan.
Dokumen yang berisi daftar jenis dan kuantitas bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi produk sesuai surat order produksi.

Daftar kegiatan produksi.
Dokumen ini berisi daftar urutan jenis kegiatan dan fasilitas mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk sesuai surat order produksi.
Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
Dokumen ini merupakan formulir untuk meminta bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi produk yang digunakan oleh fungsi produksi, sekaligus sebagai bukti pengeluaran barang dari gudang.
Bukti pengembalian barang gudang.
Dokumen ini merupakan formulir yang digunakan oleh fungsi produksi untuk mengembalikan bahan baku dan bahan penolong ke fungsi gudang dikarenakan sisa bahan tang tidak terpakai dalam proses produksi.
Kartu jam kerja.
Dokumen ini berupa kartu untuk mencatat jam kerja tenaga kerja langsung yang dikonsumsi untuk memproduksi produk sesuai surat order produksi.
Laporan produk selesai.
Laporan ini dibuat untuk memberitahukan selesainya produksi pesanantertentu. Laporan ini dibuat fungsi produksi kepada fungsi perencanaan dan pengawasan produksi, fungsi gudang, fungsi penjualan, fungsi akuntansi persediaan dan fungsi akuntansi biaya.
Bukti memorial (jurnal voucher).
Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan depresiasi aktiva tetap berwujud, amortisasi sewa dan aktiva tak berwujud, dan pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
Bukti kas keluar.
Dokumen ini digunakan untuk mencatat biaya-biaya yang dibayar lewat kas.

Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi biaya adalah:
Jurnal pemakaian bahan baku – Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat harga pokok bahan baku yang digunakan dalam produksi.
Jurnal umum – Jurnal untuk mencatat transaksi pembayaran gaji dan upah, depresiasi aktiva tetap, amortisasi aktiva tak berwujud dan terpakainya persekot biaya.
Register bukti kas keluar ± digunakan untuk mencatat biaya overhead pabrik,biaya administrasi dan umum, biaya pemasaran yang berupa pengeluaran kas.
Kartu harga pokok produk ± buku pembantu yang merinci biaya produksiyang dikeluarkan untuk pesanan tertentu.
Kartu biaya ± buku pembantu yang merinci biaya overhead pabrik, biayaadministrasi dan umum, dan biaya pemasaran.
Pengendalian intern dilakukan agar tidak terjadi fraud di dalam fungsi-fungsi perusahaan dan untuk menjaga aset perusahaan.Karena itu unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi biaya dirancang dengan merinci tiga unsur pokok sistem pengendalian intern, yaitu:

Organisasi.
Fungsi pencatat biaya harus terpisah dari fungsi produksi.
Fungsi pencatat biaya harus terpisah dari fungsi yang mengganggarkan biaya.
Fungsi gudang harus terpisah dari fungsi produksi.
Fungsi gudang harus terpisah dari fungsi akuntansi.
Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan.
Surat order produksi diotorisasi kepala fungsi produksi.
Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang diotorisasi oleh kepala fungsi produksi yang bersangkutan.
Bukti kas keluar diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi keuangan
Daftar kebutuhan bahan dibuat oleh fungsi perencanaan danpengawasan produksi dan diotorisasi oleh kepala fungsi produksi.
Daftar kegiatan produksi dibuat oleh fungsi perencanaan dan pengawasan produksi dan diotorisasi oleh kepala fungsi produksi.
Kartu jam kerja diotorisasi oleh kepala fungsi produksi yang bersangkutan.
Praktik yang sehat.
Surat order produksi, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, bukti kas keluar, bukti memorial, bernomor urut tercetak dan penggunaannya dipertanggungjawabkan.
Secara periodik dilakukan rekonsiliasi kartu biaya dengan rekening kontrol biaya dalam buku besar.
Secara periodik dilakukan penghitungan persediaan yang ada di gudang untuk dicocokan dengan kartu persediaan.


STUDI KASUS
PT. Putra Karangetang Minahasa Selatan adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri bahan makanan berupa tepung kelapa sebagai produk utama. Tepung kelapa ini terdiri atas tiga jenis produk, yaitu medium, macaroon, dan extra fine. Bahan baku utama yang digunakan untuk menghasilkan tepung kelapa adalah buah kelapa
Untuk mencapai laba yang maksimal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menaikkan harga jual atau dengan menekan biaya sedemikian rupa hingga mencapai titik yang optimal. Tetapi dalam suasana pasar yang kompetitif, hal ini tidaklah mudah bagi perusahaan untuk menaikkan harga jualnya karena keinginan masyarakat yang lebih cenderung untuk membeli produk yang harganya relatif murah tetapi berkualitas baik.
Hal ini akan menyebabkan pendapatan perusahaan berkurang serta terhambatnya perputaran modal perusahaan. Untuk dapat memenangkan kompetisi dalam era pasar bebas dewasa ini, maka langkah yang dapat dilakukan oleh pengusaha khususnya bagi mereka yang bergerak dibidang pabrikasi adalah bekerja secara efisien, yaitu dengan cara menekan biaya seminimal mungkin melalui sistem pengendalian biaya yang efektif.
Pada pola sistem akuntansi biaya bahan baku dan kerugian dalam proses produksi diharapkan biaya dapat dikendalikan secara tepat. Maksudnya bahwa standar pemakaian bahan baku harus dijaga, dan apabila terdapat perbedaan harus dapat dijelaskan dimana letaknya dan sebab-sebab sampai terjadinya perbedaan antara pemakaian bahan baku standart dan pemakaian bahan baku yang sebenarnya..
Oleh karena itu perlu dilakukan penyelidikan yang lebih teliti dalam pemakaian bahan baku agar tidak terjadi pemborosan dalam kegiatan proses produksi. Dengan adanya penyelidikan tersebut diharapkan dapat diketahui adanya penyebab terjadinya penyimpangan atau varians terhadap biaya bahan baku dalam proses produksi, untuk kemudian dicari jalan untuk mengatasi terjadinya penyimpangan atau varians yang tidak menguntungkan.
PT. Putra Karangetang Minahasa Selatan dalam menerapkan akuntansi persediaan bahan baku sudah sesuai dengan paragraph 04 PSAK tahun 2012 No.14 tentang persediaan yaitu meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali , misalnya barang dagangan dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali,
Persediaan juga mencakup barang jadi yang telah di produksi, atau barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi perusahaan, dan termasuk bahan perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi namun dalam perencanaan pembelian bahan baku,perusahaan masih menggunakan metode taksiran.
2. Pembelian bahan baku yang efisien dengan menggunakan Economic Order Quantity (EOQ) , perusahaan hanya melakukan pembelian bahan baku sebanyak 3 kali dalam satu tahun dengan jumlah total persediaan 7.724,47 ton, sedangkan perusahaan melakukan pembelian bahan baku sebanyak 5 kali dalam satu periode dan hanya berdasarkan pada perkiraan-perkiraan saja untuk satu kali pembelian dengan jumlah total rata-rata persediaan bahan baku sebanyak 12.874,116 ton, sehingga terjadi penghematan sebesar 5.149,65ton atau penghematan sebesar 0,6%.



PENUTUP
Kesimpulan
Di dalam proses produksi agar bisa berjalan sesuai yang diingikan perusahaan, maka perusahaan dalam hal ini harus memperhatikan apa saja yang dibutuhkan seperti elemen – elemen biaya, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overead pabrik didalam pelaksanaannya.
Berikut ini Elemen – Elemen Biaya adalah sebagai berikut :
a. Biaya Produksi
b. Biaya Pemasaran
c. Biaya Administrasi dan Umum
d. Biaya Langsung (Direct cost)
e. Biaya Tidak Langsung (Inderect cost)
Biaya Bahan Baku didalam suatu perusahaan merupakan harga pokok bahan yang dipakai dalam produksi untuk membuat barang didalam suatu perusahaan.
Biaya tenaga kerja langsung, biaya ini timbul karena pemakaian tenaga kerja yang dipergunakan untuk mengolah bahan menjadi barang jadi.
Biaya Overhead Pabrik adalah Semua biaya – biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya bahan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung , biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya – biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job.
Pengendalian pada biaya merupakan patokan atau standar sebagai dasar uang dipakai untuk tolak ukur pengendalian. Sedangkan Biaya sesungguhnya merupakan biaya yang diakumulasi selama proses produksi dengan menggunakan harga pokok historis yang biasanya merupakan lawan dari biaya yang ditetapkan sebelum proses produksi yang ditujukan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan.



DAFTAR PUSTAKA
Devi, Bernadien K. 2012. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pembelian (Studi Praktik Kerja PT Tatasolusi Pratama Surabaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, Vol. 1, No. 3, Mei 2012
Hall, James. A. 2007. Sistem Informasi Akuntansi.Edisi ke-empat. Jakarta: Salemba Empat
Hartono, Jogianto. 2000. Sistem informasi berbasis komputer. Yogyakarta: BPFE
Jogianto. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat
_______.2007.Metodologi Penelitian Bisnis :Salah Kaprah dan PengalamanPengalaman. Yogyakarta : BPFE
Jusup, Haryono. 2014. Auditing. Jilid 1. Edisi ke-II. Yogyakarta : STIE YKPN

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>