MaZ4MWt7MaR7NWV5NWpaMaFax7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANSIMPLE103

Hukum-Hukum Mendel




BAB I 
PENDAHULUAN

I.1. HUKUM-HUKUM MENDEL
            Keistimewaan dari Mendel dalam mengadakan percobaan-percobaan itu berupa cara ia memilih tanaman yang mempunyai sifat-sifat yang konstan murni (Bahasa jawa mulus).

I.2. INTERMEDIER
            Jika diadakan penyerbukan silang antara dua tanaman homozigot yang berbeda satu sifat, misal Mirabilis Jalapa (Bunga Pukul Empat) berbunga merah dan Mirabilis berbunga putih, maka terjadilah F1 yang berbunga jambon (Merah muda). F1 yang kita sebut suatu monohibrida ini bukan homozigot lagi, melainkan suatu heterozigot.
            Jika tanaman F1 ini kita biarkan mengadakan penyerbukan sendiri, kemudian biji-biji yang dihasilkan itu kita tumbuhkan, maka kita perolehlah F2 yang serupa tanaman berbunga merah, tanaman bunga jambon dan tanaman berbunga putih, jumlah-jumlah mana berbanding seperti 1 : 2 : 1.

I.3. DOMINASI
            Jika Pisum Sativum (ercis) berbiji kuning dikawinkan dengan jenisnya yang berbiji hijau, maka kita peroleh F1 yang berbiji kuning. Hibrida ini tidak nampak bedanya dengan P yang berbiji kuning homozigot, padahal dihidrida itu heterozigot. Untuk dapat membedakan mana yang homozigot dan mana yang heterozigot kuning, perlulah kita tunggu F2 dari hibrida tersebut. Maka hasil yang telah berulanng-ulang diperoleh ialah F1 menghasilkan F2 yang bijinya da yang bewarna kuning dan ada plula yang bewarna hijau, jumlah-jumlah tersebut berbanding seperti 3 : 1. Mendel mengulang percobaan ini sampai tujuh kali, dan selalu memperoleh perbandingan 3:1.


BAB II
PEMBAHASAN

II.1.  HUKUM-HUKUM MENDEL PADA MANUSIA
            Dari silsilah orang, kita dapat mengumpulkan keterangan-keterangan untuk menguji kebenaran hukum-hukum Mendel. Berikut diberikan contoh sisilah keluarga albino. Faktor yang membawakan pigmentasi kulit adalah dominan. Kalau faktor itu kita sebut A, maka baik AA maupun Aa menunjukkan sifat yang normal, tidak ada albinisme. Hanya orang dengan 2 faktor resesif  aa ialah seorang albino.

            Dari silsilah ini dapat kita tarik kesimpulan, bahwa perkawinan antara saudara sepupu (1 x 2 , 3 x 4) sajalah yang menimbulkan keturunan dengan albinisme. Ini berarti, orang yeng menganut fenotipenya normal itu dapat mempunyai faktor resesif untuk albinisme. Jadi perumusan untuk 1, 2, 3, 4 itu tentu Aa (a ialah faktor resesif ukntuk albinisme).

            Maka perkawinan 1 x 2  dan perkawinan 3 x 4 menghasilkan keturunan yang 25% dari anak-anak mereka normal (AA), 50% mempunyai fenotipe yang normal (Aa) dan 25 % ialah albino (aa). Karena jumlah anak itu sangat terbatas, maka perhitungan teoretis seperti tersebut di atas itu tidak selalu sesuai dengan kenyataan.


BAB III
PENUTUP

III.1. KESIMPULAN
            Genetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuai yang berhubungan dengan pemindahan informasi dari satu sel ke sel lain dan pewarisan sifat (hereditas) dari induk ke anaknya.
Ø  Parental (Induk P)
Parental berarti induk atau orang tua.
Ø  Filial
Filial adalah keturunan (Generasi) yang diperoleh sebagai hasil dari perkawinan parental.
Keturunan pertama di singkat F1, keturunan kedua disingkat F2, keturunan ketiga disingkat dengan F3 dan seterusnya.
Ø  Dominan
Dominan adalah sifat yang muncul pada keturunannya, yang artinya dalam suatu perkawinan sifat ini dapat mengalahkan sifat pasangannya.
Gen dominan adalah gen yang dapat mengalahkan atau menutupi gen lain yang merupakan pasangan alelnya.
Ø  Resesif
Resesif adalah sifat yang tidak muncul pada keturunannya, yang artinya dalam suatu perkawinan sifat ini dapat dikalahkan (ditutupi) oleh sifat pasangannya.
Gen resesif adalah gen yang dikatakan atau ditutupi oleh gen lain yang merupakan pasangan alelnya.
Ø  Genotipe
Genotipe adalah susunan genetik suatu sifat yang dikandung suatu individu yang menyebabkan munculnya sifat-sifat pada fenotipe.
Ø  Fenotipe
Fenotipe adalah sifat lahiriah yang merupakan bentuk luar yang dapat di lihat atau diamati.

Fenotipe merupakan gabungan antara genotipe dengan lingkungan maka dapat dituliskan.
F = G + L
F = Fenotipe
G = Genotipe
L = Lingkungan

Ø  Alel
Alel adalah anggota pasangan gen yang mempunyai sifat alternatif sesamanya. Gen-gen tersebut terletak pada lokus yang bersesuaian dari suatu kromosom yang homolog.

Ø  Homozigot
Homozigot adalah pasangan kedua alel dengan gen yang sama.

Ø  Heterozigot
Heterozigot adalah pasangan kedua alel dengan gen yang tidak sama.

Ø  Pembatasan
Pembatasan adalah perkawinan antara kedua individu yang mempunyai sifat beda.
Ø  Hibrida
Hibrida adalah keturunan hasil penyerbukan silang dan sifat-sifat yang membeda.
Mono hibrida        : Hibrida yang memiliki satu sifat beda.
Dihibrida               : Hibrida yang memiliki dua sifat beda.
Trihibrida              : Hibrida yang memiliki tiga sifat beda.
Polihibrida             : Hibrida yang memiliki banyak sifat beda.


Share This Article :
ZAIF

Blogger sejak kuliah, internet marketer newbie

709486726018093753
index='infeed'>index='infeed'>index='infeed'>