MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

MENELAAH SULITNYA BERSYUKUR DAN EFEKNYA PADA KEHIDUPAN




Bersyukur adalah kewajiban bukan pilihan. Kalimat ini akan menjadi semakin relevan di tengah kondisi bangsa kita saat ini, kondisi perekonomian yang naik turun, gejolak politik yang memanas, kriminalitas yang tinggi, semuanya seakan akan membuat hati kita dan jiwa kita semakin menjauh dari esensi kehidupan yaitu bersyukur. Sejenak mungkin kita dapat kembali intropeksi diri setelah membaca tulisan ini.
Hakikat Bersyukur
Kebersyukuran dalam bahasa Inggris disebut gratitude. Kata gratitude diambil dari akar Latin gratia, yang berarti kelembutan, kebaikan hati, atau berterima kasih. semua kata yang terbentuk dari akar Latin ini berhubungan dengan kebaikan, kedermawanan, pemberian, keindahan dari memberi dan menerima, atau mendapatkan sesuatu tanpa tujuan apapun. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan kebersyukuran adalah seatu perasaan bahagia yang mencul ketika seseorang sedang membutuhkan sesuatu atau bahkan sudah dalam keadaan cukup, menerima pemberian atau perolehan dari pihak lain sehingga orang tersebut merasa tercukupi atau menerima kelebihan.
Hal ini menunjukkan bahwa kebersyukuran merupakan sebuah bentuk emosi atau perasaan, yang kemudian berkembang menjadi suatu sikap, sifat moral yang baik, kebiasaan, sifat kepribadian, dan akhirnya akan mempengaruhi seseorang menanggapi/bereaksi terhadap sesuatu atau situasi. Emmons juga menambahkan bahwa syukur itu membahagiakan, membuat perasaan nyaman, dan bahkan dapat memacu motivasi. Dari penjelasan tersebut diketahui bahwa dampak dari perasaan bersyukur dapat berkembang menjadi reaksi atau tanggapan yang berwujud sebuah sikap. Oleh karena itu, syukur kemudian dapat mendorong atau memotivasi seseorang.
Beberapa tokoh psikologi mendefinisikan gratitude atau syukur sebagai suatu perasaan terima kasih dan menyenangkan atas respon penerimaan hadiah, dimana hadiah itu memberikan manfaat dari seseorang atau suatu kejadian yang memberikan kedamaian. Menurut Wood, menyatakan kebersyukuran adalah sebagai bentuk ciri pribadi yang berpikir positif, mempresentasikan hidup menjadi lebih positif. Jadi, berdasarkan beberapa pengertian para ahli maka peneliti menyimpulkan syukur dalam konsep barat dapat dijelaskan bahwa gratitude atau kebersyukuran adalah pengakuan seseorang tentang adanya pihak lain atau sumber yang turut andil atas nikmat yang diterima, oleh karena itu kebersyukuran dapat mendorong seseorang untuk memberikan pujian atau memberikan ucapan terima kasih pada pihak yang telah berbuat baik. Kebersyukuran dapat diwujudkan dalam sebuah pujian kepada sumber yang memberi atau dengan mengucapkan terima kasih.
Memudahkan Bersyukur Ditengah Sulitnya Bersyukur
                Memang menjadi tugas berat membumikan perasaan bersyukut ditengah kehidupan seperti saat ini, namun hal itu bukanlah mustahil untuk dilakukan, semua kembali kepada keadaan pribadi masing-masing individu, control pribadi terhadap hati dan jiwa sangat mutlak diperlukan saat ini.
                Sisi religious memegang peranan penting dalam hal ini, individu-individu yang lebih dekat dengan Tuhan dan Agama mereka akan lebih mudah bersyukur atas semua keadaan dibandingkan indivudu individu yang tidak dan jauh dari Tuhannya. Keberadaan para tokoh agama semisal ustadz, ulama, pastour, pendeta dan berbagai macamnya memegang kunci penting keadaan ini. Dengan keberadaan mereka transfer kebaikan akan menjadi simpul simpul kebersyukuran yang mudah dilakukan oleh masyarakat. Dan semoga kita semua mudah mulaksanakannya.

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>