MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

MEMANFAATKAN MEDIA ONLINE DAN DIGITAL UNTUK MEWADAHI KARYA DAN KREATIFITAS WANITA MINANG AGAR SEMAKIN DIKENAL





Akhir-akhir ini di dunia maya dihebohkan dengan peragaan busana yang dilakukan oleh perancang busana terkenal Indonesia yaitu ane avantie. Bagaimana tidak, suntiang yang menjadi simbol dan lambang pernikahan adat bagi wanita minang ditampilkan oleh ane avantie dengan kebaya yang berbahan terbuka. Sontak hal tersebut memicu kecaman dari masyarakat adat minang terutama oleh kaum wanita. Suntiang bagi kaum wanita tidak layak dipadukan dengan pakaian terbuka karena suntiang harus dipakai dengan pakaian yang tertutup.
Mencermati kasus ini, seharusnya kita tidak hanya meminta permintaan maaf dari ane avantie, tapi sebagai wanita minang harusnya kita juga tergugah untuk semakin mengenalkan karya dan budaya minang ke seluruh pelosok Indonesia bahkan membawanya ke seluruh dunia. Bayangkan saja suntiang yang merupakan salah satu simbol bagi wanita minang, dengan bangganya bias ditampilkan di peragaan busana tingkat internasional, sehingga tidak menutup kemungkinan karya-karya dari para wanita minang lainnya bias ikut terkenal seperti suntiang.
Di era modern seperti saat ini, salah satu langkah yang mempermudah karya-karya dan kreatifitas wanita minang dapat lebih mudah diterima dan terkenal adalah dengan memanfaatkan media online dan digital. Banyak fasilitas seperti, blog pribadi hingga media social seperti facebook dan Instagram yang bias mempermudah dalah menunjukkan hasil karya dari wanita minang.
Pertanyaan selanjutnya, apa sajakah kreatifitas dan karya yang bisa ditonjolkan oleh para wanita minang?. Untuk menjaawab pertanyaan ini sebenarnya adalah semua sumber daya alam di ranah minang dapat digunakan untuk sumber karya dan kreatifitas bagi para wanita, namun tentu saja ada karya-karya adat dan kreatifitas yang sudah ada dan perlu untuk lebih ditonjolkan dan diperkenalkan kepada khalayak ramai, berikut adalah beberapa karya yang bisa lebih digali dan diolah oleh para wanita minang
Suntiang
Masyarakat Padangpariaman adalah masyarakat yang hidup dan menetap di wilayah rantau bagian pesisir. Kondisi seperti ini telah mempengaruhi kehidupan social budaya masyarakatnya. Salah satunya suntiang, dimana suntiang merupakan bentuk pencampuran budaya cina dan masyarakat setempat. Dan sampai sekarang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Padangpariaman bahkan telah meluas ke seluruh wilayah Minangkabau. Hal ini terjadi tidak terlepas dari keindahan warna dan keberagamana hiasan yang ada dalam suntiang tersebut.
Ragam hias yang dijadikan sebagai elemen pembentuk suntiang umumnya terinspirasi dari apa yang ada di lingkungan alam sekitarnya, baik yang ada di darat, di udara maupun di laut. Sesuai dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau pada umumnya yaitu Alam takambang jadi guru, bahwa semua yang ada di alam luas dapat dijadikan guru atau contoh yang bermaanfaat bagi kehidupan manusia. Hal itu telah menginspirasikan masyarakat Padangpariaman untuk menjadikan alam sebagai sumber ide dalam pembentukan suntiang sejak dulunya.
Menurut hasil penelitian terdapat dua jenis ragam hias yang menjadi elemen dalam pembentuk suntiang yaitu jenis tumbuh-tumbuhan dan jenis binatang. Ragam hias jenis tumbuh-tumbuhan diambil dari bentuk bunga seperti bunga ros, melati, cempaka dan juga tumbuhan serai.
Ragam hias jenis tumbuh-tumbuhan ini kemudian divisualisasikan ke dalam media kuningan, plat dan sebagainya. Begitu juga dengan ragam hias jenis binatang yang terinspirasi dari burung merak, merpati, kupukupu dan ikan. Semua hiasan tersebut kemudian dirangkai menggunakan kawat yang dipasang pada kerangka seng aluminium yang dibentuk seukuran setengah lingkaran kepala.
Setiap motif yang telah diwujudkan ke dalam kuningan tersebut. Kemudian di dalam penataannya disusun secara bertingkat pada kerangka suntiang, dan masing-masingnya oleh masyarakat dinamakan dengan bungo sarunai, bungo gadang atau kambang goyang, mansi-mansi, sepasang burung merak, dan kote-kote atau jurai-jurai. Kelima jenis hiasan disusun sedemikian rupa secara berlapis dan bertingkat melingkari kepala.

Suntiang gadang itu sendiri juga memiliki ukuran yang bervariasi, yang dibedakan oleh jumlah susunan bungo sarunai dan mansi-mansi. Setiap jenis hiasan tersebut selalu disusun dalam jumlah ganjil, yaitu untuk suntiang yang paling tinggi memiliki 11 tingkatan bungo sarunai, dan memiliki 25 mansi-mansi, sedangkan untuk suntiang yang paling rendah memiliki 7 bungo sarunai dan 21 mansi-mansi. Penyusunan dalam jumlah ganjil ini dilakukan untuk mengatur keseimbangan antara kiri dan kanan agar terlihat balans. Semua hiasan disusun secara berurutan mulai dari lapisan yang paling belakang, yaitu deretan bungo sarunai sebagai dasar dari pembentukan suntiang. Kemudian di lapisan kedua disusun deretan bungo kambang atau kambang goyang dan diantara kambang goyang bagian tengah disisipkan sepasang burung merak. Untuk hiasan yang paling atas dipasang mansi-mansi kemudian di bagian samping yang jatuh ke pipi kanan dan pipi kiri pengantin dipasangkan kote-kote. Selain kelimanya di bagian pipi kanan dan pipi kiri juga ditambahkan bunga hidup, seperti bunga melati dan bunga cempaka yang telah dirangkai dengan benang, kedua jenis bunga ini dapat memberikan keharuman bagi sang pengantin.
Dapat kita lihat sendiri bahwa suntiang bias dikreasikan dengan berbagai macam bentuk, tinggal peluang dan kemauan dari wanita minang saja untuk mengkreasikannya dan jangan pernah lupa menampilkannya di media online baik blog dan social media demi lebih mengenalkan kreasinya.
Kuliner Minang
            Kuliner minang harusnya merupakan andalan utama wadah berkreasi bagi wanita minang. Bagaimana tidak, kuliner minang sudah terkenal seantero Indonesia bahkan dunia, sebuah peluang emas bagi wanita minang tentu saja, berikut beberapa kuliner andalan minang:
  1. Randang Padang
Randang Padang sudah dinobatkan sebagai makanan yang paling enak di dunia. Cita rasa daging yang sudah menyatu dengan bumbu-bumbunya, cabe, rempah, santan dll sebagai bahan bakunya memanjakan lidah penikmatnya dengan sensasi pedas dan lezat. Karena Sumatera Barat tergolong daerah tropis, cukup banyak tanaman kelapa yang sangat penting untuk masakan rendang sehingga diciptakan dalam berbagai jenis, mulai dari Randang Dagiang, Randang Baluik, Randang Lokan, Randang Rabu, dan Randang Talua.
  1. Itiak Lado Mudo
Berkunjung ke Bukittinggi suatu agenda wajib bagi wisatawan kalau ke Sumatera Barat. Jam Gadang, Panorama, Lobang Jepang tidak luput dari wisatawan. Sambil memandang Ngarai sianok, pengunjung dapat menikmati makanan khas Itiak Lado Hijau. Daging Itiak yang sudah dibakar dan dibumbui dengan bawang putih dan bawang merah, jahe, damar, daun salam, serei, lalu ditumis sampai empuk, dilumuri cabe hijau giling, mmm sensasi rasanya pedas-pedas enak.
  1. Ampiang Dadiah
Ampiang adalah beras ketan yang direndang lalu ditumbuk ditaburi kelapa. Dadiah adalah susu segar yang difermentasikan didalam batang bambu dan didiamkan beberapa hari. Kedua makanan ini disajikan pada saat pembeli datang memesan, dengan mencampurkan Dadiah dengan Ampiang tersebut dan siap untuk disantap, uniknya sebagian pembeli kadang mencampuri dadiah ini dengan cancang kambiang
  1. Lamang Tapai
Penganan khas Sumatera Barat ini dikenal menjadi suguhan daerah Batusangkar (Kabupaten Tanah Datar), sering disajikan pada acara-acara adat seperti Baralek Gadang (pesta pernikahan), berbuka di bulan ramadhan, menjamu tamu-tamu pada rapat/pertemuan, dll. Makanan ini sangat disukai sebagai makanan pembuka, karena rasa tapainya yang asam-asam manis. Lamang Tapai, ya, Lamang terbuat dari beras ketan yang diisikan kedalam bambu kemudian diberi santan dan dibakar diatas tungku selama ± 2 jam. Lamang dipotong-potong, lalu dibubuhi Tapai, yang terbuat dari proses fermentasi beras ketan hitam dengan ragi.
  1. Gulai Kapalo Lauak
Satu lagi kuliner Sumatera Barat yang tak luput dari hidangan yang disajikan di Restoran dan Rumah-rumah Makan adalah Gulai Kapalo Lauak. Masakan bergizi dengan cita rasa yang khas untuk masakan masyarakat pesisir pantai ini terkenal enak sekali. Masakan yang bahan bakunya kepala ikan karang yang sudah dibumbui dengan jahe dan jeruk nipis lalu dimasukkan ke dalam santan yang sudah dibumbui dengan bawang merah dan bawang putih, jahe, kunyit, asam kandis, cabe rawit, cabe merah dan daun-daunnan. Anda dapat menikmati Gulai Kapalo Lauak di restoran mana saja di Kota Padang, Padang Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan (Painan).
  1. Sate Padang
Cerita kelezatan sate pasti terlintas dipikiran anda sate Mak Syukur di Padang Panjang, sebutan untuk sate khas Sumatera Barat, yang untuk penggemar makanan ini akan tahu persis membedakan tiga rasa sate dari tiga daerah yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Padang Pariaman. Ketiga jenis sate ini punya cita rasa dan warna kuah yang berbeda. Namun ada satu lagi sate yang enak sekali dan tak boleh anda lewatkan yaitu sate danguang-danguang yang berasal dari Payakumbuh. Mmmmm dagingnya yang empuk dan potongannya cukup menggiurkan, dimakan dengan kerupuk ubi yang sangat khas sensasi pedasnya.
            Masih terlalu banyak sebenarnya kuliner dan jajanan khas yang hanya dimiliki oleh masyarakat minang untuk ditampilkan, namun tentu saja beberapa makanan ini sudah bias mewakili daya kreatifitas yang bias disajikan oleh masyarakat terutama wanita minang.


Pemanfaatan Media Online Dan Sosial Media
            Diatas dalam artikel ini sudah ditunjukkan beberapa ide kreatifitas yang dapat lebih diberdayakan oleh wanita minang untuk terus berkarya dan jangan lupa semua hasil karya tersebut tidak akan menarik dan menjadi terkenal jika tidak ada media yang dapat menyalurkannya. Dan di jaman sekarang tentulah tepat jika saatnya wanita minang lebih melek akan teknologi sehingga semua kreatifitas seperti kuliner dan suntiang lebih harum dan terkenal ke semua penjuru. Yang paling mudah adalah menggunakan pemanfaatan fasilitas gratis seperti google, facebook dan Instagram demi menyampaikan hasil karya wanita minang. Niscaya, jika ini rutin dilakukan kayra wanita minang dipastikan akan lebih dikenal masyarakat dimanapun berada.
BIODATA PENULIS
Nama:
Utusan:
Alamat:
Pekerjaan:
No HP/WA:

Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>